Raihana Rasyid

Lahir dan menetap di Medan ,07 September 1967.Alumni IKIP Negeri Medan Jurusan Pendidikan Biologi. Tenaga pendidik di SMA Negeri 14 dan SMP BUDISATRYA Medan....

Selengkapnya
Navigasi Web
Inilah Cerita Hati Adirai (Season 2)  Bunga yang Gugur
Cinta Miracle siswi kelas 9-2 SMP Budisatrya Medan, penulis cerita Bunga yang Gugur. (Sumber : Cinta)

Inilah Cerita Hati Adirai (Season 2) Bunga yang Gugur

Tak ada yang lebih menyakitkan dari pada kehilangan orang yang disayangi. Kepergian Willy untuk selamanya, menjadi hal tersakit bagi Mita. Hari-hari yang dilaluinya terasa sulit dan menyakitkan. Apakah Mita mampu mengalahkan kesedihan dan keterpurukan yang kini terus saja memeluk dirinya? Yuk..., kita ikuti cerita hasil tarian jemari lincah siswi kelas IX-2 SMP Budisatrya ini.

Bunga yang Gugur (episode akhir)

Oleh Cinta Miracle

Waktu terus saja berjalan. Setahun sudah lamanya Willy berpulang ke pangkuan-Nya. Sekuat tenaga Mita menepis semua mimpinya bersama Willy. Hingga akhirnya kini Mita telah menjadi seorang penulis. Mita berhasil menjadikan kebiasaan curhat pada diarynya menjadi sesuatu yang bermanfaat. Usaha menguatkan hati dan diri sendiri juga membuat Mita mampu menghasilkan kata-kata bijak yang tidak saja menguatkan hatinya namun juga bermanfaat bagi orang lain. Mita berhasil keluar dari kesedihannya.

Kini, Mita berprofesi sebagai penulis dan motivator. Mita meyakini bahwa Willy pun tak mau melihat Mita kehilangan semangat dalam hidupnya. Hari ini Mita dipanggil ke salah satu seminar yang dihadiri oleh banyak mahasiswa dari berbagai universitas. Kali ini Mita membawakan tema : “Makna Mengikhlaskan Sesuatu yang Paling Berharga.” Jujur, tema ini membuatnya mengingat Willy.

Sama sepertinya, mengikhlaskan sesuatu yang berharga itu sangatlah sulit. Yang bisa membuat kita bangkit kembali hanyalah diri kita sendiri. Mita selalu meyakinkan dirinya bahwa sesungguhnya Willy selalu berada di dalam dirinya, menjadi penyemangat hidupnya.

Mita mengunjungi makam Willy, tempat yang dulu hampir setiap hari dikunjunginya dan menangis atau menceritakan ceritanya hari ini. Dia mengusap nisan Willy dan berkata “Hai beruang, apa kabarmu? Alhamdulillah sekarang aku sudah ikhlas. Lihat aku bisa meraih mimpi ku menjadi penulis dan motivator! Kalau kamu masih di sini pasti kamu pasti akan bangga denganku. Semoga kamu tenang ya, kamu masih selalu menjadi satu-satunya buatku.” Mita perlahan beranjak pergi dan meninggalkan makam Willy. Setangkai mawar putih Mita letakkan di atas pusara orang yang disayanginya itu.

Memang setiap perpisahan itu menyakitkan. Apakah dengan cara berpamitan dengan baik atau pun tidak. Namun, setiap yang datang akan pergi, setiap yang hidup akan mati. Maka semua tergantung bagaimana cara kita menyikapi kehilangan itu.

#edisibelajarmenulis#

#kuatkanhati#

#membacamenambahilmumenulismewariskanilmu#

Langit Biru di Sekolahku, SMP Budisatrya Medan, 25 Oktober 2022

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

mantap ulasannya keren

25 Oct
Balas

Alhamdulillah. Terima kasih..., Bu. Salam literasi dari Medan. Semoga sehat, bahagia dan sukses selalu. Barakallah.

02 Nov



search

New Post