Antrian Panjang
Berkunjung ke rumah Paklik di Pakem, Yogyakarta, kami diajak untuk makan siang di warung Kopi Klothok yang sedang viral. Katanya makanannya enak dengan harga yang terjangkau. Menu yang disajikan adalah masakan rumahan alias makanan ndeso seperti sayur lodeh, mangut lele, telor dadar krispi, pisang goreng, tempe bacem, dan banyak lagi menu nan nikmat lainnya.
Bersepuluh, kami meluncur ke Kopi Klothok. Dari rumah Paklik tak sampai 10 menit ke lokasi. Begitu memasuki jalan kecil menuju warung itu, kami sudah disuguhi antrian kendaraan yang juga ingin ke sana. Tidak hanya roda dua dan empat, beberapa bus pun tampak ikut dalam antrian.
Kami cukup kesulitan mencari tempat untuk parkir. Dengan tengok sana sini, kami berusaha mencari tempat yang lowong. Memasuki gerbang, kami terkejut dengan antrian panjang para pengunjung yang ingin mengambil makanan yang disajikan dengan cara prasmanan. Pengunjung mengular hingga puluhan meter.
Melihat pemandangan itu, kami mengurungkan niat untuk turun. Rasanya malas melihat antrian tersebut. Kami pun memutuskan untuk keluar kembali dan mencari tempat makan yang tidak terlalu padat. Perut kami sudah keroncongan minta segera diisi. Akhirnya kami menuju rumah makan Muara Kapuas yang tidak terlalu jauh dari warung Kopi Klothok. Makan siang bersama pun terlaksana dengan menu ikan dan ayam yang dibakar maupun digoreng.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
