Endang Dwi Haryanti

Perjalanan hidup yang menempaku, mengantarkan ke blog gurusiana ini Walau terlambat memulai semoga tetap berarti. Menulis adalah wisata hati, tempat bebas unt...

Selengkapnya
Navigasi Web
HATI YANG LUKA (TTG 365-H-326)

HATI YANG LUKA (TTG 365-H-326)

@Episode 19

Bude meraih tubuh Risna ke dalam pelukannya, mencoba menguatkan hatinya, namun hati Risna sudah hampa, dia diam tanpa ekspresi. Bude melepaskan pelukannya, memandang Risna sambil memegang kedua bahunya, Risna diam sorot matanya kosong.

“Ris, Risna… lihat bude,” kata bude sambil mengguncangkan bahu Risna, dan mencari sorot matanya. Tapi Risna tetap tak berkedip, matanya tak merespon. Bude memeluknya kembali, menuntunnya duduk di kursi.

“Ya Allah, kenapa nasibmu begini sih nduk,” bude bahkan menangis memeluk Risna, namun Risna diam saja. Bude merogoh hp nya segera dia cari no hp Bimo.

Terdengar dering di seberang sana,”Halo … Bim, lekas pulang, Risna ini, bude khawatir,” kata bude sedikit panik. Risna dituntunnya masuk kamar dan dibaringkannya, digosoknya seluruh tubuh dengan minyak kayu putih, biar hangat. Mata Risna memandang keatas, airmatanya meleleh.

“Ya bude, .. ya, halo, ya saya segera pulang,” kata Bimo tergopoh berkemas dan segera menstater sepeda motornya.

“Alhamdulillah,” kata bude sambil mengelap airmata yang meleleh dipipi. Artinya hatinya tidak kosong, ada merasakan sesuatu, ada emosi yang bermain di dalam sana. Daripada diam diam tak bereaksi, lebih bahaya.

“Sabar ya nduk, tenang saja, bude dan Bimo akan mengurusmu, kamu ga usah khawatir,” kata bude sambil mengelus rambut Risna.

“Assalamu’alaikum,” Bimo masuk langsung mengetuk kamar Risna, yang tidak ditutup, sebab dia khawatir Risna sedang tidak siap ada laki-laki yang bukan muhrimnya.

Bude menarik tangan Bimo keluar, dan mengajaknya duduk di kursi kayu sederhana milik bude,

“Gimana bude, tadi bude kelihatan panik,” kata Bimo memandang bude.

“Iya Bim, tadi Risna tidak bereaksi ketika tahu dia benar-benar hamil, dia harus ada perawatan khusus Bim, kalau dibiarkan bude khawatir dia seperti kakakmu,” kata bude sambil memandang Bimo dengna serius. Mereka saling pandang, Bimo teringat kejadian kala itu, bagaimana dia pulang sekolah menemukan kakaknya tergantung di kamar tak bernyawa. Sedang ibunya sedang ke pasar. shock juga ibunya, bahkan ibunya sampai seperti orang linglung. Sedangkan Bimo mencari laki-laki yang mengkhianati kakaknya. Dia cari lelaki itu, yang mau menikah dengan perempuan lain, tanpa basa basi, Bimo masuk rumah Rojak, tanpa basa basi, dia tarik lelaki itu keluar rumah, dia hajar sampai babak belur, Rojak lari ke jalan raya, dan apesnya ada mobil melintas dengan kencang, Rojakpun meninggal. Akhirnya Bimo digelandang ke kantor Polisi, dan masuk penjara. Bude Surti lah yang menghibur dan menguatkan ibunya Bimo hingga normal lagi seperti sekarang.

“Tunggu beberapa hari bude, saya akan mencari jalan keluar, sementara itu bude jangan jualan dulu deh, takut Risna kenapa-kenapa,” kata Bimo memelas, dan bude mengangguk.

#Braling, 23 November 2022

#EDH

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

Duh, yang kuat Risma. Masih ada orang yang sayang padamu. Hiks

23 Nov
Balas

Luar biasa Bunda penuh inspirasi dan mencerahkan

23 Nov
Balas

Kisah yang menarik, Bu Endang. Semoga ada solusi terbaik. Salam sukses.

24 Nov
Balas



search

New Post