puspa lestari

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
REPORTASE-Tulisan ke-219

REPORTASE-Tulisan ke-219

PEMBELAJARAN BERMAKNA

#19

Mari kita praktek pembelajaran IPAS fase B dengan menerapkan pembelajaran bermakna dan diikuti pertanyaan pemantik. Misalnya materi yang akan dibahas adalah materi perubahan wujud zat. Di tahap 1 menuliskan semua ide-ide yang terlintas di pikiran terkait topik pelajaran. Guru dapat menuliskan semua ide-ide yang berkaitan dengan perubahan wujud zat misalnya: air menjadi uap jika dipanaskan, air menjadi es jika didinginkan dan ide-ide lainnya.

Lalu apa saja ide-ide lain yang dapat dituliskan? Membuat es batu adalah perubahan wujud benda, kapur barus bisa menyublim, air yang dimasak terlalu lama di panic bisa habis karena menguap dan kalau hujan kaca terlihat berembun. Setelah semua ide-ide terkait topik dituliskan maka dilanjutkan tahap 2 yaitu merumuskan pertanyaan pemantik mengikuti kriteria berikut ini: berupa pertanyaan terbuka (dapat dan penting diperdebatkan di kelas), merupakan inti dari topik pembelajaran, melahirkan pertanyaan-pertanyaan baru di benak muird dan memikat ketertarikan mereka untuk mempelajari topik pembelajaran serta membehas hal yang konseptual atau memiliki pemahaman filosofis.

Dengan kriteria tersebut maka guru dapat membuat pertanyaan esensial untuk topik perubahan wujud zat seperti: mengapa kita butuh benda berubah wujud? (misalnya air menjadi gas atau air menjadi es). Bagaimana hubungan antara suhu dengan perubahan wujud benda? Apa pentingnya bagi kita mengetahui fakta bahwa benda bisa berubah wujud?(misalnya air menjadi uap saat dipanaskan). Sementara pertanyaan yang bukan pertanyaan pemantik hanya mencari jawaban seperti yang ada di buku saja.

Wiggins and MCTighe dalam bukunya “The Understanding by Design” menyatakan bahwa setiap pertanyaan semacam ini hanya mencari jawaban ‘resmi’ dan benar sesuai dengan buku teks. Pertanyaan ini tidak membutuhkan jawaban dan penyelidikan yang mendalam. Pertanyaan seperti ini akan mempersingkat proses penyelidikan yang sebetulnya diperlukan sebagai jantung pemahaman mendalam.

Selanjutnya tahap 3 yaitu menyusun pemahaman bermakna melalui pertanyaan berikut ini: Setelah mempelajari topik ini, apa yang bisa dipahami oleh murid? Setelah memahami topik ini, muird diharapkan bisa melakukan apa? Contoh pemahaman bermakna topik perubahan wujud zat. Murid-muird dapat memahami bahwa benda bisa berubah wujud dab proses perubahan wujud ini penting digunakan untuk kehidupan sehari-hari. Menurut Wiggins dan MCTighe pemahaman bermakna merupakan kalimat yang lengkap yang mencerminkan kesimpulan dan dapat diperoleh hanya melalui proses terpadu yang mana murid dibantu untuk membuat, mengenali atau memverifikasi kesimpulan, bukan hanya dengan diajar atau disampaikan begitu saja.

Tahapan tersebut tidak harus dilakukan secara urut namun bila merasa lebih mudah menentukan pemahaman bermakna dahulu baru masuk ke pertanyaan pemantik dapat dilakukan oleh guru. Proses merumuskan pertanyaan pemantik dan pemahaman bermakna ini tidak selalu mudah. Capaian pembelajaran yang beragam dari tiap mata pelajaran. Agar lebih bisa dibayangkan mari kita simak cerita berikut ini.

Saat pelajaran matematika materi aljabar seorang murid bertanya, untuk ap akita belajar aljabar? Guru menjawab bahwa ilmu aljabar memang bukan sesuatu yang sering digunakan atau lihat secara langsung seperti berhitung atau geometri. Ilmu ini banyak digunakan oleh para insinyur. Salah satu murid mengatakan kalau ayahnya adalah insinyur. Guru akan mengundang ayah anak tersebut untuk menjelaskan ilmu aljabar pada profesinya. Sebagai seorang insinyur makai a menjelaskan kegunaan aljabar untuk membuat rumus-rumus penghitungan proyek infrastruktur. Untuk menghitung kapasitas produksi sebuah bulldozer.

Nah dari cerita tersebut maka dapat dikatakan adanya tantangan untuk mengaitkan topik pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari murid. Solusinya kita haris mencari cara lain dalam memberikan pemahaman bermakna. Dalam cerita tersebut guru mengaitkannya dengan profesi yang menggunkan topik itu dalam pekerjaannya. Jika menemukan tantangan seperti kasus tadi maka guru dapat mencari tahu di internet, berdiskusi dengan sesame teman, atau berkolaborasi dengan praktisi langsung seperti yang dilakukan guru dalam cerita di atas.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

Top markotop pokoke Bunda Puspa Lestari. Salam sehat dan sukses selalu. Terima kasih telah setia mengunjungi sriyonospd.gurusiana.id untuk SKSS dan berbagi kebaikan.

01 Aug
Balas

Keren menewen pokoknya

01 Aug
Balas

mantap keren cadas... reportase keren menewen, mencerahkan...salam literasi sehat sukses selalu bunda Puspa Lestari bersama keluarga tercinta

01 Aug
Balas



search

New Post