Mencari Sebatang Jejak
Ku telusuri jejakmu pada tubuh malam
Namun, tiada pernah ku temukan
Aku hanya mendengar senandung burung malam
Yang menembangkan tentang kesunyian
_
Ku bertanya tentangmu pada sang Rembulan
Akan tetapi, tak juga ku mendapatinya
Ia hanya mengirim cahayanya yang penuh keteduhan
Seolah ia tahu akan risau yang mendera
_
Dan ku sapa sebutir embun yang bening
Sekaligus bertanya perihalmu, barangkali embun itu mengetahui
Lagi, tiada jawaban yang aku cari
Seakan embun itu menyimpan rahasia diri
_
Kini, aku biarkan semua berlalu begitu saja
Seiring sang malam yang semakin menua
Ku berharap agar sang Matahari segera mengemuka
Mungkin saja engkau ada bersamanya
***
# Tagur hari ke-199 #
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
