Burhani Abu Bakar Arsyad

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Titian Muhibbah TNGP 2024
Ilustrasi gambar: MinangTourism

Titian Muhibbah TNGP 2024

Tantangan Hari ke-1759

#TantanganGurusiana-5

***

Jumat pagi, **(censored)**, menjadi hari yang menyenangkan. Walau berangkat agak sedikit terlambat dari rencana pukul 06.00 dari rumah, ternyata baru bisa bertolak pukul 07.15. Masalahnya bukan tidak bisa disiplin waktu, karena menyiapkan berbagai hal yang diperlukan untuk keperluan dalam perjalanan.

Berangkat bersama rombongan tentu saja penuh keseruan. Apalagi saat menghadapi macet di beberapa titik di Kabupaten Dalmasraya. Jika sudah demikian, maka jurus sabar menghadapi macet harus segera dipraktikkan. Ada banyak orang memberikan pendapat dan pandangan tentang sabar, maka tunggu saat yang memberikan pendapat tersebut mengalaminya langsung. Pasti terbayang sudah bagaimana rasa ikhlas dan sabarnya menghadapi macet.

Kisah serunya mulai di rasakan pada siang masuk waktu zuhur. Kita menunaikan shalat zuhur jamak taqdim ashar, masih di kawasan sungai rumbai. Lalu dilanjutkan dengan makan bersama, karena memang sudah disiapkan nasi bungkus ala rumah makan Padang. Selain seru, kekompakan sebagai sebuah tim juga kental terasa.

Berhasil melewati titik macet pertama dan kedua, belum tentu aman pada titik ketiga. Ternyata melalui grup WA TNGP2024 sudah ada nyanyian para peserta yang melewati jalur yang sama, mengabarkan bahwa mereka terjebak macet sudah hampir 2 jam di Kiliran Jao. Akhirnya, saya bersama rombongan juga ikut bergabung dalam kelompok antrian panjang. Lumayan, sekitar 4km rute jalan yang sedang di betonisasi. Untungnya, kita berada dalam komunitas sopir yang tidak terlalu nekat. Melihat iring-iringan kendaraan pribadi mengambil jalur kanan, sayapun memberanikan ikut. Eh ternyata, Bus penumpang juga nekat mengambil jalur yang sama.

Kenekatan tersebut berbuah manis bagi kendaraan pribadi. Bus nyangkut karena dari jalur berlawanan juga ada Bus penumpang dan Truk yang membawa alat berat. Akhirnya khusus jalur kendaraan pribadi yang berada di jalur kanan mendapat berkah. Rombongan kita diselematkan oleh lara petugas. Saat jalur kita sudah boleh masuk, kendaraan pribadi diatur untuk kembali ke posisi antrian sebelah kiri, akhirnya kendaraan kita berada pada posisi yang benar. Berarti langsung masuk jalan yang buka tutup.

Perjalan panjang ini, akhirnya ditutup dengan dipermainkan oleh si gugelmep (maaf, ini bahasa gaul dari googlemaps). Harusnya rute kita melalui jalan Solok - Danau Singkarak - Padang Panjang - Bukittinggi. Eh oleh si gugelmep diarahkan melalui rute Batusangkar - Bukittinggi. Walaupun menjadi lumayan cepat, tapi agak sedikit was-was, akhirnya jam 23an malam, saya bersama rombongan sampai di penginapan. Andaikan melalui rute biasa, sangat bisa jadi sampai ke penginapan jam 00 malam alias sudah dini hari.

Itulah berkah nyasar bersama dengan rombongan. Bersama kisah ceria dan candaan konyol yang membuat mata selalu melek. Jika tidak, maka mata lelah akan membahayakan penumpang.

Selamat Datang di Kota Bukittinggi. Kota terindah nomor satu di Indonesia. Ada banyak kerinduan yang akan terekam indah di kota ini. Insya Allah akan melahirkan karya bersama yang indah pula dari perhelatan jelajah Literasi Penulis MediaGuru. Sekali lagi selamat dan sukses berTNGP untuk semua guru penulis hebat MediaGuru. Rumah besar para penulis di negeri tercinta ini.

***

~~ Dalmasraya, 091124 ~~

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post