Seribu aksara yang tak terucap
Sejak pertama beradu pandang dengan engkau
Di sebuah taman bunga yang tak luas
Rasa itu semakin menyesap kedalam kalbuku
Sekian lama kian menjerat tanpa pernah membias
_
Tak terasa waktu terus berjalan
Cinta yang tumbuh semakin bersemi
Bagai putik-putik bunga yang bermekaran
Disaat musim bunga telah menanti
_
Kupandang dedaunan yang menari-nari diterpa pawana
Seolah bercerita tentang cinta yang terus tumbuh
Namun lidah ini kelu untuk mengucap kata cinta
Bak terkurung dalam bejana jiwa tak berkeluh
_
Seribu aksara tak mampu untuk mengungkap cintaku
Beribu janji tak pernah terucap untuk mengikat hati ini
Semua hanya berkecamuk dalam diriku
Tanpa enggan untuk keluar lagi
***
# Menulis hari ke-138 #
Natuna, 19 April 2021
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
