Purcahyono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Di langit yang abadi

Di langit yang abadi

Seekor burung baru saja tiba di rumahnya

Setelah beberapa saat ia memintasi buana

Kembali ia mengerami telur-telurnya

Yang kelak akan mewarisi nasabnya

_

Sebagaimana aku mengerami butir-butir puisi

Di tempat paling nyaman dalam bilik hati

Puisiku adalah telur-telur burung itu

Mungkin bakal menetas menjadi burung-burung perkasa

_

Yang kelak akan terbang, melintasi luasnya cakrawala

Mungkin juga mati, akibat luka yang mendera

Jika sebutir telur burung menetas di hatimu

Maka, ia merupakan jelmaan dari puisimu

_

Benar, mungkin suatu hari nanti

Burung itu tak pernah kembali ke sarang

Sebab ia tak bisa lagi bertelur , ia hanya bisa terbang

Hingga ia berjumpa dengan langit yang abadi

**

# Tagur hari ke-156 #

Gambar diambil dari :

**(censored)**;safe=strict&client=ms-android-advandigital&ei=O6uVYNGUNZDbrQG__K7AAw&oq=foto+burung+di+sarang

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post