Eko Adri Wahyudiono

Saya hanyalah seorang guru biasa. Jika bukan pengajar pastilah pendidik dalam tugasnya. Bisa jadi adalah keduanya. Namun, jika bukan keduanyapun, saya pastilah ...

Selengkapnya
Navigasi Web
Interview Dengan Kamilia Fadila Subekti dari Hiroshima

Interview Dengan Kamilia Fadila Subekti dari Hiroshima

Saat ini berkesempatan untuk mewawancarai Kamilia Fadila Subekti, siswi SMAN 1 Magetan yang mengikuti program Hiroshima Junior international Forum yang diselenggarakan oleh Pemerintah Hiroshima di Jepang sebagai bentuk edukasi keberlanjutan tentang bahayanya penggunaan senjata nuklir, jadi Kamilia bisakah menceritakan awal mula registrasi, test nya, apa yang diperlukan, kriterianya dan yang lain-lain.

Kisah Kamilia tersebut akan ditampilkan dalam bentuk wawancara agar mudah dipahami dan semoga ada yang mengikuti jejaknya di masa mendatang.

Kamilia Fadila Subekti (KFS): ”Baik terimakasih atas kesempatannya. Saya awalnya mengetahui informasi tentang program ini dari sekolah , dari bapak Eko juga ya ha.ha. Jadi testnya terdiri dari pembuatan essay dengan 3 sub-topik, terimakasih kepada bapak eko yang telah membantu saya dalam keberlangsungan menjalani serangkaia tesnya, lalu ada kriteria lain seperti kita harus melengkapi experience, dokumen passport, persetujuan orang tua dan rekomendasi sekolah”

Eko Adri Wahyudiono (EAW) : ”Lalu bagaimana perasaan Kamilia ketika tahu dan dinyatakan lolos tes seleksi?”

KFS : ”Awalnya saya tidak expect akan keterima ya, namun suatu hari saya iseng mengecek email saya dan BOOM! Tertera Notice Of Acceptence, begitu melihatnya saya langsung jingkrak jingkrak kegirangan mengingat saya sudah menjadi Wibu sejak TK haha,impian saya banget tuh pergi ke jepang”

EAW : ”Kemudian bagaimana dengan keberangkatannya, apakah kamilia ditemani oleh seseorang dan apakah ada peserta lain dari Indonesia?”

KFS : ”Mengingat itu awalnya saya pikir ada peserta lain dari Indonesia sehingga nanti kami dapat berangkat bebarengan menuju jepang, dan saat lihat list nama murid yang ikut dari seluruh dunia dikirimkan, saya tidak menemukan WNI selain saya, saya langsung berpikir ‘Hah ini seriusan aku sendiri dari indonesia?’ tetapi saat saya pergi sendirian ke jepang melalui 2 kali transit alhamdulillah saya tidak menemukan struggle apapun, saya malah excited

EAW : 'Wahh keren ya!, baru berusia 16 tahun sudah pergi kesana sendirian, jadi apa pendapat kamilia tentang perbedaan Jepang dan Indonesia?”

KFS : ”Ada beberapa hal yang membuat saya kaget ya, yang pertama yaitu betapa bersihnya jepang dibandingkan Indonesia, saya tidak menemukan sedikitpun sampah yang berserakan disana. Lalu ketertiban dan kedisiplinan warganya, mereka benar-benar menghargai pejalan kaki dan kebanyakan fasilitas disana ditujukan untuk pejalan kaki, makanya saya disana enjoy berjalan kaki tidak seperti di Indonesia, dan funfact saya tidak melihat satupun motor disana kecuali motor delivery order haha”

EAW : "Haha saya yang sudah bertahun tahun di Jepang pun merasakan perbedaan signifikannya itu, lalu bisakah kamu menjelaskan detail acara program tersebut?”

KFS : "Begini, kita disana selama 4 hari, hari pertama mengunjungi monument dan museum Hiroshima serta lecture dan persiapan presentasi untuk hari kedua, hari kedua dihantam lecture serta presentasi dan kerennya untuk speakernya semua nya profesor dan ada tamu undangan yaitu direktur dari United Nation, disitu saya benar-benar menyadari kalau saya sudah diranah yang berbeda, lalu untuk hari ke 3 kita have fun nih ceritanya, kita mengunjungi Miyajima yang ber-icon Shinto shrine di tengah laut, dan untuk pergi kesana kita harus menyebrang menggunakan kapal, selepas pulang dari sana kita lanjutkan persiapan untuk deklarasi hari terakhir, itu adalah acara krusial kita karena diadakan secara formal dan dihadiri oleh Gubernur Hiroshima”

EAW : "Jadi bagaimana perasaan Kamilia mengikuti acara formal berbasis International pertama kali? Dan apa yang kamilia siapkan untuk hari terakhir itu?”

KFS : "Saya dihari itu memakai baju kebanggaan kita yang sudah saya siapkan jauh-jauh hari, batik agar saya bisa menunjukkan baju khas negara kita serta bisa membuat saya lebih percaya diri. Tetapi tentu saja Saya masih begitu nervous tetapi saya sadar ketidak nyamanan adalah jalan untuk tumbuh dan alhamdulillah saya bisa melewatinya dengan baik”

EAW :" Ada berapa negara yang ikut mewakili di program itu, dan apakah Kamilia mendapat teman disana?”

KFS : "Sekitar 24 negara berbeda yang menghadiri program tersebut dan mereka semua baikk saya bahkan mendapat bestie disana”

EAW : "Wah selamat untuk kamilia ya, jadi adakah yang membuat kamilia kagum pada saat berada disana dan adakah yang membuat struggle pada saat disana?”

KFS : "Yang pertama saya kagum terhadap Pemerintah Hiroshima yang berinisiatif untuk mengadakan program ini karena saya sadar dana yang dikeluarkan tidak sedikit mengingat mereka mendatangkan murid yang berasal dari 24 negara yang berbeda serta menghadirkan para expert Pendidikan, bahkan konsumsinya pun enak semua, saya kagum kepada mereka karena lebih mementingkan bagaimana edukasi tentang nuklir tersebar agar tidak terjadi hal yang sudah menimpa Hiroshima puluhan tahun lalu di masa depan dan bagaimana cara mereka bangkit dari pengeboman yang meluluh lantakkan hampir seluruh kota benar benar keren bagi saya. Lalu saya juga kagum dengan attitude orang Jepang, mereka sangat sopan dan disiplin yah selalu on time tidak seperti warga indonesia yang moloran termasuk saya haha. Yang terakhir struggle untuk saya yang pertama, summer di jepang itu benar benar panas, saya merasa selalu keringatan dan haus untungnya disana banyak vending machine yang menjual minuman dingin dan yang terakhir saya tidak terbiasa jalan kaki, makanya waktu saya jalan sama peserta lain saya yang paling terakhir nih hahaha”

EAW : "Baiklah terimakasih atas penjelasannya kamilia, bisakah setelah ini Kamilia mengirimkan saya foto dokumentasi selama disana?’’

KFS : "Whh baik pak dengan sennag hati, semoga apa yang saya sampaikan bisa bermanfaat bagi banyak orang”.

Itulah sedikit wawancara dengan Kamilia Subekti dari SMA Negeri 1 Magetan yang menjadi satu-satunya murid SMA dari Indonesia yang diundang dan lolos seleksi ke forum Perdamaian Internasional di Hiroshima akhir 2023,

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

Wow. Luar biasa pak

28 Apr
Balas

Mantap. Sukses selalu Pak Eko.

28 Apr
Balas



search

New Post