HUSTANIL ABU, S.Pd.

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

JANGAN TINGGALKAN AKU KAK

Oleh.Thanil Abu

#Tagur siana ke - 25

Belum saja kering air mata dei,saat pemakaman Ibunda tercinta terdengar lagi kabar bahwa sang kakak Ojo terkena musibah tabrakan tunggal.Hatinya rapuh seakan akan bukan tanah lagi yang ia pijak.Dimana kakak cowok yang satu-satunya itu terluka parah dan tak sadarkan diri.Bergegas Dei ke puskesmas yang berjarak kurang lebih 2 kilo meter dari kampung mereka.Baru saja tiba dihalaman puskesmas Dei langsung berteriak dan menangis memanggil nama kakak kesayangannya itu. Disudut ruang IGD yang tergeletak sebuah bangsal yang mana Ojo dibaringkan,para petugas kesehatan sibuk memberikan pertolongan kepada Ojo yang belum juga sadar.Mata Dei lembab memerah menyakdikan pemandangan yang ada didepannya.

Dua hari sudah berlalu, Ojo sang kakak belum juga siuman dari sakitnya.Hati Dei bekecamuk antara marah,sedih,dan gunda gulana.Saat Dei sedang duduk melamun didekat kakaknya yang ia tunggui,tiba-tiba ia dikagetkan dengan suara seorang Dokter bersama perawat yang menangani kakaknya.Dokter itu menghampirinya,belum juga sepatah kata keluar dari mulut sang dokter,tiba-tiba dei menimpali lebih awal."dok gimana dengan kakak saya?" Bagaimana keadaannya! selamatkan kakak saya dok" ! itulahlah kalimat yang diucapkan dei kepada dokter yang merawat sang kakak.Dokter itu mengangguk lalu berkata" dek,kakak anda harus di rujuk kerumah sakit.Apa yang terjadi dengan kakak saya dok? lalu dokter itu memberikan penjelasan kepada dei.Begini dek kakak anda terjadi benturan yang sangat keras dikepalanya,membuatnya pendarahan yang sangat hebat,kebetulan dipuskesmas ini kami tidak mempunyai alat yang memadai untuk menanganinya.Dengan hati yang cemas dei berkata" iya dok "

Baru saja beberapa menit suara sirene ambulance terdengar menghampiri ruang IGD.Para petugas bergegas memasukan Ojo ke dalam mobil.Ngeng....mbrum .....suara mobil ambulance mulai berjalan pelan,sambil membunyikan sirene tanda ada pasien yang akan dirujuk.Didalam mobil ambulance Dei tak henti-hentinya meneteskan air mata.Ia berharap agar Sang kuasa memberikan muzizat kepada kakak satu-satunya itu.Belum juga sampai ketempat yang dituju,namun takdir berkehendak lain. Kakak yang satu-satunya itu telah menghembuskan nafas yang terakhir.Tanpa dikomando tangis Dei menyeruak didalam mobil sambil merengek dan mengguncang badan sang kakak,seakan tak rela melepaskan kepergiannya.Pupuslah harapan si Dei, hidup sebatang kara tanpa ada sanak saudara.Innalillahi wainnailla

#parigimoutong#

#thanilabu#

#27012021#

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post