Rina Lisnaningsih

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Maafkanlah

Oleh Rina Lisnaningsih

Tulisan ke-522

Bismillahirrahmaanirrahiiim

....

Melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk orang lain, belum tentu diterima dengan sepenuh hati. Bisa jadi saya mungkin dianggap benalu atau pengganggu mereka. Itu fersi mereka. Berbeda dengan fersi saya.

Saya yang melihat keadaan mereka kurang terpenuhi gizinya atau yang mereka makan adalah makanan yang kurang bermanfaat untuk tubuh, membuat saya berinisiatif untuk berjualan. Menyiapkan makanan sehat untuk anak negeri setiap pagi, bukan suatu hal yang sepele. Butuh waktu dan pengorbanan. Demi anak negeri, aku relakan semuanya. Yang penting, mereka bisa makan makanan yang bergizi.

Apalagi sebelumnya, saya mendapat lampu hijau dari bapak Pengawas, tambah semangat saja saya melakukannya. Tak hiraukan lelah ini membersamai hari.

Bukan karena saya tak sibuk kurang pekerjaan. Hhhmmmm, jangan ditanya soal sibuk. Belum lagi di awal tahun ajaran baru sepert ini. Semua perangkat ajar dan bekal bisa bermain cantik bersama mereka, semua butuh waktu. Belum lagi program harian lainnya, semua butuh waktu. Untungnya juga si Cantik tak perlu menyita waktu saya, kemandiriannya membuat saya bisa melakukan semua giat, meski si Cantik berada di kelas unggulan yang pada dasarnya butuh perhatian bundanya. Alhamdulillah, terima kasih atas kemurahan-Mu ya Allaah. Atas izin-Mu lah kami tunaikan tugas kami dengan mudah.

Maafkan saya jika saya mungkin mengganggu atau mengurangi pendapatan pedagang kecil di sekitar sekolah. Seandainya makanan yang mereka tawarkan pada anak negeri adalah makanan bergizi, saya tak kan turun tangan. Saya tak sampai hati melihat makanan mereka. Mi lidi, lontong yang dibungkus plastik, makanan banyak mengandung pewarna, belum lagi buatan pabrik yang berpengawet. Saya kog gak tega dan tak rela melihatnya.

Andai saya punya banyak uang, inginnya saya gratiskan makanan buatan saya. Akhirnya hanya beberapa saja yang gratis. Dari sini, saya bisa punya tabungan surgaku kelak. Berbagi dengan anak yatim dan anak yang kurang mampu. Mengajari mereka untuk bersedekah pula. Apa masih ada yang salah dari giat saya ini?

Semoga apa tang saya lakukan ini bermanfaat untuk diri dan anak negeri. Mereka tumbuh menjadi anak negeri yang sehat dan pandai, tetap semangat dalam keterbatasan.

Salam literasi.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

Kereeen ulasannya, Bunda. Salam literasi

06 Aug
Balas

Terima kasih Bapak apresiasinya.

07 Aug

Keren menewen mbak.. Sukses selalu

07 Aug
Balas

Terima kasih Bapak apresiasinya.

11:27

Cerita yang menarik

06 Aug
Balas

Terima kasih Bunda apresiasinya.

07 Aug

Keren Bunda. Salam sehat dan semangat selalu

06 Aug
Balas

Terima kasih Bunda apresiasinya

07 Aug

Terima kasih Bunda apresiasinya

07 Aug

Terima kasih Bunda apresiasinya

07 Aug

Terima kasih Bunda apresiasinya

07 Aug

Terima kasih Bunda apresiasinya

07 Aug

Cerita yang sangat menginspirasi Bunda Rina, salam sehat dan bahagia selalu.

06 Aug
Balas

Terima kasih Bunda apresiasinya

07 Aug

Terima kasih Bunda apresiasinya

07 Aug

Terima kasih Bunda apresiasinya

07 Aug



search

New Post