Mursalim Nawawi, S. Pd. M.Pd

Mursalim Nawawi. S.Pd., M.Pd di lahirkan di Sidenreng Rappang 05 Oktober 1976, Bekerja di Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan pada UPT SMA PPM RAHMA...

Selengkapnya
Navigasi Web
'SELAMAT TINGGAL RAMADAN' (T1215)
Ada rasa sedih berpisah denganmu

'SELAMAT TINGGAL RAMADAN' (T1215)

Ditulis oleh GBC

Bulan Ramadan, bulan penuh berkah dan keberkatan, telah meninggalkan kita lagi. Setelah empat minggu penuh ibadah, introspeksi, dan pengorbanan, umat Muslim di seluruh dunia kini berpisah dengan bulan suci ini dengan perasaan campuran antara kesedihan dan rasa syukur.

Ramadan bukan hanya sekadar satu bulan dalam kalender, tetapi juga merupakan waktu yang memberikan peluang bagi umat Muslim untuk mendekatkan diri kepada Allah, meningkatkan keimanan, dan memperbaiki hubungan dengan sesama. Namun, ketika bulan Ramadan berakhir, kita diingatkan bahwa kesempatan untuk melakukan kebaikan tidak terbatas hanya pada satu bulan dalam setahun.

Selama Ramadan, umat Muslim menjalani puasa dari fajar hingga terbenamnya matahari, menahan diri dari makan, minum, serta perilaku yang tidak terpuji. Namun, puasa bukan hanya tentang menahan lapar dan haus; lebih dari itu, ia adalah kesempatan untuk membersihkan jiwa dan meningkatkan kepekaan terhadap orang-orang yang kurang beruntung.

Selain puasa, Ramadan juga dikenal sebagai bulan amal dan sedekah. Umat Muslim dianjurkan untuk memberikan sumbangan kepada mereka yang membutuhkan, menyebarkan kebaikan, dan merangkul kerohanian. Ini adalah saat di mana kebaikan berlipat ganda, di mana setiap amal baik dianggap lebih bernilai.

Namun, ketika Ramadan berakhir, penting untuk merenungkan apa yang telah kita capai selama bulan suci ini dan bagaimana kita dapat terus mengembangkan kualitas hidup kita sepanjang tahun. Tantangan yang dihadapi selama Ramadan harus menjadi pendorong bagi kita untuk terus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik, menjaga koneksi kita dengan Tuhan, dan melayani sesama manusia.

Meskipun bulan Ramadan telah pergi, hikmah dan pelajaran yang diperoleh dari pengalaman itu harus tetap bersama kita. Kita harus mempertahankan semangat Ramadan sepanjang tahun, menghargai nilai-nilai seperti kesabaran, pengorbanan, dan empati, serta terus berusaha untuk meraih kebaikan dalam segala aspek kehidupan.

Selamat tinggal, Ramadan. Kita berpisah denganmu dengan hati yang penuh harap, berjanji untuk menjaga api kebaikan yang telah dinyalakan selama bulan suci ini terus menyala dalam hati kita. Semoga Allah menerima amal ibadah kita selama Ramadan dan memberkahi kita dengan kemurahan-Nya sepanjang tahun. Amin.

Demikian yang dapat dituliskan,

Salam Idul Fitri 1445 H , #MNGBC

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

Aamiin ya rabbal alamin

10 Apr
Balas



search

New Post