Naraya
Sebuah ritual kecil telah dipersiapkan lengkap dengan semua kemungkinan yang melenceng. Naraya dan Pak Sarwo telah berbagi peranan dan posisi keduanya dalam pertempuran kali ini. Sementara penjaga hutan larangan mempersiapkan semua ritual yang menurut dirinya membantu mereka menghadapi makhluk-makhluk yang berbahaya dan tindakan mereka saat didesak oleh makhluk-makhluk tersebut. Naraya bergerak maju langsung ke ruangan dimana mereka beberepa waktu yang lalu sempat hampir mati.
Sementara Pak Sarwo menjaga Naraya dibagian belakang, dan penjaga hutan larangan masih menebar bunga dan menyiramkan air yang sudah dia manterai. Bagi bapak penjaga hutan larangan kondisi fisiknya tidak akan mampu berhadapan langsung dengan dua makhluk yang berwujud perempuan. Maka dengan lebih baik bagi dirinya untuk bertahan di bagian tengah gua dan melakukan segala aktivitas yang menurut dirinya akan membantu Naraya dan Pak Sarwo untuk bertarung.
Naraya mempersiapkan senjata pusakanya dan kekuatan fisiknya sendiri, dan hatinya harus menolak takut sebab ketakutan hanya akan mengecewakan dirinya. Dan sesuai yang mereka perkirakan sebelumnya di dalam ruangan tersebut, dalam kelamnya malam Naraya melihat makhluk yang berwujud wanita berdiri menghadap ke dinding gua. Naraya yang penasaran mencoba melihat apa yang dilakukan oleh makhluk itu karena kelihatan begitu asyik sehingga tak menghiraukan kedatangannya.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
