Epa Herawati, S.Pd., M.Pd.

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Kiprahku Terinspirasi Guruku

Kiprahku Terinspirasi Guruku

KIPRAHKU TERINSPIRASI GURUKU

SAAT BUMI DIPIJAK DISITU LANGIT DIJUNJUNG

Penulis : Epa Herawati, S.Pd.,M.Pd

Guru SMP Negeri 1 Banjar

Menjadi guru merupakan impian dan cita-citaku sejak masih di bangku SD. Aku terinspirasi guru-guru SD dan guru mengaji. Sosok guruku menjadikan sosok yang digugu dan ditiru benar- benar mampu menghipnotis anak didiknya untuk mengikuti, menuruti, dan meneladaninya.

Semboyan pendidikan “Ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, dan tut wuri handayani” begitu melekat dalam sosok beliau. “Aku ingin seperti guruku, bisikku lirih terucap dalam setiap doaku.

Berkat dukungan, perjuangan, pengorbanan serta doa orangtua dan keluarga alhamdulilah cita-citaku dapat terwujud. Aku diangkat menjadi CPNS guru terhitung mulai 01 Februari 1998 di SLTP Negeri 1 Banjar untuk ditugaskan di sekolah yang baru dibangun (sekarang bernama SMP Negeri 6 Banjar).

Berbekal pengetahuan, kemauan , kerja keras, dan harapan aku mengerjakan tugas sebagai guru dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap tekad, niat, serta segenap kemampuan yang kumiliki hingga sekarang tahun 2021 ( 23 tahun masa kerja).

Berbagai kisah penuh warna sudah terlewati sejak pengangkatan tahun 1998. Aku melaksanakan tugas perdana di SMP Negeri 6 Banjar. Saat aku sedang semangat semangatnya dalam pengabdian, dengan berat hati aku meninggalkan SMP Negeri 6 Banjar karena mengikuti suami pindah tugas di Kejaksaan Negeri Bitung. Di Bitung aku bergabung menjadi guru titipan di SMP Negeri 1 Bitung Provinsi Sulawesi Utara. Sekitar 5 tahun aku berbaur dengan iklim kerja sekolah baru yang sangat berbeda dengan sekolahku di Banjar, mulai

agama, adat, dan budaya. Di sana mayoritas siswa dan guru serta masyarakat beragama Kristen, budayanya didominasi budaya barat, serta adat istiadat suku Minahasa.

Perbedaan iklim kerja yang dilatarbelakangi agama, budaya, dan adat istiadat membuatku harus ekstra hati-hati dalam berucap dan bertindak. Hari pertama aku bergabung di SMP N 1 Bitung, perasaanku sangat tegang, aku takut hari pertamaku membawa kesan yang buruk. Sebelum pukul 07.00 WITA aku sudah menghadap kepala sekolah bapak. Drs. Yakobus Pongsibidang. Di luar dugaan, aku disambut dengan sangat baik oleh beliau. Beliau sangat bijak dan terbuka. Beliau mewanti-wanti kepadaku, “Ibu Epa jangan sungkan-sungkan apabila ada hal-hal yang perlu dibantu bicarakanlah dengan saya.” Beliau juga menyambut aku dan memberikan kesempatan kepadaku untuk memperkenalkan diri dalam acara rapat dewan guru yang berjumlah sekitar 60 orang. Aku sering diajak sharing terkait inovasi pembelajaran di sekolah.

Aku diperlakukan dengan baik oleh semua rekanku. Konon katanya, mereka sangat menghargai guru yang berasal dari Jawa. Mereka menganggap guru dari Jawa itu hebat dan bermartabat. Aduh aku jadi beban juga, tuh. Khawatir tidak bisa menjadi guru hebat seperti julukan mereka. Aku sering dimintai pendapat dalam berbagai hal. Hari demi hari aku lalui dalam aktivitas pengabdian di SMP Negeri 1 Bitung. Berbagai cerita suka duka mewarnai . Slogan daerah Bitung, Manado, Sulawesi Utara adalah “Torang samua Basudara”. Slogan tersebut bukan sekedar slogan namun memang sudah terbukti, aku rasakan, dan aku alami, khususnya toleransi antar umat beragama.

Berbekal kompetensi yang dimiliki, aku mengukir prestasi di SMP Negeri 1 Bitung, baik prestasiku secara personal maupun membimbing siswa sehingga meraih prestasi. Pembimbingan pertamaku , siswa berhasil meraih juara 1 Lomba Gerak Jalan dalam rangka HUT Kota Bitung, lomba Berbalas Pantun Tingkat Provinsi Sulawesi Utara yang disenggarakan balai Bahasa dan sempat dimuat di surat kabar. Juara 1 Lomba Pidato Tingkat Kota Bitung serta menggondol juara umum Festival Teater Remaja. Prestasiku secara pribadi selama di Kota Bitung, yakni peserta workshop terbaik dengan nilai A, Penghargaan pembina teater terbaik dari Alex Galatang.

Dalam kehidupan bermasyarakat, aku didukung oleh keluarga besar paguyuban Sulawesi Tenggara di Kota Bitung untuk mengikuti lomba MTQ. Alhamdulilah aku meraih juara 2 Provinsi Sulut. Juara 1 menyanyi Solo. Di lingkungan kantor Kejaksaan saat HBD tahun 2005. Aku mengisi waktu luang dengan menulis puisi juga atrtikel dan dimuat di majalah

nasional “Bina Wacana”. Berkat dimuatnya artikelku di majalah nasional aku diberi hadiah uang tunai oleh ketua Adhyaksa Dharmakarini Kejaksaaan Tinggi Sulawesi Utara dan penghargaan dari ibu ketua umum Adhyaksa Dharmakarini Kejaksaan Agung. Ibu ketua sangat bangga dan berterimakasih karena sudah mengangkat nama Kejati Sulut dan Provinsi Sulut. Aku juga mendapat kehormatan untuk membaca puisi di hadapan muspida Provinsi Sulawesi Utara saat itu gubernur yang menjabat, bapak Sinyo Harry Sarundayang dalam acara Syukuran Hari Bhakti Adshyaksa Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara serta bermain Extra Vagansa sejenis drama bersama ibu istri kepala kejaksaan tinggi dan aswas Kejati sulut.

5 tahun berlalu , saat aku lagi betah-betahnya di Bitung karena sudah banyak rekan dan aktivitasku di berbagai komunitas, tiba-tiba suami mendapat SK mutasi ke Kejaksaan Negeri Serui Kabupaten Yapen Provinsi Papua, tepatnya akhir tahun 2007. Aku benar-benar sedih, terharu karena harus berpisah dengan rekan yang sudah kuanggap saudara. Aku juga harus berpisah dengan anak-anak didikku yang sudah kuanggap anak sendiri.

Yang paling menghantuiku menurut cerita orang bahwa Papua terkesan sangar juga rentan terkena penyakit malaria.

Kisah kiprahku di Serui lebih unik dan seru. Lagi-lagi kudengar julukan “Guru dari Jawa itu Hebat-hebat”. Berkat julukan tersebut, aku ditugaskan oleh Dinas Pendidikan dan Pengajaran untuk bergabung mengajar di SMA Negeri Serui. Aku kaget begitu mendapatkan Surat Tugas tersebut. Dengan refleks aku bertanya kepada kepala dinas Pendidikan dan Pengajaran Serui, “ Pak, Mengapa saya ditugaskan di SMA? Saya guru SMP, Pak? Saya khawatir tidak dapat melaksanakan tugas dengan baik di SMA” Kepala dinas langsung menjawab dengan tegas “ “Ibu Epa Herawati sangat layak ditugaskan di SMA Negeri 2 Serui. Saya menugaskan ibu berdasarkan kompetensi serta prestasi yang ibu miliki”. Ternyata tanpa sepengetahuanku beliau berkomunikasi kepada pihak sekolah dan pihak Dinas Pendidikan Kota Bitung. Kata-kata dan ungkapan kepala dinas selalu terngiang dan menjadi momok serta menjadi tantangan yang harus dibuktikan.

Kisahku di SMA Negeri 2 Serui lebih mengesankan. Saat aku mengajarkan materi kebahasaan Mengenal Huruf Hijaiyah di kelas Bahasa. Mengingat siswa 100 % beragama nonmuslim, aku menyiapkan strategi yang menarik yakni Teknik Quis dengan media kartu huruf. Aku mengemas pembelajaran dalam sebuah kompetisi semacam Cerdas Cermat. Formasi kelas ditata seperti formasi LCC. Untuk mudah menghafal semua jenis huruf, aku mengenalkan dengan mengadopsi lirik lagu yang sudah popular, yakni lagu “ABATASA".

JAHAHO”. Di luar dugaan, siswa sangat antusias, aktif, tekun, sungguh-sungguh dan seru mengikuti pembelajaran dengan Teknik Quis Cerdas Cermaat bahkan banyak siswa dari kelas IPA dan kelas IPS yang menonton saat aku sedang mengajar dalam pembelajaran teknim Quis. Mereka berseru dan merajuk dengan Bahasa Papua, “Ibu Epa, kapan dang torang belajar pe ibu? Mari jo ibu ngajar pa kita pe kelas.” Mereka berharap aku mengajar juga di kelasnya. Guru Bahasa Indonesia yang mengajar di kelas mereka ibu Dondo Kambai.

Prestasi yang kusumbangkan di SMA Negeri 2 Serui, aku membimbing siswa dalam lomba Bercerita Cerita Rakyat Papua. Alhamdulilah meraih juara 1. Prestasi pribadiku selama di PApua yakni meraih juara 2 lomba MTQ Tingkat Kabupaten Yapen.

Suatu hari, aku diundang bapak kepala kejaksaan negeri Serui untuk mengikuti rapat persiapan Hari Bhakti Ahyaksa, Ternyata aku diminta menjadi ketua penyelenggara Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) dari unsur ibu dharmawanita untuk merancang lomba lomba yang bisa merangkul siswa SD, siswa SMP, siswa SMA, Mahasiswa, dan masyarakat terutama lansia. Khusus Lomba Baca Puisi, aku diminta menciptakan puisi wajib Tingkat SMP dan menyiapkan tema dan sebagainya untuk Lomba Berbalas Pantun untuk kalangan Lanjut Usia.

Pelaksanaan lomba sukses karena animo pendaftar membludak diluar prediksi. Usai acara penututpan, aku diwawancarai dari RRI dan TV Papua.

Prestasi lain, yakni aku diberi kesempatan membacakan puisi karya ciptaku sendiri mewakili organisasi wanita Adhayksa Dharma Karini di hadapan muspida Kabupaten Yapen pada hari Kartini Tahun 2008. Selepas membacakan puisi aku langsung diwawancarai lagi oleh kru dari RRI dan media TV Papua kemudian aku dibawa ke suatu ruangan. Di situ aku disambut ucapan selamat oleh muspida, Yang membuat aku kaget, aku dapat tawaran menjadi pelatih syarhil Quran untuk peserta lomba yang akan berkompetisi di Tingkat Provinsi Papua. Mereka sangat bersyukur karena sudah lama mencari sosok pelatih/ instruktur untuk membimbing peserta syarhil Quran. Musabaqah Syarhil Quran adalah bidang musabaqah yang mengungkapkan isi kandungan Al-Quran dengan cara menampilkan bacaan, puitisasi/ terjemah dan uraian pengungkap isi kandungan al-Quran. Mereka melamar aku secara langsung untuk berkenan menjadi pelatih dengan alasan bahwa ibu Epa memiliki 3 kompetensi untuk melatih musabaqah, puitisasi, dan pidato. Aku merasa tertantang dengan tawaran dan lamaran yang penuh harap. Akhirnya aku menerima tawaran tersebut dan melaksanakan bimbingan dengan penuh tanggungjawab sesuai jadwal. Hingga hari Hpun tiba, aku dihubungi lewat ponsel oleh pak H. Sukmana selaku kordinator, Beliau mengucapkan selamat dan terimakasih yang tak

terhingga bahwa perjuangan membuahkan hasil, yakni menjadi juara 1 sehingga mewakili Provinsi Papua ke tingkat nasional.

Semenjak itu, aku kebanjiran tawaran dan undangan membacakan ayat suci Al_Quran pada acara baik di instansi, majelis taklim, dan acara syukuran pernikahan ataupun khitanan. Aku sempat kaget aku diberi amplop katanya honor aku. Aku menolaknya namun panitia menegaskan bahwa ibu Epa berhak menerimanya karena sudah dianggarkan.

Seminggu setelah itu, ada pegawai disdik dating ke sekolah, aku ditawari mutasi ke Kabupaten Yapen oleh pemerintah kabupaten. Beliau menjanjikanku bila sudah tercatat resmi sebagai guru di Dinas Pendidikan dan Pengajaran Serui akan diperjuangkan untuk mendanai studi ke S2 bahkan S3 dengan biaya APBD Kabupaten Yapen. Beliau berharap aku dapat memajukan pendidikan di Kabupaten Yapen. Aku menjawab bahwa aku tidak bisa mutasi karena keberadaanku hanya bergabung dan statusnya sebagai guru titipan selama suami bertugas di Kejaksaan Negeri Serui.

Kini aku sudah kembali di tanah kelahiranku dan bertugas di SMP Negeri 1 Banjar. Alhamdulilah aku sudah menorehkan prestasi pembimbinganku kepada siswa sehingga meraih juara sampai di tingkat provinsi, baik prestasi akademik, mapun non akademik. Begitupun prestasi diriku secara personal. Semua jenis lomba guru sudah aku ikuti dan alhamdulilah akupun sudah meraih juara hingga ke tingkat nasional. Prestasiku, diantaranya Finalis Lomba Inovasi Pembelajaran Tingkat Nasional, Juara 6 besar Olimpiade Guru Nasional , juara 6 Guru Berprestasi Tingkat Provinsi, Juara 3 Nyanyi Solo, Juara harapan MTQ, dan juara 2 Penalaran Panca Prasetya KORPRI.

Itulah kisah kiprahku yang terinspirasi guruku.Buah dari inspirasi itu membawaku dalam pengabdian tugasku sebagai guru yang alahamdulilah bermakna dan membawa berkah baik untuk diriku sendiri, keluarga, sekolah, pihak lain yang memiliki keterkaitan denganku. Terimakasih guruku, terimakasih, anak-didikku. Sukses untuk semua.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

Kontennya sangat bagus dapat menginspirasi, dan. Termotivasi untuk belajar menuangkan pengalaman yang telah di alami.terimakasih

07 Feb
Balas



search

New Post