Irwanto

Nama jawa, yang punya orang minang. Mengajar matematika, setiap hari mengarang. Irwanto, guru matematika asal Pariaman Sumatera Barat. Bagi saya masalah i...

Selengkapnya
Navigasi Web
Harapan Pak Rahmat
Tagur hari ke-1082

Harapan Pak Rahmat

Harapan Pak Rahmat

Pak Rahmat (bukan nama asli), mempunyai tiga orang anak dan seorang istri yang lagi hamil. Anaknya yang sulung baru s duduk dibangku kelas dua SD. Sebelumnya, ia hidup merantau di kota besar. Karena sulitnya perekonomian, ditambah dengan kondisi orang tua istrinya yang sudah sakit-sakitan, ia memutuskan untuk pulang kampuang dan menetap dirumah warisan keluarga istrinya.

Di kampung, ia tidak punya sawah dan ladang yang bisa ia garap. Untuk melanjutkan kelangsungan hidup keluarganya, ia bekerja serabutan dan menjadi tukang ojek dengan motor kreditan. Karena merasa dirinya tidak mampu secara ekonomi, untuk berobat, Pak Rahmat mengajukan diri untuk mendapatkan kartu KIS (Kartu Indonesia Sehat), kartu yang berfungsi memberikan jaminanan kesehatan kepada setiap masyarakat supaya bisa memperoleh pelayanan kesehatan secara gratis. Kepemilikannya ditentukan oleh pemerintah.

Untuk mendapatkan kartu KIS, nama harus terdaftar pada pendataan BPS tahun 2011. Sayang sekali, nama Pak Rahmat sekeluarga tidak masuk dalam sistim data terpadu PPLS 2011, sehingga ia tidak pernah punya kartu JAMKESMAS (Jaminan Kesehatan Masyarakat).

Sambil berharap adanya pendataan, untuk mendapatkan kartu KIS, Pak Rahmat mendaftarkan istrinya untuk mendapatkan BPJS secara online. Untuk itu, ia harus membayar setiap bulan senilai kelas yang dipilihnya dan memilih klinik yang menerima BPJS untuk persiapan persalinan isterinya.

Tiba saat persalinan, Pak Rahmat merasa lega karena dengan kartu BPJS istrinya, ia tidak perlu merogoh kantong saku untuk biaya persalinan. Semua sudah ditanggung BPJS. Tapi masalah muncul ketika bayi yang baru lahir mengalami kondisi yang tidak baik. Oleh dokter yang menangani, Si bayi harus dirawat dan membutuhkan penanganan. Kepanikan Pak Rahmat bukan hanya mengurus bayi yang harus dirawat, tapi juga dari informasi petugas klinik yang menyatakan bahwa bayi tidak ditanggung BPJS karena belum terdaftar.

Sesak dada Pak Rahmat memikirkan biaya yang harus dicarikan untuk mengobati bayinya. Dicobanya mintak keringanan dan mohon pengertian klinik, namun pihak klinik menyatakan ia hanya menjalankan SOP (Standar Operasional Prosedure). Setelah itu ia panik dan lepas kendali sehingga pihak keamanan klinik turun tangan.

Dalam hati ia berdoa dan merasa sangat kecil sekali. Dalam letihnya ia berharap semoga orang yang membuat SOP bisa berpihak kepada masyarakat sepertinya dalam merancang SOP. Prosedur harus sampai pada kasus yang ia alami, sehingga ia tidak harus menyalahkan petugas yang hanya menjalankan SOP.

Pariaman, 14 Januari 2023

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar




search

New Post