Alvonsus Glori A, S.Pd

Lahir di Kota MalangHobby : menulis dan membaca bermusik melukis hiking Profesional: 1. Penulis 2. Guru Bah...

Selengkapnya
Navigasi Web
Branding School sebagai Core nilai Jual

Branding School sebagai Core nilai Jual

Istilah “branding” saat ini diadopsi dalam dunia persekolahan, sehingga muncul “School Branding” atau pencitraan sekolah yang betujuan untuk menciptakan “image” sekolah di masyarakat. Untuk pencitraan sekolah seperti halnya nama-nama merek produk, sekolah perlu menciptakan karakteristik-karakteristik visual yang mudah diingat dan dapat dibedakan dari sekolah lain. Selain karakteristik visual karena sekolah itu berkaitan dengan produk hasil pembelajaran yang berbeda dengan barang produksi, adalah mutu hasil pembelajarannya. Mutu hasil pembelajaran adalah siswa dan lulusannya yang memiliki nilai/value.

Berdasarkan uraian di atas, ada tiga hal yang dapat kita klasifikasikan dalam pencitraan sekolah (School Branding).1. Karakteristik Visual Sekolah. Sekolah perlu memiliki ciri khas yang bisa dilihat dan bisa membedakan dari sekolah lain seperti design bangunan sekolah atau gerbang sekolah, warna khas sekolah, logo, seragam khas, dan publikasi-publikasi di berbagai kegiatan sekolah, prestasi sekolah baik di media cetak ataupun media sosial.

2. Visi dan “tagline” Sekolah yang menarik. Semua sekolah sudah memiliki visi. Visi merupakan harapan ke depan yang menjadi sumber inspirasi dan sumber motivasi bagi warga sekolah. Visi dibuat untuk jangka waktu empat atau lima tahun. Istilah Tagline merupakan kalimat pendek yang dipakai untuk mempromosikan sebuah merek dagang atau perusahaan, sekolah. Seorang penulis yang juga ahli dalam memberikan masukan tagline, Eric Swartzm menyebut bahwa tagline merupakan susunan kata yang tidak lebih dari tujuh kata yang ikut serta dalam logo atau merek brand untuk segmen audience tertentu dan untuk menarik minat publik. Jadi dapat disimpulkan bahwa tagline adalah frasa yang digunakan untuk sebuah bisnis guna menarik perhatian konsumen. Di Indonesia, tagline juga memiliki namanya sendiri seperti Jargon, Moto dan Semboyan. Kita mengenal beberapa tagline seperti “Yamaha Semakin di depan”,”Orang Pintar Minum Tolak Angin”. “Apapun makanannya, Minumnya Teh Botol Sosro”, “Bandung Barat Lumpaaat”. Contoh jargon/ tagline pendidikan seperti “Temukan kehebatan diri sendiri”, “Masa depan diawali dari sini”, “Berani menjadi yang terbaik”, “Sekolahku Masa depanku”, “Raih lebih tinggi, Lihat lebih Jauh”, dan sebagainya.

3. Para siswa dan Lulusan yang punya nilai/ value artinya lulusan yang memiliki kompetensi baik sikap, pengetahuan, atau keterampilan. Untuk menciptakan mutu siswa dan lulusan tentu tidak mudah karena banyaknya variable yang mempengaruhinya. Namun komitmen sekolah terhadap “core business” sekolah yakni pendidikan yang berorientasi pada siswa dan pembelajaran menjadi garapan utama sekolah. Merekalah sesungguhnya yang akan menyampaikan pesan-pesan utama sekolah kepada masyarakat luas. Mereka juga yang akan menyampaikan “testimony” dari mulut ke mulut kapada orang-orang lain.

Dari sekian unsur-unsur “branding” yang perlu diciptakan untuk memberikan brand sekolah, memerlukan kreativitas dan inovasi sekolah. Maka, keberadaan humas harus mampu mengintervensi kemajuan pendidikan. Sekolah perlu berinovasi bagaimana membuat kegiatan menarik dan berbobot yang keren dan memiliki nilai jual, seragam khas yang elegen, dan ciri-ciri khas sekolah lainnya, memanfaatkan teknologi seperti website sekolah atau media sosial sekolah yang dapat dijadikan untuk mempublikasikan berbagai kegiatan, prestasi, dan testimoni tentang sekolah. Dalam berkreativitas dan berinovasi, kita dapat melakukan dengan cara berkreativitas sendiri atau dengan model ATM (Ambil, Tiru, Modifikasi).

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar




search

New Post