Irwanto

Nama jawa, yang punya orang minang. Mengajar matematika, setiap hari mengarang. Irwanto, guru matematika asal Pariaman Sumatera Barat. Bagi saya masalah i...

Selengkapnya
Navigasi Web
Tak seenak rendang buatan mak
Buku Solo yang Ke-14

Tak seenak rendang buatan mak

Suara takbiran berkumandang, tanda kemenangan sudah datang. Tapi aku masih tidak berniat untuk beranjak dari dapur tungku kayu yang kini tinggal puing-puingnya saja. Bersama gerimis yang turun di malam takbiran aku menembus dingin. Kubiarkan bajuku, rambutku, tubuhku, wajahku, dan pipiku basah. Aku tidak tahu, basahku karena gerims atau airmata. Aku gigit bibirku sendiri dalam senyap yang kian mengigilkan.

“Kak! Mak, telefon,” suara Fet mengingatkan bahwa aku punya tanggung jawab dan tak mungkin aku mengabaikannya. Buru-buru kuusap air mata, ku ambil telefon di genggaman tangan Fet.

“Nak, Rendangnya sudah masak?” tanya Mak membuat dadaku sesak.

“Sudah, Mak,” jawabku berbohong walaupun aku yakin Fet sudah mengatakan bahwa kami gagal membuat rendang karena dagingnya gosong duluan.

“Enak?” tanya Mak lagi.

“Lebih enak rendangnya Mak,” jawabku terbata-bata.

Aku tidak bisa menahan tangisku, begitu juga dengan Mak yang terisak-isak di seberang sana.

Kini aku tidak sakit, Cuma sedikit ngilu. Rasa ngilu itu kini bertebaran disepanjang jalan, membias di tirai gerimis, bergaung di antara ruang. Kini aku hanya bisa pasrah dan tabah menerima kenyataan bahwa ini lah takdir dari Tuhan, tidak bisa merasakan enaknya rendang buatan Mak di hari lebaran.

Inilah sebagian adegan dalam kisah mengharu biru novel "Tak Seenak Rendang Buatan Mak." Berikut sinopsisnya!

Sinopsis

Judul Buku : Tak Seenak Rendang Buatan Mak (Novel)

Penulis : Irwanto

Jenis : Fiksi

Instansi : MAN Kota Pariaman

Alumnus : Kelas Menulis Kreatif 1

Editor :

Sinopsis :

“Kalau Mak ndak pulang, siapa yang membuatkan kita rendang?” ujar Fetri dengan menjauhkan pandangan, saat kakaknya mengatakan bahwa ibunya tidak bisa pulang kampung untuk berlebaran.

Mata Fetri lurus menghadap ke depan, seakan menyembunyikan kesedihan yang mendalam. Punggungnya bersander pada kursi yang tak empuk lagi. Tak kuasa kursi yang busanya sudah bersepihan menanggung beban. Kaki kursi yang sudah berganti dengan kayu, seakan ikut menupang beratnya kehidupan. Begitulah kemiskinan seperti sedang menari-nari dalam takdir yang sedang dijalani anak-anak yang ditinggal merantau oleh orang tuanya. Kisah ini dikemas apik oleh Penulis yang sudah berhasil melahirkan 14 buku solo.

Pada buku ke-15 ini, Penulis membingkainya dalam bentuk novel dengan judul Tak Seenak Rendang Buatan Mak. Kisah fiksi yang mengharu biru, ditulis seakan nyata. Apalagi Pembaca akan diajak untuk merasakan tentang kesedihan, air mata, dan pengorbanan. Penasaran dengan kisah fenomenal ini? Silakan dapatkan buku keren ini, yang tentunya ada pembelajaran berkarakter di dalamnya.

DATA PERPUSTAKAAN NASIONAL
Judul
Tak seenak rendang buatan mak
Penerbit
CV Pustaka Mediaguru
Pengarang
Irwanto ; editor, Alfiah Nurul Aini
Tahun
2022
Seri
ISBN
978-623-383-700-2
Link
https://www.mediaguru.id/post/buku/tak-seenak-rendang-buatan-mak
Website
www.mediaguru.id
Info Pembelian Via Whatsapp
DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

Sepertinya asyik untuk dibaca ya.

16 Jan
Balas

Dari sinopsisnya terbayang keseruan isi bukunya.

22 Dec
Balas

Luarr biasa keren p Ir. Sukses sllu

16 Dec
Balas

Luat biasa pak Irwanto. Salam sukses.

17 Dec
Balas

Luarbiasa, pak Irwanto. hebat sekali bapak. barokallah

06 Jan
Balas



search

New Post