Dra. Deswita, M.M.Pd

Guru PPKn di MAN 1 KOTA PADANG, SUMATERA BARAT...

Selengkapnya
Navigasi Web
JADIKANLAH MEMBACA UNTUK KEBUTUHAN HIDUP

JADIKANLAH MEMBACA UNTUK KEBUTUHAN HIDUP

Dalam alqur’an surat Al Alaq ayat 1 yang berbunyi Iqro’ artinya bacalah, mengertilah, pahamilah, cerdaslah, berfikir majulah dan bervisilah. Hal ini terbukti bahwa nabi kita Muhammad SAW, menerima wahyu pertama adalah surat Al Alaq ini. Beliau mampu membangun umat Islam, umat yang diharapkan oleh Allah SWT.

Dari ayat tersebut di atas, sangat jelas sekali, bahwa kita dianjurkan untuk membaca dan senantiasa membaca. Pada akhirnya bagi orang yang suka dan hobi membaca, maka membaca itu merupakan suatu kebutuhan dalam hidupnya..

Membaca dapat membuat seseorang bisa merubah kehidupannya.dari tidak bisa menjadi bisa, dari bodoh menjadi pintar. Dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak mengerti menjadi lebih mengerti. Tidak hanya sebatas itu, tapi dengan membaca akan bisa mengubah hidup seseorang dalam kesehariannya.

Orang yang rajin membaca cara berfikir dan wawasannya akan berbeda jauh dengan orang yang tidak suka membaca. Orang yang suka dan rajin membaca, pendidikan dan pengetahuannya akan dapat menentukan cara bertindak yang berbeda di lingkungan manapun ia berada. Karena, dengan membaca, memang akan merubah pola pikir seseorang dalam kehidupannya.

Pengetahuan dan wawasan orang yang suka membaca, akan jauh lebih tinggi serta eksistensi dirinya akan berbeda serta akan lebih diperhitungan. Dalam bertindak juga akan lebih hati-hati, apalagi dalam mengambil sebuah kesimpulan dan keputusan. Orang yang membaca, ide-ide dan inspirasinya akan lebih banyak dan lebih cemerlang serta lebih diperhatikan.

Di negara maju, membaca itu bukan lagi suatu kewajiban akan tetapi merupakan sebuah kebutuhan bagi mereka. Sehingga dari hasil survey, angka minat baca dan kebutuhan akan surat kabar serta buku bacaan bagi suatu keluarga, 1;3. Artinya, untuk satu orang di satu keluarga membutuhkan 3 buah bahan bacaan dalam sehari. Jadi, angka kebutuhan untuk bahan bacaan sangat tinggi sekali. Jika dibandingkan dengan negara kita, akan tampak sekali kurang dan rendahnya minat baca masyarakat negara kita.

Seandainya membaca itu sudah dijadikan sebuah kebutuhan dalam hidup seseorang, apalagi dalam sebuah keluarga, pasti orang-orang tersebut akan berbeda dalam mempergunakan waktu dalam kehidupannya sehari-hari. Pasti tiada hari tanpa membaca dan akan membawa bahan bacaan kemana-mana. Karena kebutuhan akan bahan bacaan tidak bisa terlepas dari dirinya, sekalipun itu melalui teknologi canggih seperti handphone.

Untuk mengejar ketertinggalan negara kita dengan negara maju dari segi minat baca, maka digalakkanlah Gerakan Literasi  Sekolah atau GLS, Gerakan Literasi Keluarga dan Gerakan Literasi Masyarakat yang merupakan bagian dari Gerakan Literasi Nasional di Indonesia yang sudah dimulai sejak tahun 2015 yang lalu. Sehingga perkembangan literasi membaca dan menulis sudah meningkat secara signifikan sampai saat ini.

Literasi membaca dan menulis di tanah air sudah berkembang cepat dan drastis. Semenjak MediaGuru ambil andil dan turun tangan membimbing  para guru dan siswa untuk menulis serta peserta dari lembaga lainnya termasuk masyarakat umum, maka perkembangan literasi menulis dan membaca sudah berkembang pesat. Kita tidak bisa pungkiri, bahwa membacapun dituntut untuk meningkatkan hasil karya tulis para pendidik dan peserta didik agar lebih berkwalitas dan renyah untuk dibaca.

Jadi, jika kita ingin menjadi pendidik yang berkwalitas dan profesional, maka jadikanlah membaca itu sebagai tuntutan hingga menjadi kebiasaan dan sebuah kebutuhan sehari-hari dalam kehidupan. Oleh sebab itu, marilah kita mulai dari diri kita sendiri untuk membiasakan membaca setiap hari, sehingga membaca menjadi sebuah kebutuhan dalam hidup kita.

Tiada hari tanpa membaca dan tiada waktu yang sia-sia. Mari manfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk membaca dimanapun kita berada. Mari kita jadikan membaca sebagai kebutuhan diri dimanapun kita berada. Mari kita tingkatkan pengetahuan kita dengan membaca, agar kita lebih berharga dan eksistensi kita tidak tenggelam begitu saja.

 Mottoku “Aku rela mengorbankan waktu kapan saja untuk membaca, semoga diriku akan lebih bermakna dan berharga”.

 

 

Sijunjung, 20 April 2023

 

  Profil Penulis :

Dra. Hj. Deswita, M.M.Pd lahir di Sawah Lunto/Sijunjung, 11 Desember 1966. Pengarang bertugas sebagai guru PPKn di MAN 1 Sijunjung Sumatera Barat, sejak tanggal 1Juni 2022 sampai sekarang. Sebelumnya mengajar di MAN 1 Kota Padang, dari 1Juni 2019 sampai 30 Mei 2022. Sebelum bertugas di MAN 1 Kota Padang, pengarang mengajar di SMAN 4 Sijunjung Sumatera Barat, dari tahun 1997–2019. Pernah juga mengajar di SMA 3 Sijunjung dan SMP 10 Sijunjung Sumatera Barat. Mulai aktif menulis bulan Juli 2020 sampai sekarang. Pengarang dapat dihubungi melalui e-mail  [email protected] dan WA 081363163366.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar




search

New Post