Nelangsa Embun Pagi
Embun pagi menyentuh ari
mengelantung di dedaunan
ujungnya rerumputan
meresik
*
Embun...
bernelangsa rindu
akan pendaran mentari
menguap dalam elaan waktu
melebur pasrah pada cakrawala
memuaikan hangatnya raga
berlalu tiada
bersisa
*
Embun
melesap, sunyi
Dahaga dedaunan terlepas
Sekejab sirna oleh sangkala.
( Salam literasi digital )
---------------------------------------------
#Tag_17
#Tagur_207
Tantangan menulis hari Ke_299
Gurusianer menulis hari Ke_503
#Puisi Ke_248
Minggu, 16_01_2022
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan