Irwanto

Nama jawa, yang punya orang minang. Mengajar matematika, setiap hari mengarang. Irwanto, guru matematika asal Pariaman Sumatera Barat. Bagi saya masalah i...

Selengkapnya
Navigasi Web
Pentingnya Mengedit Tulisan Sendiri
Tagur hari ke-1084

Pentingnya Mengedit Tulisan Sendiri

Pentingnya Penulis Melakukan Editing

Seorang penulis pemula akan merasa bangga dan senang, apabila ia menemukan sesuatu yang akan menjadi ide tulisan. Tanpa memikirkan salah dan benar tulisan, ia tak akan berhenti menulis sampai semua idenya tertuang. Setelah rampung, ia akan merasa sebuah pekerjaan berat sudah dilakukan, walaupun dalam hatinya, tak yakin akan tulisann itu, terbaca atau tidak. Untuk kepuasan diri, penulis akan melakukan perbaikan sambil membaca tulisannya, secara berulang-ulang.

Kegiatan perbaikan terhadap tulisa, tidak hanya berlaku pada penulis pemula saja, penulis seniorpun melakukan hal yang sama. Bahkan dengan ilmu kepenulisan yang ia punya, penulis senior pun butuh waktu untuk memperbaiki tulisannya. Terkadang ia tidak puas pada satu kali pengeditan.

Sebagian penulis, setelah melakukan editing awal, ia mendiamkan dulu tulisannya untuk beberapa waktu. Ia butuh waktu jeda sebelum melakukan pengeditan lagi, sampai ia merasa percaya diri untuk menyerahkan tulisannya untuk dibaca oleh orang lain.

Begitu pentingnya bagi penulis melakuukan melakukan perbaikan perhadap tulisannya. Hal ini merupakan sesuatu yang manusiawi, karena bagaimanapun piawainya seorang penulis, tidak akan mungkin menyelesaikan satu draft tulisan atau satu artikel dalam sekali duduk. Akan sangat mungkin pada potongan tulisan, ada yang tidak ‘nyambung’ alurnya, atau tidak seragam gaya bahasanya. Belum lagi salah ketik (typo) dan penulisan ejaan atau tata bahasa yang tidak sesuai dengan PUEBI.

Pentingnya seorang penulis melakukan editing, bukan sekadar untuk kepuasannya agar tulisannya rampung. Tapi banyak sesi yang bisa menjadi dampak buruk karena tidak melakukan perbaikan. Dari sisi penggunaan ejaan, bisa mengganggu pemahaman pembaca terhadap isi tulisan atau terjadi tulisan tidak komunikatif. Seperti, penulis Ibu Hamid dengan ibu Hamid. Yang satu huruf kapital dan satu lagi huruf kecil. Bila penuls tidak memperhatikan aturan penulisan, bisa terjadi salah pemahaman antara pesan yang akan disampaikan dengan yang dipahami pembaca. Yang dimaksud sipenulis adalah istri dari hamid tetapi pembaca memaknainnya dengan ibu dari Hamid. Dua hal yang sangat berbeda.

Yang fatal, apabila tulisan sudah tersebar, baik melalui media online atau dicetak dalam sebuah buku. Lebih-lebih di media sosial, tulisan akan cepat sekali tersebar dari satu akun ke akun lain, dari satu grup ke grup yang lain. Tentunya akan sangat sulit bagi sipenulis untuk meralat kesalahan dan mempertanggung jawabkan tulisan.

Untuk itu, agar jangan sampai tulisan kita, salah dimaknai oleh pembaca, maka penulis, haruslah melakukan proses editing terlebih dahulu terhadap tulisan. Walaupun untuk kebutuhan pembuatan buku dan penertibitan sudah ada editornya, tapi editing yang pertama itu harus lah si penulis itu sendiri. Hal ini sangat berkaitan erat dengan pesan yang akan disampaikan oleh penulis itu sendiri.

Pariaman, 15 Januari 2023

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar




search

New Post