Awan kepada hujan
Kayu kepada api pada sebuah cinta
Ia dapat membakar semua benih-benih rasa
Hingga lumat tiada lagi tersisa
Maka jagalah api itu, agar tidak menghanguskan yang telah ada
_
Awan kepada hujan pada sebuah rindu
Ia bisa menyeret semua kenangan
Sampai lenyap tak lagi tersimpan
Karenanya simpanlah rindu itu kedalam bilik kalbu
_
Musim kemarau yang telah tiba
Membuat tanah kering retak-retak membongkah
Namun tidak pada cinta di bilik hati
Ia senantiasa tumbuh subur dalam keindahan
_
Musim hujan yang segera bertandang
Menjadikan semua terseret oleh ricik hujan yang tumpah
Tetapi tidak pada rindu di kalbu
Ia selalu tersimpan tak tersentuh
**
# Tagur hari ke-166 #
Gambar diambil dari :
**(censored)**;oq=foto+awan+menggumpal&aqs=chrome..69i57j0i333.18327j0j7&client=ms-android-advandigital&sourceid=chrome-mobile&ie=UTF-8#imgrc=MnmIKhGxrqAEQM
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
