Mursalim Nawawi, S. Pd. M.Pd

Mursalim Nawawi. S.Pd., M.Pd di lahirkan di Sidenreng Rappang 05 Oktober 1976, Bekerja di Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan pada UPT SMA PPM RAHMA...

Selengkapnya
Navigasi Web
'JEJAK AMALIAH RAMADAN YANG BERBEKAS DI HATI'(T1220)
Apa yang baik yang pernah dilakukan di Ramadan lalu, kita terapkan di luar Ramadan

'JEJAK AMALIAH RAMADAN YANG BERBEKAS DI HATI'(T1220)

Ditulis oleh GBC,

Setiap tahun, datangnya bulan Ramadan membawa suasana keberkahan, kedamaian, dan refleksi mendalam bagi umat Islam di seluruh dunia. Bulan suci ini bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga tentang memperdalam hubungan spiritual dengan Allah, membersihkan diri dari dosa-dosa, dan meningkatkan amalan kebaikan.

Namun, ketika bulan Ramadan berlalu, seringkali kita bertanya-tanya, apakah pengalaman yang kita rasakan selama bulan suci ini hanya sementara ataukah meninggalkan jejak yang abadi dalam jiwa kita? Apakah ada sisa amaliah Ramadan yang tetap membekas, mengingatkan kita akan kebaikan dan keberkahan yang telah kita rasakan?

Dalam artikel ini, kita akan menelusuri sisa amaliah Ramadan yang masih berbekas dalam jiwa kita, menggali makna mendalam di balik pengalaman ibadah dan kebaikan yang kita lakukan selama bulan suci ini. Dari kedalaman spiritual hingga semangat beribadah yang tetap membara, mari kita temukan jejak keberkahan yang masih mengalir dalam hati dan pikiran kita, bahkan setelah bulan Ramadan berlalu.

Apa saja sisa ramadan yang berbekas di hati yang bisa kita terapkan dalam. Kehidupan sehari-hari?

1. Kedalaman Spiritual

Salah satu sisa amaliah Ramadan yang paling berharga adalah kedalaman spiritual yang kita rasakan selama bulan suci ini. Saat berpuasa, membaca Al-Quran, dan bertafakur, kita merasa lebih dekat dengan Allah.

Meskipun bulan Ramadan telah berlalu, keberkahan dan kedamaian yang kita rasakan dalam ibadah tersebut masih membekas dalam jiwa kita, mengingatkan kita akan kekuatan dan kehadiran Allah yang senantiasa bersama kita.

2. Penanaman Kebiasaan Baik

Selama Ramadan, kita berusaha keras untuk meningkatkan amalan kita, baik itu dalam hal ibadah maupun perilaku. Misalnya, kita berusaha lebih tekun dalam menjalankan shalat, membaca Al-Quran, berpuasa, dan bersedekah.

Kebiasaan baik ini, jika ditanamkan dengan sungguh-sungguh, akan terus membawa dampak positif dalam kehidupan sehari-hari bahkan setelah bulan Ramadan berakhir.

3. Penyucian Diri dan Pembenahan Batin

Ramadan juga merupakan waktu yang tepat untuk introspeksi diri dan pembenahan batin. Selama bulan suci ini, kita berusaha untuk membersihkan diri dari dosa-dosa dan kebiasaan buruk, serta memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama.

Jejak penyucian diri dan pembenahan batin ini tetap berbekas dalam jiwa kita, mengingatkan kita untuk terus memperbaiki diri dan menjauhi segala yang tidak baik.

4. Rasa Kepedulian Terhadap Sesama

Salah satu aspek yang sangat kental selama Ramadan adalah rasa peduli dan kepedulian terhadap sesama. Kita berbagi makanan berbuka puasa, memberikan sedekah, dan memberikan perhatian kepada yang membutuhkan.

Jejak kebaikan dan kepedulian ini masih terasa dalam jiwa kita setelah bulan Ramadan berlalu, mengingatkan kita untuk terus menjadi individu yang peduli dan berempati terhadap orang lain.

5. Semangat Beribadah yang Tetap Membara

Meskipun bulan Ramadan telah berakhir, semangat beribadah yang telah kita bangun selama bulan suci ini tidak berakhir begitu saja.

Sisa amaliah Ramadan yang paling berharga adalah semangat beribadah yang tetap membara dalam jiwa kita, mengajak kita untuk terus mendekatkan diri kepada Allah dan meningkatkan kualitas ibadah kita sepanjang tahun.

Begitu banyak sisa amaliah Ramadan yang masih berbekas dalam jiwa kita, mengingatkan kita akan keberkahan dan keindahan bulan suci ini. Meskipun Ramadan telah berlalu, jejak kebaikan, kedalaman spiritual, dan semangat beribadah yang kita tinggalkan akan terus membimbing dan menginspirasi kita dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Semoga kita semua dapat terus menjaga sisa amaliah Ramadan ini dalam jiwa kita dan memperoleh keberkahan yang berkelanjutan dari-Nya.

Demikian yang dapat dituliskan,

Salam Idul Fitri 1445 H , #MNGBC

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

Mantap ulasannya Pak Nawawi.

15 Apr
Balas



search

New Post