Purcahyono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Awan kepada hujan

Awan kepada hujan

Kayu kepada api pada sebuah cinta

Ia dapat membakar semua benih-benih rasa

Hingga lumat tiada lagi tersisa

Maka jagalah api itu, agar tidak menghanguskan yang telah ada

_

Awan kepada hujan pada sebuah rindu

Ia bisa menyeret semua kenangan

Sampai lenyap tak lagi tersimpan

Karenanya simpanlah rindu itu kedalam bilik kalbu

_

Musim kemarau yang telah tiba

Membuat tanah kering retak-retak membongkah

Namun tidak pada cinta di bilik hati

Ia senantiasa tumbuh subur dalam keindahan

_

Musim hujan yang segera bertandang

Menjadikan semua terseret oleh ricik hujan yang tumpah

Tetapi tidak pada rindu di kalbu

Ia selalu tersimpan tak tersentuh

**

# Tagur hari ke-166 #

Gambar diambil dari :

**(censored)**;oq=foto+awan+menggumpal&aqs=chrome..69i57j0i333.18327j0j7&client=ms-android-advandigital&sourceid=chrome-mobile&ie=UTF-8#imgrc=MnmIKhGxrqAEQM

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post