KUR ASRIATUN

Seorang ibu dan Guru matematika di MTsN 1 Banyuwangi ...

Selengkapnya
Navigasi Web
21. Kemarin

21. Kemarin

Kemarin

===

Kemarin aku bertemu denganmu

Netramu masih berkaca penuh sembilu

Katamu sudah melepaskan

Tapi mengapa dirimu masih kesakitan

“Kukira mudah melupakan,nyatanya waktu pun masih belum mampu sembuhkan luka yang terlanjur kuterima”

Dirimu berbisik lirih

Aku terdiam mencoba memahami

Lukamu itu bukan karena mereka

Tapi karena dirimu yang terlalu tinggi mengharapkan akhir kisah sesuai pinta

Netramu nanar menatap ku tak terima

“ Bukan mereka tetapi kamu yang melakukannya”

Aku tertawa hingga serak dan berurai air mata

Kemudian tersadar jika kau telah menghilang

Bersama embun dini hari

==

Banyuwangi, 21 Maret 2024

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

Puisinya keren, cahaya rembulan yang indah, sukses selalu Bu Kur.

23 Mar
Balas

Menginspirasi bun

23 Mar
Balas

Terimakasih pak tri, sehat selalu

23 Mar

Duuhh...kerennya...

23 Mar
Balas



search

New Post