Irwanto

Nama jawa, yang punya orang minang. Mengajar matematika, setiap hari mengarang. Irwanto, guru matematika asal Pariaman Sumatera Barat. Bagi saya masalah i...

Selengkapnya
Navigasi Web
Latihan Menulis dengan Ketajaman Emosi
Tagur hari ke-1087

Latihan Menulis dengan Ketajaman Emosi

Latihan Menulis dengan Ketajaman Emosi

Menulis dengan ketajaman emosi bukan berarti menulis sambil marah-marah atau menangis. Akan tetapi, menulis dengan ketajaman emosi itu bagaimana seorang Penulis mampu melibatkan emosinya, sehingga pesan yang ditulis sampai pada pembaca.

Ketika penulis ingin menyatakan kesedihan, , pembaca pun ikut merasa iba, bahkan sampai berlinangan air mata. Begitu juga ketia penulis ingin mencurahkan rasa bahagia melalui tulisannya, dengan wajah berbinar pembaca ikut terkesima. Lalu, bagaimana cara seorang penulis bisa menulis dengan ketajaman emosi? Salah satu cara, yang bisa dilakukan oleh penulis adalah melalui latihan.

Pengalaman saya sebagai penulis beberapa novel yang mempunyai ketajaman emosi, penulis terbawa suasana yang akan penulis sampaikan. Bahkan ketika mencurahkan cerita kesedihan, air matapun ikut berlinang. Sebaliknya penulis tertawa sendiri ketika menulis sesuatu yang lucu dan menggelikan.

Biasanya, tulisan yang bisa menggugah emosi tersebut adalah tulisan yang berasal dari pengalaman hidup penulis sendiri atau orang lain. Jadi sebagai penulis pemula, bila ingin mengasah ketajaman emosi dalam tulisan, haruslah banyak-banyak melakukan latihan. Beberapa hal yang bisa mengasah ketajaman emosi, diantaranya:

Pertama, menulis berdasarkan pengalaman hidup.

Kita punya berbagai pengalaman rasa dalam kehidupan kita. Mulai dari masa kanak-kanak, remaja , sampai dewasa. Banyak rasa yang bisa kita gali menjadi sebuah pesan yang dibuat dalam bentuk tulisan. Rasa sedih, gembira, menderita, sengsara, jenuh, dan terabaikan bisa kita jadikan potensi bila kita eksplornya dengan baik.

Menulis pengalaman hidup diri sendiri atau orang lain, dapat dilakukandengan cara memanggil kembali memori kehidupan dan meresapinya, akan membuat tulisan lebih berasa.

Ketika penulis menulis dengan rasa sedih, bahagia, atau bersemangat akan terasa oleh pembaca yang bisa meresapi apa yang dia baca.

Kedua, menulis ketika memiliki kecendrungan pada minat tertentu.

Ketika kita menulis pada sesuatu yang kita minati, maka tulisan itu akan cendrung mempunyai rasa. Misalnya, ketika kita ingin menulis penderitaan seseorang penderita kanker stadium akut, kita akan termotivasi untuk mengamati, mencoba meresapi, dan berinteraksi dengan penderita. Rasa sedih dan keputusasaan penderita akan terdeskripsikan pada tulisan kita. Sehingga emosi yang tergambarkan dalam tulisan akan membawa suasana kita dalam menulis larut pada kesedihan.

Ketikga, menulis ketika ingin menyampaikan sebuah pesan.

Seorang penulis mempunyai cara menyampaikan ide, pendapat, keinginan, pesan, dan gagasan. Ketika pesan tidak tersampaikan lewat lisan, maka penulis menyampaikan melalui tulisan, dan berharap orang yang dituju dapat membacanya. Misalnya ketika penulis tergugah melihat penderitaan anak-anak jalanan, ia akan menulis cerita dari beberapa fakta yang diperolehnya dari berbagai sumber.

Rasa sedih, luapan emosi, hidup dalam ketakutan, semangat perjuangan, dan beberapa rasa emosi yang dicurahkan melalui tulisan membuat pembaca tergugah dan terprofokasi untuk berbuat.

Demikian tulisan tagur hari ini, semoga bermanfaat!

Pariaman, 18 Januari 2023

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

Kereeen ulasannya, Pak. Salam literasi

18 Jan
Balas

Keren Pak Ir

18 Jan
Balas

inspiratif, terimakasih pak. bukan hanya penyanyi yang harus melibatkan perasaannya .. penulis pun sama..

18 Jan
Balas



search

New Post