Nurbaiti

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Cahaya Dalam Lantunan Ayat

Ramadhan kembali hadir dengan segala keberkahannya. Seperti tahun lalu, Desy kembali berusaha menghidupkan malam-malamnya dengan tadarus Al-Qur'an. Namun, ada satu kebiasaan yang membuatnya sedikit tertinggal dari targetnya: ia selalu tertarik memahami arti setiap ayat yang dibacanya. Setiap kali menemukan ayat yang menyentuh hatinya, ia berhenti sejenak, membaca terjemahannya, lalu merenung dalam-dalam.

"Ya Allah, begitu indah dan dalam makna ayat ini…" gumamnya pelan, matanya menelusuri baris demi baris tafsir yang ada di sampingnya.

Namun, kebiasaan itu membuatnya sadar bahwa ia mungkin tidak akan mencapai target dua kali khatam selama Ramadhan. Sekilas, ada rasa ragu di hatinya. Apakah aku harus mengurangi pemahamanku demi mengejar jumlah bacaan? Tapi batinnya berbisik, membaca Al-Qur'an bukan hanya soal jumlah, melainkan juga tentang memahami dan mengamalkan isinya.

Di siang hari, Desy ikut serta dalam tadarus bersama ibu-ibu di masjid. Suaranya tetap lembut saat ia membetulkan bacaan yang kurang tepat, tanpa sedikit pun terkesan menggurui. Ia tahu, para ibu-ibu itu jauh lebih senior darinya dalam hal pengalaman hidup dan ibadah.

"Bu, mungkin lebih enak kalau ‘أَنعَمتَ’ dibaca lebih jelas huruf ‘ع’-nya, biar makhrajnya lebih pas,” ucapnya dengan hati-hati, disertai senyum tulus.

Ibu-ibu itu menerimanya dengan lapang, bahkan ada yang tersenyum kagum. "MasyaAllah, Desy, kamu teliti sekali. Terima kasih sudah membetulkan bacaan kami."

Meskipun begitu, Desy merasa ilmunya masih sangat terbatas. Ia ingin lebih fasih, lebih paham, lebih sempurna dalam membaca dan mengajarkan Al-Qur'an. Maka, di sela-sela kesibukannya, ia menyempatkan diri menonton video tahsin dari ulama ahli seperti Syekh Rasyid dan Syekh Ahmad. Setiap malam sebelum tidur, ia berlatih sendiri, menirukan pelafalan mereka dengan cermat.

Namun, kebahagiaan terbesar bagi Desy adalah saat ia bisa membagikan ilmu yang diperolehnya kepada orang lain. Entah itu kepada teman-temannya, adik-adik kecil di masjid, atau siapa pun yang ingin belajar. Baginya, ilmu akan semakin berkah jika dibagikan.

"Kak Desy, ajarin aku baca Al-Fatihah yang benar, dong," pinta seorang anak kecil di masjid.

Senyum Desy mengembang. Ia merangkul si kecil dengan lembut dan mulai membimbingnya membaca dengan tartil. Suaranya penuh kesabaran, hatinya penuh rasa syukur.

Mungkin ia tak bisa mencapai target dua kali khatam tahun ini. Tapi ia yakin, memahami Al-Qur'an, membacanya dengan benar, dan mengajarkannya kepada orang lain adalah bagian dari ibadah yang lebih bermakna. Karena cahaya Al-Qur'an bukan hanya dalam jumlah halaman yang terbaca, tapi dalam hati yang memahami dan mengamalkannya.

Kamis, 6 Ramadhan 1446 H

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post