MUNAWAROH, S. Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
DISEMINASI BUDAYA POSITIF DI SD NEGERI MOROREJOOleh  Munawaroh, S. Pd. SD Negeri Mororejo

DISEMINASI BUDAYA POSITIF DI SD NEGERI MOROREJOOleh Munawaroh, S. Pd. SD Negeri Mororejo

Oleh :

Munawaroh, S. Pd.

SD Negeri Mororejo

CGP Angkatan 10

Kabupaten Jepara – Jawa Tengah

Tujuan Pembelajaran Khusus Aksi Nyata Modul 1.4 Budaya Positif :

CGP dapat menyampaikan pembelajaran dari penerapan konsep inti dari modul budaya positif serta pemahaman mereka mengenai konsep-konsep inti dalam modul Budaya Positif.

Rancangan Tindakan untuk Aksi Nyata

Latar Belakang

Seorang guru memiliki tugas mendidik, mengajar dan menuntun tumbah kembang murid-murid di sekolah. Agar proses pembejaran berlangsung dengan aman, nyaman dan menyenangkan maka diperlukan adanya penerapan Budaya Positif baik di kelas maupun di sekolah. Untuk mengimplementasikan budaya positif dapat diawali dengan perubahan paradigma teori posisi kontrol, penerapan disiplin positif melalui keyakinan kelas dan penerapan segitiga restitusi dalam menyelesaikan permasalahan murid. Sesuai dengan Filosofi pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara bahwa pendidikan merupakan proses memberi tuntunan,maka dalam hal ini guru sebagai pelaksana dalam pengajaran berfungsi sebagai fasilitator, motivator dan pembimbing peserta didik. tujuan pendidikan yaitu menuntun segala kodrat, yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Keberhasilan peserta didik dalam mencari ilmu tergantung dari perlakuan yang diberikan oleh guru. Sesuai dengan perumpamaan Ki Hajar Dewantara, guru sebagai petani dan peserta didik sebagai bibit atau benih tanaman. Jika bibit tau benih tanaman bukan merupakan bibit unggul tetapi dirawat dengan baik oleh pak petani seperti diberi pupuk, di siram, dan diletakkan di tempat dengan cahaya matahari yangcukup maka bibit tersebut akan tumbuh dengan baik. Sebaliknya meskipun bibit yang ada merupakan bibit unggul tetapi kurang perawatan dari pak petani maka pada akhirnya akan menghasilkan produk yang kurang bagus dan tidak memuaskan bahkan membuat kecewa. Untuk mendapatkan bibit unggul ini diperlukan sebuah penerapan budaya positif baik di kelas maupun di sekolah. Budaya positif adalah suatu pembiasaan yang bernilai positif, Di dalamnya mengandung sejumlah kegiatan yang mampu menumbuhkan karakter peserta didik ke arah yang positif. Budaya positif perlu dibangun dalam suatu kelas yang akan berdampak pada budaya positif di sekolah dan berperan dalam visi sekola

Tujuan

1. Menumbuhkan Budaya Positif melalui keyakinan kelas

2. Menumbuhkan motivasi intrinsik murid melalui disiplin dari sesuai keyakinan kelas.

Tolok ukur

Terwujudnya keyakinan kelas, dimana guru dan murid melaksanakannya secara sadar tanpa paksaan. Murid menunjukkan perubahan perilaku / karakter sebagai hasil motivasi intrinsik dalam membangun disiplin diri. Guru dan murid mampu melaksanakan budaya positif secara berkelanjutan 9keyakinan kelas dan segitiga restitusi.

Liminasi tindakan yang akan dilakukan

Sosialisasi kepada seluruh warga sekolah, meliput kepala sekolah, rekan guru, tendik dan murid terkait dengan keyakinan kelas, posisi kontrol dan segitiga restitusi serta profil pelajar pancasila Guru menjelaskan pentingnya keyakinan kelas dalam membangun budaya positif Guru memfasilitasi murid dalam membuat keyakinan kelas Keyakinan kelas yang telah dibuat selanjutnya dipasang di papan pajangan Guru dan murid melaksanakan budaya positif secara berkelanjutan Mendokumenasikan setiap kegiatan Refleksi dan evaluasi.

Dukungan yang dibutuhkan :

Kepala sekolah, rekan sejawat dan murid dalam rangka menerapkan budaya positif di sekolah Seluruh warga sekolah berkolaborasi, bergerak bersama dalam menerapkan budaya positif Orang tua dalam membiasakan budaya positif di rumah Alat dan bahan (laptop, HP, Sticky note, Karton dan Alat tulis)

Dukungan kepala sekolah, Setelah membuat perencanaan aksi nyata, kemudian meminta dukungan Kepala sekolah.

Dukungan dari guru, Setelah meminta dukungan dari kepala sekolah, kemudian mengkomunikasikan dengan rekan guru di sekolah dan meminta dukungannya.

Dukungan dari murid, Menyampaikan kepada murid dan mengkominikasikan tentang keyakinan kelas di sekolah.

Berikut link yotube Diseminasi Budaya Positif di Sekolah yang telah saya terapkan :

TERIMAKASIH, SALAM GURU PENGGERAK, TERGERAK, BERGERAK,MENGGERAKKAN…….

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar




search

New Post