Alvonsus Glori A, S.Pd

Lahir di Kota MalangHobby : menulis dan membaca bermusik melukis hiking Profesional: 1. Penulis 2. Guru Bah...

Selengkapnya
Navigasi Web
Juara 1 Guru Prestasi Kota Pasuruan
Juara 1 Guru Prestasi Kota Pasuruan. Alvonsus Glori A, S.Pd., Gr

Juara 1 Guru Prestasi Kota Pasuruan

Begitu mulianya tugas yang diemban seorang guru, menjadikan profesi seorang guru menjadi sorotan di ruang publik, terlebih di saat ini dalam situasi masa pandemi COVID-19🦠😷, guru dituntut mampu melayani kebutuhan peserta didik agar mereka mampu bangkit dan adaptasi dengan cara belajar baru dengan berbagai pendekatan agar para peserta didik lepas dari loss learning.

Kebijakan pemerintah menghentikan pembelajaran di sekolah selama masa pandemi COVID-19🦠😷 dengan menggantikannya belajar dari rumah tidak serta merta berjalan nikmat. Gejolak turun mulai dari keberatan para orang tua siswa dalam mendampingi kegiatan belajar di rumah, aksesbilitas dan sarana pembelajaran yang belum merata, kompetensi guru yang masih rendah terhadap pemanfaatan teknologi pembelajaran, dan banyak faktor lainnya membuat guru harus memutar otak agar progress pembelajaran bisa berlangsung dengan baik.

Salah satu bentuk pembelajaran jarak jauh yang diterapkan yaitu melalui pemanfaatan plaftorm pembelajaran yang tersedia dalam ruang online yaitu Google Classroom. Keberadaan Google Classroom ini sangat membantu guru dalam mengemas pembelajaran daring secara asinkronus. Para siswa bisa mengakses materi, LKPD yang telah disediakan oleh guru.

Selain platform pembelajaran Google Classroom, guru bisa menyediakan aplikasi pertemuan tatap muka maya dengan memanfaatkan aplikasi zoom cloud meeting dan Google meet. Kedua aplikasi ini sangat efektif dan terbukti dapat menjembatani kepentingan guru dan siswa dalam forum diskusi.

Keberadaan koneksi jaringan internet dalam pembelajaran daring sangat penting, vital dan utama. Karena tanpa koneksi jaringan internet pembelajaran daring tidak akan bisa berjalan dengan baik dan lancar.

Seorang guru dituntut untuk profesional dalam mengembangkan dan menyampaikan ilmu yang dimiliki kepada peserta didik dengan segala keterbatasan sarana dan situasi yang dihadapi di lapangan seperti saat ini. Mereka dituntut untuk bekerja dengan kualitas yang baik yang dilandasi dengan rasa pengabdian, kecintaan terhadap profesi, kebiasaan melakukan refleksi diri, hingga semangat untuk terus belajar sepanjang hayat dengan menerapkan berbagai pendekatan substansial yang mengarah pada capaian kompetensi profil Pelajar Pancasila.

Sayangnya, masih kita jumpai di lapangan, guru-guru masih mengalami berbagai kendala dalam mengembangkan diri dan kariernya karena minimnya kemauan belajar dan berkembang maju searah capaian kompetensi abad21. Kondisi mereka cukup memprihatikan. Mereka mengajar sambil terpaksa melakukan pekerjaan lainnya untuk mencukupi kebutuhan ekonomi. Pengabdian seorang guru seringkali bukanlah hal yang mudah dilakukan. Pengabdian seorang guru bahkan kadang-kadang harus diikuti dengan pengorbanan besar.

Disisi lain, penerapan pembelajaran masih berorientasi pada guru sehingga siswa tidak produktif, bahkan mereka menjadi semakin malas. Untuk itulah, guru harus mampu mewujudkan ruang kreatif belajar berbasis aktivitas siswa, dan memberikan eksplorasi yang luas kepada para siswa untuk dapat melakukan berbagai pencarian sumber belajar yang relevan dan mengubah paradigma konvensional menjadi terpusat pada siswa. Dengan demikian, siswa akan mampu berkolaborasi dengan baik satu sama lain, mereka mau menghargai keragaman yang ada serta mampu memecahkan setiap permasalahan melalui penerapan model dan strategi belajar yang efektif

Pilihan hidup menjadi seorang guru apabila dilakukan dengan tulus ikhlas dan rasa cinta, maka akan membawa seseorang kepada kebahagiaan yang tentu tidak dapat dinilai dengan materi. Inilah modal terbesar yang akan membawa seseorang pada kesuksesan dalam menjalani profesi sebagai seorang guru: pengabdian. Apabila seorang “guru” tidak memiliki rasa pengabdian yang tulus di dalam dirinya, maka “guru” itu tidak akan dapat bertahan pada pekerjaannya, dan ia bukanlah seorang guru yang sebenarnya.

Dan yang menjadi sangat penting, bahwa guru dalam hal ini bukan lagi menjadi satu satunya sumber belajar melainkan harus bisa mengakomodir kepentingan siswa, menjadi fasilitator serta motivatoe dan penggerak untuk mewujudkan iklim belajar yang berkualitas dan produktif.

GURU YANG KOMPETEN DAN BERPRESTASI

Guru yang Kompeten

Guru yang memiliki rasa pengabdian yang tulus di dalam dirinya, maka ia telah memiliki modal terbesar untuk menjadi guru yang kompeten dan berprestasi. Guru Profesional menurut Suyatno (2008: 15 – 17) adalah guru yang memiliki 4 bidang kompetensi, yaitu:

(1) Kompetensi Pedagogik meliputi kompetensi pemahaman terhadap peserta didik, perancangan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, perancangan dan pelaksanaan evaluasi hasil belajar.

(2) Kompetensi Kepribadian meliputi kemampuan personal yang mencerminkan kepribadian yang mantap dan stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik dan berakhlak mulia.

(3) Kompetensi Sosial adalah kemampuan guru untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik dan tenaga kependidikan serta masyarakat sekitar.

(4) Kompetensi Profesional adalah kemampuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam, yang mencakup penguasaan materi kurikulum mata pelajaran di sekolah dan substansi keilmuan yang menaungi materinya, serta penguasaan terhadap srtuktur dan metodologi keilmuan.

Guru yang Berprestasi

Kebutuhan aktualisasi diri adalah kebutuhan tertinggi, dalam kaitannya dengan guru profesional, pencapaian sebagai “Guru Berprestasi” adalah salah satu bentuk aktualisasi diri (Sumber: Slavin, 2009). Kemampuan memenuhi kebutuhan aktualisasi diri ini akan mendatangkan rasa kebanggaan dan kebahagiaan yang sepantasnya mereka terima. Aktualisasi diri seorang guru profesional sebagai guru yang berprestasi akan nampak dalam perilakunya yang mensyukuri dan menerima keadaan dirinya sendiri dan juga orang lain, spontanitas, keterbukaan, hubungan akrab dengan orang lain tetapi tetap bersikap demokratis, kreatif, inovatif, memiliki sense of humor, dan kebebasan. Pada intinya, seorang guru berprestasi yang telah mampu memenuhi kebutuhan aktualisasi diri ini akan memiliki kesehatan yang prima secara psikologis. Oleh karena itu, bangga menjadi guru profesional yang berprestasi adalah hal sangat wajar, karena itu merupakan cermin kebahagiaan batin (psikologis).

Pengalaman terbaik ini membuat saya terus produktif sebagai kreator higher order thinking skill (HOTS). Qini menjadi satu dari sekian banyak praktik terbaik yang saya lakukan sebagai seorang guru. Saya juga berharap semoga apa yang saya perbuat ini memberikan manfaat, makna terbaik demi kemajuan kualitas pendidikan di negeri ini

Semoga uraian dan rangkaian gagasan ini memberikan motivasi dan makna bagi kita semua untuk terus belajar maju, mengedepankan target capaian pembelajaran sesuai dengan profil Pelajar Pancasila melalui merdeka belajar.

Salam inspiratif

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

Indah dan menarik ulasannya pak guru. Salam literasi

29 Mar
Balas

Terima kasih Pak Yasintus. Mari kita berkolaborasi

29 Mar



search

New Post