Endang Dwi Haryanti

Perjalanan hidup yang menempaku, mengantarkan ke blog gurusiana ini Walau terlambat memulai semoga tetap berarti. Menulis adalah wisata hati, tempat bebas unt...

Selengkapnya
Navigasi Web
HATI YANG LUKA  (18) (TTG 365-H-323)

HATI YANG LUKA (18) (TTG 365-H-323)

@Episode 18

“Apa kabar Bro,” kata Bimo sambil mengulurkan tangan ke Mahdi.

“Kabar baik, kotor tanganku,” kata Mahdi mengepalkan tangan kirinya dan beradu dengan tangan Bimo.

“Gimana bro, penumpang aman kan,” tanya Bimo.

“Aman selama ada si buta dari goa hantu, haha … gimana kabar si Anto, ge kelihatan batang hidungnya,” tanya Mahdi.

“Aku masukkan ke asrama belum kelar belajarnya, biar digembleng sama Guru,” sahut Bimo. Sementara Mahdi sudah menghabiskan makanan.

“Aku pamit dulu ya bro, titip salam sama kakakmu yang cantik itu,” kata Mahdi sambil tertawa.

“Hem, mulai genitnya keluar,” sahut Bimo sambil pindah ke dalam menemui bude.

“Piye Bim, rencanamu buat Risna ?”, tanya bude

“Saya belum menemukan solusinya bude, kita suruh test dulu, kalau tidak hamil ya biar saja ikut bude, sampai ketemu jodohnya, kalau memang hamil kita carikan solusinya,” jawab Bimo.

“Saya pergi kerja dulu ya bude,kalau ada apa-apa kabari, nanti saya pulang ke rumah bude,” kata Bimo sambil mencium tangan bude Surti, sedangkan bude memegang alat test yang di bawa BImo sambil termenung. Membayangkan kalau Risna benar-benar hamil, dan Bimo kelihatannya tidak mau ,menikahi Risna, karena menganggap Risna adalah kakaknya.

Hari sudah sore, bude sudah pulang dari jualan, Risna sudah bersih-bersih rumah bahkan mencuci pakaian bude Surti.

“Kamu mencuci nduk, ga usah bude bisa sendiri,” kata bude melihat jemuran yang rapi.

“Iya bude, ga ada kerjaan, ga apa-apa bude, biar saya bisa bantu-bantu bude,” jawab Risna sambil mengangkat pakaian yang kering.

“Ris, taruh pakaiannya, dan ambil alat ini, untuk meyakinkan,” bude mengulurkan alat test kehamilan pada Risna, dan Risna termangu menerimanya. Sebenarnya Risna ingin menganggap semua tak pernah ada, dia ingin menjalani hidup sebagai Risna yang baru. Namun kenyataannya dia sering muntah-muntah dan badannya lemah.

“Ayolah sana, apapun yang terjadi, pasti ada jalan keluarnya, kamu tidak sendiri, ada bude, ada Bimo yang akan menemanimu.Llagian kan kamu tidak bersalah, pasti ada rencana Allah yang lebih baik,” kata bude menghibur. Risna menuju kamar mandi dan keluar membawa alat test dan ditunjukkannya pada bude, benar saja bergaris dua, pertanda memang Risna hamil. Bude melihat alat tersebut dengan lesu, dan wajah Risna tanpa ekspresi.

#Bersambung

#Braling Grand Hotel Purbalingga 20 Nov 2022 (edisi tugas)

#EDH

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

Kasihan Risna. Apakah keputusan yang diambil Bude dan Bimo?

21 Nov
Balas

Iya bu, sedang bingung nih mencarikan solusi untuk Risna

23 Nov

Semoga ada solusi untuk Risna. Lanjut, Bu Endang. Salam sehat dan sukses.

21 Nov
Balas

Sedang merenung bu, mencarikan solusi yang terbaik

23 Nov



search

New Post