Purcahyono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Seribu aksara yang tak terucap

Seribu aksara yang tak terucap

Sejak pertama beradu pandang dengan engkau

Di sebuah taman bunga yang tak luas

Rasa itu semakin menyesap kedalam kalbuku

Sekian lama kian menjerat tanpa pernah membias

_

Tak terasa waktu terus berjalan

Cinta yang tumbuh semakin bersemi

Bagai putik-putik bunga yang bermekaran

Disaat musim bunga telah menanti

_

Kupandang dedaunan yang menari-nari diterpa pawana

Seolah bercerita tentang cinta yang terus tumbuh

Namun lidah ini kelu untuk mengucap kata cinta

Bak terkurung dalam bejana jiwa tak berkeluh

_

Seribu aksara tak mampu untuk mengungkap cintaku

Beribu janji tak pernah terucap untuk mengikat hati ini

Semua hanya berkecamuk dalam diriku

Tanpa enggan untuk keluar lagi

***

# Menulis hari ke-138 #

Natuna, 19 April 2021

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post