Djuni Posma Rouli,S.Pd., M.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Pentigraf 10 (Handphone Baru)
koleksi Djuni Posma Rouli

Pentigraf 10 (Handphone Baru)

Pagi yang cerah di kota yang indah ini. Hari ini Rita dikejutkan dengan datangnya jasa pengiriman barang. Kiriman berupa handphone dari keponakan. Harga handphone ini murah tidak lebih dari Rp.2 juta. Bukan harganya. Tetapi rasa sayang kepada tantenya. Rita akan mengunakan handphone mendokumentasikan kegiatan sehari-hari yang dipublikasikan pada blog menulisnya. Thumbnail jika diberikan foto nampak menarik tulisan.

Handphone baru dibuka dari segelnya. Rita kurang percaya diri memprogramkan handphone baru. Rita pergi ke reseller handphone tersebut. Customer service handphone menyambut dengan baik. Customer service memprogram handphone baru . Tanpa sengaja foto handphone baru di share di grup whatsapp keluarga. Putri melihat foto ibunya berada di reseller handphone. Rita tidak tahu kalau foto membuat putrinya marah dan bertingkah laku cuek.

Setelah dari reseller handphone tiba di rumah pukul 13.00 wib. Rita menyuruh Putri makan siang. Putri diam saja dan tidak memperdulikan pertanyaan ibunya.. Putri di kamar bermain handphone dalam kesendirian. Tiba-tiba Putri bertanya “Mama beli handphone baru ?”. Rita “Tidak Putri”. Putri “Ngapain mama di reseller handphone”. Rita “Mama beli tali handphone nak “ Rita “Makan ini putri ! sambil memberikan sepiring nasi kepada Putri”. Setelah beberapa menit Rita melihat Putri ke kamar. Ikan gembung goreng tidak di makan. Alasannya tidak ada rasa. Dalam suasana pandemi Covid-19. Kata-kata yang menyangkut tidak mempunyai rasa, demam, flu, batuk sangat sangat sensitif membuat kaget setiap orang terutama Rita. Akhirnya Rita membiarkan putrinya tidak memakan ikan terebut . Rita “Mama suap ?” Putri “Tidak mau !” Rita “Makan ini nak sedikit saja, asin ikannya!” Putri “ Tidak ada rasa”.Setelah makan siang Rita mengajak Putri ke indomaret membeli vitamin C. Putri “Belikan aku mie goreng instant ma ?” Rita “Ayo nak mau beli apa”. Sesampainya di indomaret . Putri membeli mie goreng instant, susu kotak, dan roti. Semula rencana belanja Rp.50 ribu. Ternyata habis Rp. 100 ribu. Rita langsung memberikan vitamin C 500 mg kepada Putri. Rita melihat Putri semangat dan langsung memasak mi goreng instannya. Rita merasa lega. Rasa kuatir berlebihan tidak baik. Tetapi kadang untuk menenangkan hati dan pikiran perlu pengorbanan. Hari-hari di akhir tahun Rita berdoa kepada Sang pencipta memberikan kesehatan, umur panjang , rezeki dan kesabaran dalam segala hal. Jadilah ibu yang mengerti putra-putrinya. Kesabaran seorang ibu membawa kebaikan putra-putrinya walaupun kadang kurang pas yang kita lihat. Yakinlah ibu selalu yang terbaik buat putra-putrinya.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post