Alvonsus Glori A, S.Pd

Lahir di Kota MalangHobby : menulis dan membaca bermusik melukis hiking Profesional: 1. Penulis 2. Guru Bah...

Selengkapnya
Navigasi Web
Kurikulum 2022 Prototipe MELEK INFORMASI Penting dan Genting!

Kurikulum 2022 Prototipe MELEK INFORMASI Penting dan Genting!

Kurikulum prototipe meluncur sebagai opsi tambahan bagi satuan pendidikan untuk melakukan pemulihan pembelajaran selama 2022-2024. Kebijakan kurikulum nasional akan dikaji ulang pada 2024 berdasarkan evaluasi selama masa pemulihan pembelajaran.Optimisme terbangun atas dasar sejumlah keunggulan yang menyertai keberadaan kurikulum tersebut. Setidaknya ada tiga keunggulan yang cukup tampak dari kurikulum prototipe yang akan diterapkan pada awal tahun ajaran baru 2022 ini, yaitu keunggulan yang bersifat substansi, implementasi, dan implikasi.Keunggulan substansi. Substansi atau karakteristik dari kurikulum prototipe menunjukkan unifikasi dan memiliki perbedaan dengan kurikulum yang diterapkan sebelumnya. Beberapa keunggulan itu mampu mendorong pembelajaran yang lebih sesuai dengan kemampuan siswa, serta memberi ruang yang lebih luas pada pengembangan karakter dan kompetensi dasar peserta didik.Selain itu kurikulum prototipe memiliki beberapa karakteristik utama yang mendukung pemulihan pembelajaran, antara lain; pertama, adanya pengembangan soft skills dan karakter (akhlak mulia, gotong royong, kebinekaan, kemandirian, nalar kritis, kreativitas) dalam Profil Pelajar Pancasila mendapat porsi khusus melalui pembelajaran berbasis projek.Kedua, fokus pada materi esensial sehingga ada waktu cukup untuk pembelajaran yang mendalam bagi kompetensi dasar seperti literasi dan numerasi. Ketiga, adanya fleksibilitas bagi guru untuk melakukan pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan murid (teach at the right level) dan melakukan penyesuaian dengan konteks dan muatan lokal.Proses implementasi. Implementasi program merdeka belajar ini, dilakukan dengan merekrut dan menyiapkan sekolah penggerak, kepala sekolah penggerak dan guru penggerak. Mereka-mereka inilah yang nantinya akan menjadi subjek terdepan dalam pelaksanaan program merdeka belajar termasuk di dalamnya dalam penerapan kurikulum prototipe.Semakin banyak guru penggerak maka penerapan kurikulum prototipe pun akan makin efektif dan efisien. Program guru penggerak banyak relevansinya dengan penerapan kurikulum prototipe.Implikasi. Implikasi yang ditimbulkan dari penerapan kurikulum prototipe ini cukup positif dan relatif tidak menimbulkan gejolak. Dalam hal ini perubahan struktur mata pelajaran pada kurikulum prototipe tidak merugikan guru akibat berkurangnya jam mengajar misalnya. Selanjutnya semua guru yang berhak mendapatkan tunjangan profesi ketika menggunakan Kurikulum 2013 akan tetap mendapatkan hak tersebut sebagaimana biasanya. Inilah salah satu hal positif dan keunggulan dari kurikulum prototipe tersebut.

Terlepas dari ketiga keunggulan kurikulum prototipe ini, sebenarnya tetap terdapat tantangan yang menyertai dalam penerapan kurikulum tersebut. Tantangan tersebut menyasar pada tiga pihak yang sangat berkepentingan terutama sekali pada guru, siswa, dan orangtua siswa.Pada penerapan kurikulum prototipe ini karena yang dituntut adalah pada penekanan materi esensial, maka guru dituntut untuk lebih rendah hati menanggalkan konsep transfer ilmu. Apabila sebelumnya mengejar materi secara kuantitas, maka pada kurikulum nanti yang dikejar adalah kualitas materi. Proses KBM tidak lagi berorientasi pada hasil melainkan sangat memperhatikan proses sehingga tumbuh pribadi siswa yang mampu belajar mandiri, serta tinggi rasa kepenasaran dan keingintahuannya.Itulah sebagian kecil yang akan menjadi tantangan pada sosok guru. Demikian pula pada diri siswa. Karena berorientasi pada materi esensial, maka jumlah pekerjaan rumah (PR) akan banyak berkurang. Pembelajaran akan berorientasi pada discovery, inquiry, problem base learning dan project base learning, dan semua akan tertuju pada implementasi proyek profil pelajar Pancasila. Oleh karenanya siswa dituntut menjadi pembelajar sejati dan berorientasi pada kecakapan abad 21 dengan 4C-nya (creative, critical thinking, communicative, collaborative).Untuk orangtua siswa tantangan juga tidak kalah sederhana. Orangtua diminta jauh lebih bijaksana. Jangan menuntut anaknya supaya menjadi anak yang serba tahu mengenai banyak hal. Karena di sekolah materi pelajaran akan bergeser dari kuantitas materi ke kualitas materi, yang diajarkan adalah materi-materi esensial saja. Orangtua diharapkan lebih mendorong dan memfasiltasi anaknya untuk fokus pada minat, bakat, kemampuan, dan potensi pada dirinya untuk digali dan diarahkan bersama-sama dengan pihak sekolah.Kita berharap tantangan ini dapat direspons secara positif oleh semua kalangan. Sejumlah keunggulan dari kurikulum prototipe sudah seharusnya dapat dimaksimalkan dan pada gilirannya dapat diarahkan untuk mampu mengejar ketertinggalan pendidikan yang kita alami. Kata kuncinya adalah orentasi pembelajaran harus terfokus pada kompetensi masa depan, maka guru harus belajar, berani mengkonstruksi perspektif pendidikan sesuai dengan kebutuhan siswa saat ini dengan tidak meninggalkan fakta histori, mewujudkan profil pelajar Pancasila, berpegang teguh pada kearifan lokal dan yang diperoleh para siswa itu jelas bermakna kompetensinya dan dapat dirasakan progesifitasnya.

Salam inspiratif!

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar




search

New Post