Hariyanto

Pernah bertugas di Papua selama 15 tahun lebih, tepatnya di SDN Inpres Timika V dan IX Mimika Baru (1992-2010) Saat ini bertugas di kota Blitar di SDN Turi 1. S...

Selengkapnya
Navigasi Web
RAMAN-ROMAN TERGOLEK

RAMAN-ROMAN TERGOLEK

ROMAN-ROMAN TERGOLEK

Oleh. Hariyanto

Roman-roman tergolek lunglai

Tanpa tenaga

Tanpa daya

Begitu saja bersandar

Di atas bumi

.

Pandemi menghabiskan kekuatannya

Luluh lantakkan sendi hidupnya

Tak tersisa sedikit pun

.

Kapan semua berakhir

Apakah menunggu napas

Berhenti

Karena saat ini napas pun

Tinggal satu-satu

Keluar masuk

Antara mati hidup

Menunggu pasokan

Oksigen penghidupan

.

Menunggu

Menunggu

Satu harapan

kepastian

Sisa hidup

Dari yang Maha Menghidupkan.

Burung kutilang

Bernyanyi merdu

Dari balik sangkar emas

Memecah sunyi

.

Suara batuk terbata-bata

Tak lagi bisa ditahan

Oleh tangan melemah

Yang menutup sunyi.

Blitar, 24 Februari 2022

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar




search

New Post