Jumari Tito, S.Pd, M. Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Kesederhaan Paus Fransiskus dan keunikan Garda Swiss (T.428c)

Kesederhaan Paus Fransiskus dan keunikan Garda Swiss (T.428c)

Beberapa hari ini, saya mengikuti perkembangan berita meninggalnya Paus Fransiskus dalam bahasa Inggrisnya Pope Francis, beda dengan bahasa latinnya Sanctitas Sua Franciscus (artinya: Yang Mulia Fransiskus), Paus Fransiskus telah wafat pada hari Senin Paskah, 21 April 2025, pada usia 88 tahun. Beliau meninggal di kediamannya di Casa Santa Marta, Vatikan, akibat stroke yang menyebabkan koma dan kegagalan sirkulasi kardio yang tidak dapat dipulihkan .​

Upacara pemakaman Paus Fransiskus diadakan pada hari Sabtu, 26 April 2025, di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, dan dihadiri oleh sekitar 250.000 pelayat, termasuk para pemimpin dunia dan bangsawan. Misa pemakaman dipimpin oleh Kardinal Giovanni Battista Re. Setelah upacara, peti jenazah beliau dibawa melalui jalan-jalan Roma menggunakan popemobile sebelum dimakamkan secara pribadi di Basilika Santa Maria Maggiore.

Ada hal yang menarik tentang pemakamannya yaitu Pilihan Paus Fransiskus untuk dimakamkan di Basilika Santa Maria Maggiore, bukan di bawah Basilika Santo Petrus seperti tradisi sebelumnya, mencerminkan kesederhanaan dan kedekatannya dengan umat. Makam beliau yang sederhana hanya bertuliskan "Franciscus" dan dihiasi dengan salib pektoral serta satu mawar putih.

Sebagai seorang Muslim, saya tetap merasa kagum terhadap sosok Paus Fransiskus. Beliau dikenal memiliki kepribadian yang sederhana dan rendah hati, jauh dari kemewahan yang sering dikaitkan dengan pemimpin dunia. Dalam setiap penampilannya, Paus Fransiskus selalu membawa pesan perdamaian, kesederhanaan, dan kasih sayang lintas agama. Beliau memilih untuk tinggal di rumah tamu sederhana, bukan di Istana Apostolik yang megah, dan lebih suka menggunakan kendaraan biasa daripada mobil-mobil mewah. Sikap ini membuatnya dicintai, tidak hanya oleh umat Katolik, tetapi juga dihormati oleh banyak orang dari berbagai latar belakang agama.

Salah satu keunikan lain dari Vatikan yang selalu menarik perhatian saya adalah keberadaan Pasukan Garda Swiss. Mereka adalah pengawal pribadi Paus yang mengenakan seragam warna merah, kuning, dan biru cerah, dengan desain unik yang terinspirasi dari mode Renaisans. Garda Swiss sudah melayani Paus sejak abad ke-16, tepatnya pada tahun 1506, ketika Paus Julius II memanggil tentara Swiss yang terkenal akan kesetiaan dan keberaniannya. Hingga kini, Garda Swiss tetap menjadi simbol tradisi, keberanian, dan perlindungan terhadap pemimpin Gereja Katolik.

Sikap sederhana Paus Fransiskus, kemegahan pemakamannya, dan tradisi Vatikan yang unik, semua itu mengajarkan kepada saya bahwa nilai-nilai kebaikan dan penghormatan bisa menginspirasi siapa pun, tanpa memandang agama.

========================================================

Garahan, 27 April 2025 / Ahad, 28 Syawal 1446 H, 22.39 WIB

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post