Jumari Tito, S.Pd, M. Pd

Seorang guru Madrasah Ibtidaiyah AL-Amin Garahan Kecamatan Silo Kabupaten Jember Jawa Timur, mengabdi untuk Agama dan negara semata-mata mencari Ridho Allah SWT...

Selengkapnya
Navigasi Web
Lekoran dan Serabi (T.112)

Lekoran dan Serabi (T.112)

Bulan Ramadhan blan penuh berkah, bulan penuh ampunan, bulan penuh rahmat. Bulan Ramadhan tak bosan-bosannya mengorbitkan pernak-perniknya ke dalam sebuah tulisan, salah satunya adalah kuliner khas di bulan Ramadhan dan tradisi yang masih melekat erat di masyarakat pedesaan khususnya.

Seperti Tradisi yang masih terjaga di kampung penulis adalah Lekoran (bahasa Madura, red) secara etimologi mempunyai arti bilangan 21 sampai 29, secara harfiahnya mempunyai arti mensyukuri jiwa dan raga yang telah menjalankan ibadah puasa sampai ke hari 21 dan seterusnya sampai menjelang Idul Fitri dengan diwujudkan berupa berbagi kue serabi ke tetangga terdekat. Tentunya kue serabi tidak asal serabi yang diperjualbellikan di pasar, kue serabi ini masakan yang diturunkan dari nenek moyang sampai kepada anak cucunya yang berada di kampung penulis yaitu mempunyai bahan dasar tepung beras, parutan kelapa muda, santan dan garam dan di masak di atas tungku bara api dari kayu bakarbdengan cetakan berupa wajan yang terbuat dari tanah liat sehingga mempunyai aroma yang khas.

Kue Serabi yang telah masak selanjutnya di bungkus dengan daun pisang dengan kapasitas perbungkus ada 5-7 kue, diberikan kepada tetangga terdekat dan saudara-saudara dekat menjelang berbuka puasa, begitu juga tetangga lainnya berbagi kue serabi ke tetangga lainnya sehingga sore menjelang berbuka puasa para ibu atau anak perempuan hilir mudik mengantarkan kue serabi, sungguh harmonis hidup di kampung. Ada juga yang mnengantarkan makanan berupa nasi, urap-urap, tempe dan tahu bacem yang di bungkus dengan daun pisang hanya cukup untuk satu orang saja, luar biasa tradisi masih lestari.

Tentunya tidak sekedar tradisi dan ritual saja yang terkandung di dalamnya, ada beberapa pesan tersurat dan tersirat yaitu salah satunya adalah memaknai tanggal 21 keatas dengan peduli terhadap sesama manusia dengan berbagi makanan sehingga tercipta kerukunan, kedamaian, keharmonisan antar warga. Selain ibadah secara vertikal (Hablum minallah) juga ibadah secara horisontal yaitu sesama manusia tetap terjaga (Hablum minannas). Disaat hari raya kebersihan hati akan tetap melekat di hati sanubari dengan banyak bersedekah.

=================================================================

Garahan, 02 April 2024/22 Ramadhan 1445 H, 00.11

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

Mantap

02 Apr
Balas

terima kasih bapak senior samah

02 Apr

Sama sama

03 Apr



search

New Post