Amsyar Asyfaq

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Indonesia Mini Ada Di Jakarta

Indonesia Mini Ada Di Jakarta

Indonesia Mini Ada Di Jakarta

“Kota baru gunungnya bamega...” Lagu berjudul Paris Barantai berasal dari Kalimantan Selatan digabungkan dengan lagu daerah lainya menjadi viral dimedia sosial mengiringi perayaan HUT RI ke-77 bertema wonderful Indonesia. Lagu inipun secara tak sadar sering kunyanyikan bila berada dikendaraan terutama perjalanan antar jemput sekolah. Setelah dijelaskan orangtuaku, teryata lagu ini menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan keberagaman budaya yang ada di Indonesia. Dibenakku teringat kenangan empat tahun yang lalu ketika mengelilingi Taman Mini Indonesia Indah.

Liburan sambil belajar begitu kata orangtuaku, benar adanya seingat ku yang masih duduk di TK kala itu sibuk berlari ke sana kemari setiap kali memasuki halaman luas yang terbagi atas enam pulau besar yaitu Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Bali dan Nusa Tenggara, Maluku dan Papua. Disetiap pulau terdapat anjungan berupa rumah adat yang diisi dengan budaya tradisional. Hampir semua miniatur yang melengkapi setiap anjungan dapat aku sentuh dan mainkan secara langsung. Di anjungan pulau Sumatra aku menyaksikan aktivitas masyarakat pesisir pantai sebagai nelayan dengan perahu dan alat tangap ikan yang digunakan nelayan kelaut. Dari anjungan Pulau Jawa aku belajar budaya seni tarian serta alat musik pagelaran yang lengkap tertata rapi dan akupun mencoba mainkannya. Beralih ke anjungan pulau Kalimantan aku melihat kehidupan masyarakat petani dan mencari hewan buruan untuk pangan dengan cara berburu. Sangat berkesan ketika aku mencoba memainkan beberapa tombak panjang dan tajam yang bisanya digunakan untuk berburu. Menariknya lagi dianjungan pulau Sulawesi aku bisa mempraktekkan bagimana penduduk setempat mengunakan perkakas dapur yang biasa digunakan sehari-hari untuk memasak mengunakan kayu bakar dan wadah gerabah tanah liat. Masih banyak lagi keunikan yang ditampilkan disetiap anjungannya sehingga pengunjung dapat menambah pengetahuan seakan telah mengelilingi Negara Indonesia disatu kawasan tanpa harus terbang jauh berkunjung langsung ke pulau aslinya berada.

Berada di tengah bangunan anjungan-anjungan itu ada danau yang di atasnya mengapung pulau-pulau buatan menggambarkan miniatur kepulauan Indonesia. Di samping itu, ada pula kereta gantung serta Teater IMAX Keong Mas dan Teater Tanah Airku. Kenangan yang tak bisa terlupakan ketika aku bersama kedua orangtuaku naik kereta gantung, dimana untuk membahagiakan aku dan bunda, ayah yang takut ketinggian rela ikut naik. Saat berada diatas ketinggian aku dan bunda sangat menikmati pemandangan selama jalannya kereta gantung. Namun beda dengan ayah yang terlihat takut ketika kereta bergoyang karena tertiup angin sambil berkata “Jangan gerak-gerak nanti kita jatuh.” aku dan bunda sontak tertawa sambil mengoda ayah.

Untuk menjawab rasa ingin tahu dan berbagai pertanyaan seputar kehidupan sosial masyarakat, budaya, peradaban, serta teknologi. Terdapat 19 museum yaitu Museum Indonesia, Museum Transportasi, Museum Minyak dan Gas Bumi, Museum Penerangan, Museum Perangko, Museum Peragaan IPTEK, Museum Listri dan Energi Baru, Museum Olahraga, Museum Purna Bhakti Pertiwi. Selanjutnya, Museum Keprajuritan Indonesia, Museum Pusaka, Museum Telekomunikasi, Museum Bayt Al-Quran dan Museum Istiqlal, Museum Asmat, Museum Timor Timur, Museum Hakka Indonesia, Museum Sernagga dan Taman Kupu-Kupu, dan Museum Fauna Indonesia Komodo dan Taman Reptil.

Ada pula taman rekreasi yang dikategorikan sebagai taman monumental, taman flora, taman fauna, dan taman hiburan. Taman monumental di antaranya adalah Taman Prasasti APEC dan Monumen Persahabatan Negara Non Blok. Taman Flora terdiri dari Taman Apotek Hidup, Taman Melati, serta Taman Legenda Keong Emas. Taman Fauna di antaranya Taman Bekisar, Taman Burung, Taman Reptilia, Taman Kupu, dan Dunia Air Tawar. Sedangkan, Taman Hiburan dan Sarana Rekreasi antara lain Snowbay Water Park, Istana Anak Anak Indonesia, dan Among Putro "Jagat Antariksa" SkyWorld. Di TMII juga terdapat rumah ibadah agama-agama yang diakui di Indonesia, yakni Masjid, Gereja, Kuil, Vihara, dan Klenteng.

Suatu hal yang sangat membahagiakan bisa berkunjung ke TMII, selain bisa menikmati liburan juga dapat banyak pengetahuan mengenai keanekaragaman budaya di Indonesia. Nyok ajak orangtua dan keluarga berlibur ke Jakarta.

Biodata Penulis

Perkenalkan namaku Amsyar Asyfaq, aku dilahirkan di Palembang pada tanggal 22 April 2012. Saat ini aku bersekolah di SD STKIP Muhammadiyah Bangka Belitung. Alamat emailku [email protected] No Wa 0852-1145-9995

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar




search

New Post