Purcahyono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Riuh Yang Hilang

Riuh Yang Hilang

Kutelusuri jalan setapak yang dulu riuh

Kini tak lagi kudapati keriuhan itu, seperti ia telah menjauh

Aku hanya menemukan kerikil-kerikil batu yang membisu

Seakan enggan bicara, sebab menyimpan kisah pilu

_

Kususuri jalan setapak yang dulu riuh

Oleh senandung burung-burung

Karena mendapati ulat yang terlena

Tetapi, kini tiada kudengar lagi kicauan itu, seakan tiada lagi ulat didapati

_

Kulalui jalan setapak yang dulu riuh

Oleh bunga-bunga yang mekar merekah

Namun, kini tak lagi kulihat keindahan yang melenakan mata

Seolah, pohon-pohon itu tak pernah mau lagi melahirkan putik-putik bunga

_

Kutetap melangkah menuju persinggahan hati

Tak perlu risau oleh keriuhan yang sudah pergi

Karena angin senantiasa mengabari

Perihal yang tak pernah kuketahui

***

# Tagur hari ke-210 #

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post