ANTARA PAKET COD, SAYA, DAN KANG KURIR
Tantangan menulis hari ke-58
"Pakeeettt!!!"
"Ahsiaaaap....!"
Bergegas saya berlari memburu kurir yang sudah berteriak dengan segenap jiwa dan raga, di balik pagar hitam rumah setinggi dua meter itu.
"Erni Wardhani?" sapanya.
Suaranya sedikit bergetar. Terlihat keringatnya bercucuran di balik helm ojol khasnya.
"Iya!" teriak saya dengan ceria, karena memang paket ini sudah lumayan lama rasanya, tidak sampai-sampai ke rumah.
Kurir terlihat bingung karena saya tidak membuka pagar, lantas menyelipkan tangannya yang kurus kering ke celah-celah pagar.
"Aduh, maaf, pagarnya belum dibuka!' Saya celingukan sendiri mencari-cari kunci gembok. Biasanya kalau sudah siang, pagar tidak terkunci.
"Gak apa-apa, Téh!" ujarnya sambil mengelap keringat yang mulai mengalir deras di pelipisnya.
Paket saya terima. Tidak memakai dus, hanya memakai bubble plastic. Saya sedikit terkejut, karena sepertinya, pesanan tidak lengkap. Dengan sedikit rabaan, terasa barang yang saya pesan tidak sejumlah dengan apa yang saya pegang saat ini.
"Semuanya 361.000 ribu rupiah, ya, Bu!"
Saya terdiam dan baru sadar, kalau barang ini dibeli secara COD. Rasanya ingin sekali guling-guling di tanah dan menolak mentah-mentah untuk membayar lunas barang ini.
"Tapi se...." Saya tidak melanjutkan pembicaraan.
Setelah menyuruh kurir untuk menunggu sebentar, saya berlari ke dalam rumah untuk mengambil uang, lantas memberikan uang tersebut.
"Kembaliannya, buat sirop aja!" kata saya.
Kang Ojol menatap saya penuh haru. Matanya berkaca-kaca. Padahal saya hanya memberi uang yang tidak banyak. Dia mengucapkan terima kasih sambil menundukkan kepala. Saya pun bergegas untuk masuk.
Kembali saya raba bingkisan tersebut. Saya yakin, ada yang kurang dalam pengiriman ini. Tadi, hampir saja saya mau protes kepada Kang Ojol, selaku kurir, akan tetapi untungnya saya baru tersadar bahwa Kang Ojol hanya bertugas sebagai pengirim pesanan, bukan sebagai yang punya toko. Jadi, tidak ada alasan bagi saya untuk marah-marah kepada Kang Ojol tersebut.
Banyak sekali di luaran, yang memang belum paham tugas dan kewajiban sebagai seorang kurir. Tidak jarang saya membaca, melihat tukang kurir dimaki-maki, dibentak oleh konsumen sebuah barang hanya karena pesanannya tidak sesuai, bahkan mereka sampai tidak mau membayar. Lebih gilanya, ada yang berani sampai menganiaya. Jadi, sebelum memesan barang, pastikan terlebih dahulu, metode pemesanannya. Apakah kita sudah mengerti atau belum. Ada beberapa istilah yang perlu dipahami sebelum kita memesan barang.
COD (Cash on Delivery), artinya, kita harus membayar uang barang, berikut ongkirnya di tempat, sesuai dengan kesepakatan sebelumnya.
DFOD (Delivery Fee on Delivery), artinya, kita harus membayar ongkir saja, karena barangnya sudah kita bayar.
Antara COD dan DFOD, memang masih banyak yang tidak mengerti, atau tertukar-tukar, bahkan menyalahartikan. Tapi minimal, mereka mengerti, harus ada yang dibayar, ketika barang sampai di tangan kita.
Berkaca dari pengalaman di luaran, akhirnya sebelum paket dibuka, saya unboxing (membuka sambil direkam) paket yang saya terima. Dengan harapan, ketika terjadi kekeliruan pengiriman barang dari toko online, kita dapat mengajukan komplain. Setelah saya buka bingkisan yang saya pesan, ternyata apa yang saya khawatirkan benar-benar terjadi. Pesanan kurang satu item. Karena penasaran, saya pun mengajukan klaim kepada penjual lewat WA, dengan tidak lupa sambil mengirim video unboxing yang memperlihatkan bahwa pesanan kita kurang. Ternyata benar, pihak penjual menanggapi masalah kita dengan cepat. Dia berjanji secepatnya untuk mengirimkan kekurangan pesanan dan memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada kita.
Betul saja, seminggu setelah peristiwa tersebut, kiriman barang yang kurang, sampai juga ke tangan saya, bahkan malah ditambah dengan barang lain. Mungkin untuk menebus kesalahan. Dari situ, harus kita perhatikan hal-hal yang sekiranya penting.
1. Pastikan kita mengerti sistem yang kita pilih;
2. Tugas kurir hanyalah sebagai pengantar, dan bukan pengirim barang, jadi kalau ada yang kurang, silakan hubungi penjual;
3. Pastikan dan biasakan, kalau kita memesan barang secara COD, kita buat video saat kita membuka barang pesanan, siapa tahu pesanan kita ada yang kurang, cacat, atau rusak;
4. Bubuhkan nama, alamat, dan jangan lupa nomor hp dengan jelas, supaya barang pesanan kita cepat sampai
5. Memberi tip kepada Kang Ojol/kurir, itung-itung sedekah;
6. Silakan tambahkan sendiri.
Semoga membantu.
Penulis adalah guru SMKN 1 Cianjur
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan