Mulya

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Takdir Kehidupan
fimela.com

Takdir Kehidupan

Aku yakin jika apa yang aku lakukan baik, maka Allah SWT akan bersamaku. Namaku Lilis, anak bungsu dari 5 bersaudara. Keempat kakakku semuanya sudah berumah tangga. Tinggal aku seorang diri dengan ayahku yang sudah menua. Tubuhnya semakin keriput dijemput usia. Aku duduk di kelas XII yang sudah harus mempertimbangkan apa yang akan aku lakukan selepas lulus sekolah. Inginnya ayahku, aku kuliah meraih gelar sarjana dibandingkan keempat kakakku yang kesemuanya hanya lulusan SMA kemudian bekerja dan menikah.

Aku utarakan keinginanku kepada ayah, ayah pun mengamini. Saat keempat kakakku dikumpulkan untuk musyawarah meminta bantuan biaya kuliahku, mereka menolaknya. Alasannya mereka saja hanya SMA mengapa aku sebagai anak bungsu harus menjadi sarjana. Ayah tidak bisa memaksa mau bagaimana lagi. Di sekolah, aku akhrnya mengadu pada guru bimbingan konseling ibu Riska untuk mendapatkan solusinya. Guru BP memintaku membuktikan bisa lulus perguruan tinggi negeri tanpa tes, setelah itu akan dicarikan solusi, berharap kakak-kakakku berubah pikiran saat bisa diterima di kampus negeri. Saat pengumuman itu tiba, benar saja aku lulus. Tapi aku bingung, tidak mungkin aku bisa kuliah karena tidak ada biaya. Ibu Riska pun akhirnya menyampaikan kepada guru-guru yang bersedia urunan biaya atau bahkan menjadi orang tua asuh bagiku. Banyak guru yang bersimpati karena aku selalu menjadi juara umum setiap tahunnya. Guru-guruku yakin beasiswa bidik misi bisa ku dapatkan.

Singkat cerita semua proses pendaftaran selesai dilaksanakan. Sudah menjadi kelajiman pada awal masuk kuliah diadakan kegiatan masa orientasi kampus. Beasiswa bidik misi pun akhirnya ku dapatkan. Bantuan uang dari guru-guruku sangat membantuku selama proses awal kuliahku. Kegiatan pengenalan kampus aku jalani dengan sebaik-baiknya. Begitu juga aku, juga mengikutinya. Acara tersebut dilakukan selama 3 hari. Pada hari terakhir aku terlambat bangun sehingga terlambat berangkat ke kampus. Aku agak sedikit berlari. Ketika menyebrang jalan, aku terburu-buru. Brak, semuanya gelap. Aku lihat tubuhku terbujur kaku ditangisi orang-orang yang mencintaiku.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post