Jumari Tito, S.Pd, M. Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Selendang merah sang nenek (T.442)

Selendang merah sang nenek (T.442)

Bab 1 – Bayangan di Balik Jendela

Angin sore menyapu dedaunan pinus yang coklat di halaman. Di dalam rumah kayu tua di pinggir desa, Zahira duduk di tepi jendela, menatap langit yang mulai berubah warna. Matanya mengikuti bayangan pepohonan yang bergoyang perlahan. Hatinya pun ikut bergoyang bukan karena angin, tapi karena rindu. Rindu akan sesuatu yang belum ia mengerti.

"Zahira, jangan lupa tutup jendelanya kalau sudah gelap," suara lembut nenek terdengar dari dapur.

"Iya, Nek," jawab Zahira, namun matanya belum berpaling.

Sudah dua minggu sejak Zahira pindah ke rumah nenek. Ayah dan ibunya harus bekerja di luar kota untuk waktu yang cukup lama. Zahira belum sepenuhnya terbiasa. Rumah nenek jauh dari hiruk-pikuk kota. Tak ada suara mobil, tak ada toko mainan, hanya suara jangkrik dan tiupan angin yang terus membisik.

Di antara sepi itu, ada satu hal yang membuat Zahira penasaran. Setiap menjelang magrib, ia selalu melihat bayangan bergerak di halaman belakang rumah nenek. Bayangan itu seperti menari. Gerakannya lemah gemulai, berputar, lalu melambai seperti daun jatuh.

Pertama kali melihatnya, Zahira mengira itu hanya ilusi cahaya senja. Tapi setiap sore, bayangan itu muncul lagi dan lagi. Selalu di waktu yang sama. Selalu di tempat yang sama.

"Nek…" tanya Zahira hati-hati saat makan malam,

"Apakah di halaman belakang rumah ini pernah ada panggung?"

Nenek terdiam sejenak. Sendok di tangan tuanya berhenti bergerak.

"Kenapa kau bertanya begitu, Zahira?"

"Aku… aku melihat bayangan seseorang. Seperti sedang menari…"

Nenek menghela napas, lalu tersenyum kecil.

"Kau punya mata yang jeli, Nak. Itu bukan bayangan biasa. Itu… jejak kenangan."

"Jejak kenangan?" Zahira mengernyit bingung.

Nenek meletakkan sendok dan menatap cucunya dengan mata berkaca-kaca.

"Dulu, nenek adalah penari. Penari di desa ini. Orang-orang datang dari jauh hanya untuk melihat tarian nenek di atas panggung bambu di halaman itu."

Zahira terperangah.

"Nenek penari? Kenapa baru sekarang Zahira tahu?"

"Nenek sudah lama berhenti menari, sejak kaki ini tak kuat lagi berputar. Tapi setiap sore, kenangan itu datang kembali. Seolah tubuh ini masih ingat bagaimana melangkah, bagaimana berputar, meski sudah tak bisa dilakukan."

Zahira terdiam. Ia membayangkan neneknya yang dulu menari dengan anggun di bawah cahaya rembulan, diiringi gamelan bambu dan sorak-sorai warga desa.

"Dan selendang merah itu, Zahira," lanjut nenek pelan,

"masih tersimpan di lemari tua di kamar nenek. Selendang itu saksi semua langkah kaki nenek di atas panggung. Mungkin suatu hari nanti, ia akan menemukan penari barunya…"

Zahira memandang wajah nenek yang tampak lelah namun damai. Dalam hatinya muncul getaran halus campuran rasa kagum dan penasaran. Mungkinkah bayangan yang ia lihat adalah kenangan sang nenek yang tertinggal di halaman itu? Ataukah… sesuatu yang lebih dari itu?

Malam itu, Zahira tidak langsung tidur. Ia berdiri kembali di jendela, menatap ke luar. Bulan menggantung setengah bundar di langit. Angin berhembus pelan, dan lagi-lagi… bayangan itu muncul.

Namun kali ini, Zahira tidak takut. Ia tersenyum kecil dan membayangkan dirinya sendiri, mengenakan selendang merah, melangkah ringan mengikuti gerakan itu.

Dan entah kenapa, kakinya ikut bergerak perlahan, ragu-ragu, tapi penuh semangat.

=================================================================

Garahan, 11 Mei 2025 / Ahad, 13 Dzulqo'dah 1446 H, 08.51 WIB

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post