Nanik Wijayanti

Nanik Wijayanti lahir di Yogyakarta tanggal 20 November 1972. Mengajar di SDN Duri Utara 02 Petang, Jakarta Barat. Mencoba belajar menulis dari hati....

Selengkapnya
Navigasi Web
Kue Rangi yang Kian Langka
Gambar:kompas.com

Kue Rangi yang Kian Langka

Kue rangi adalah jajanan jadul yang keberadaannya makin langka di Jakarta. Kue rangi merupakan kue khas Betawi yang legendaris. Kue rangi atau juga disebut sagu rangi biasa disajikan dengan tambahan gula merah kental diatasnya. Mungkin tak banyak orang yang tahu soal kue ini, atau bahkan mungkin sulit membedakannya dengan kue lainnya seperti kue pancong atau bandros. Sepintas kue rangi hampir sama bentuknya dengan kue pancong atau bandros yang berasal dari Jawa Barat, namun bahan-bahannya berbeda.

Waktu aku kecil kue ini termasuk jajanan populer karena rasanya yang manis, asin, legit, wangi dengan harga yang terjangkau kantong anak-anak. Bahan dasarnya sederhana yaitu tepung sagu aren, parutan kelapa dan garam. Tanpa tambahan bahan cair. Ketiga bahan diaduk rata lalu dimasukkan ke cetakan yang mirip cetakan untuk kue pancong namun ukurannya lebih kecil. Kemudian dibakar di atas bara api sambil ditutup hingga matang. Setelah matang lalu dicungkil dan kue dikucuri dengan saos gula merah. Saos gula merah dibuat dari gula merah yang direbus bersama daun pandan dan diberi sedikit tepung maizena agar kental. Terkadang saos juga dicampur potongan buah nangka, nanas atau durian sehingga lebih wangi.

Kata rangi itu sendiri mempunyai arti digarang-wangi. Kue rangi dimasak dengan cara digarang atau dibakar menggunakan bara arang, tanpa memakai minyak. Harum yang keluar dari kue ini memang sangat wangi. Pedagang biasanya berkeliling hingga masuk ke gang-gang kecil dengan gerobak atau pikulan. Sungguh kangen ingin merasakan kelezatan jajanan sederhana namun nikmat ini.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

Keren menewen ulasannya mbak.. Kalau ditempat kita, masih bisa ditemukan di pasar tradisional.. Malahan di komplek kita masih sering didatangi oleh mamang yang jualan kue putu,, hoho,, selalu terkenang masa lalu... Sukses selalu

16 Sep
Balas

Terimakasih apresiasinya Pak. Semoga sehat dan sukses selalu Pak Burhani.

16 Sep

Di tempat saya namanya serabi angin, tapi pake gula pasir hehe... Bikin ngiler ni, Bun

17 Sep
Balas

Ada juga ya yang mirip di sana. Terimakasih kunjungannya. Semoga sehat selalu Bunda.

17 Sep

Itu makanan kesukaanku. Malah sekarang gak pernah lihat.

15 Sep
Balas

Iya susah mencarinya sekarang. Di semarang ada juga ya Bun?

15 Sep

kue yang gurih, tanpa bahan pengawet, hehe... salam sukses Bu Nanik

15 Sep
Balas

Terimakasih atas kunjungannya Bunda. Semoga sehat selalu.

15 Sep

Betul sekali bunda. Kalau ada pasti penjualannya generasi tua.Salam sehat dan sukses selalu. Terima kasih telah setia mengunjungi sriyonospd.gurusiana.id untuk SKSS dan berbagi kebaikan.

16 Sep
Balas

Terimakasih sudah SKSS Pakde. Semoga sehat dan bahagia selalu bersama keluarga tercinta.

16 Sep

Jajanan yang enak. Sukses selalu

16 Sep
Balas

Terimakasih bunda. Semoga sehat dan bahagia selalu.

16 Sep

Di sini namanya apa? Biasanya ada campuran sedikit kelapa muda di daerah saya. Rangi...nama yang keren. Langka tuh!

16 Sep
Balas

Betul sudah langka. Sayang makin banyak makanan tradisional yang menghilang. Semoga sehat dan sukses selalu Pak Eko.

16 Sep

Sudah kebayang rasanya bund pasti maknyus banget

15 Sep
Balas

Betul Bun kangen cicipin. Semoga sehat dan bahagia selalu Bunda.

15 Sep

Hmmm...yummy. itu kesukaan kelg kami bunda

16 Sep
Balas

Sama dong Oma. Terimakasih sudah berkunjung. Semoga sehat dan bahagia selalu Oma.

16 Sep

Saya suka sekali kue rangi.Kue langka yang sudah jarang ditemukan. Sehat dan sukses selalu bunda

16 Sep
Balas

Betul Bunda.. kangen jajanan jadul. Kalaupun ada rasanya kok beda ya. Semoga sehat selalu Bunda.

16 Sep

Kue enak, murah meriah ya Bu Nanik.

16 Sep
Balas

Betul Pak...langka sekarang. Terimakasih atas kunjungannya. Semoga sehat dan sukses selalu.

16 Sep

Ahhh..iya bandros...saya lebih suka yang asin . Gak pakai gula....enak renyah...anget "...di Cilegon sini masih ada, Bund. Keren..sehat selalu

16 Sep
Balas

Betul Bun..kalo disini kenalnya pancong. Enak kalau masih hangat. Terimakasih kunjungannya semoga sehat selalu Bunda.

16 Sep

Jajanan yang sudah mulai langka. Apa kalau di desa saya namanya rangin, yaa... Mirip. Salam sukses, Bu Nanik.

16 Sep
Balas

Ada juga ya di sana. Terimakasih atas kunjungannya Bunda. Semoga sehat selalu.

16 Sep

Wow..pingin coba rasanya Bunda..Mari juga kita lestarikan selera asal kita ya Bun...Salam sukses selalu.

16 Sep
Balas

Betul Bun jangan sampai makanan tradisional makin langka. Semoga sehat dan bahagia selalu Bunda.

16 Sep

Weunak ini bunda... Kalo di sulsel namanya Buroncong.. Mantap dengan kopi atau teh pagi hari.. Sukses bunda

15 Sep
Balas

Ada juga ya disana?. Terimakasih sudah berkunjung. Semoga sehat dan sukses selalu Pak.

15 Sep

Kue murah, rasanya menggoda, jadi pingin nyoba, salam sehat dan bahagia selalu Bunda Nanik.

16 Sep
Balas

Terimakasih atas kunjungannya Bunda. Semoga sehat dan bahagia selalu.

16 Sep

Sudah kebayang rasanya bu Nanik..saya suka pasti maknyus banget..

16 Sep
Balas

Benar maknyus. Terimakasih bunda. Semoga sehat dan bahagia selalu.

16 Sep



search

New Post