Rina Nurlaili

Rina Nurlaili, lahir di Tanah Datar tanggal 25 Desember 1987. Saat ini berprofesi sebagai seorang guru. Selain membaca, menulis adalah kesenangan lain y...

Selengkapnya
Navigasi Web
JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN

JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN

JURNAL REFLEKSI DWIMINGGUAN PAKET MODUL 1.1

Jurnal refleksi dwi mingguan adalah sebuah tulisan yang berisi refleksi pribadi setelah mengikuti kegiatan pelatihan (pembaruan keterampilan) yang ditulis secara teratur setiap dua minggu. Jurnal dwi mingguan merupakan salah satu tugas yang harus dikerjakan oleh para calon guru penggerak.

Dalam kesempatan ini, saya ingin menuliskan jurnal refleksi saya mengenai rangkaian kegiatan pelatihan yang telah saya ikuti

Saya akan membuat jurnal dwi mingguan menggunakan model refleksi 4F (Fakta, Perasaan, Temuan, Masa Depan) yang dirancang oleh Dr. Roger Greenaway untuk merangkum pengalaman saya.

Kali ini saya akan menulis mengenai refleksi saya tentang kegiatan pembelajaran Daring yang sudah dilakukan pada Modul 1.1 Tentang Filosofi Pemikiran Ki Hadjar Dewantara. Dalam menulis jurnal refleksi ini saya menggunakan model 1 yaitu model 4F (1. Fact; 2. Feeling; 3. Findings; dan 4. Future), yang diprakarsai oleh Dr. Roger Greenaway. 4F dapat diterjemahkan menjadi 4P (1. Peristiwa; 2. Perasaan; 3. Pembelajaran; dan 4. Penerapan).

1. Facts (Peristiwa)

Pada tanggal 15 Maret 2024 Program Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 10 resmi dibuka. Pembukaan dilakukan melalui zoom yang diikuti CGP Angkatan 10 se Indonesia. Saya terkendala untuk memasuki ruang zoom meeting, hingga akhirnya saya mengikuti kegiatan melalui live youtube.

Setelah itu saya melakukan pre test paket modul 1 dengan menjawab 20 pertanyaan di awal kegiatan. Setelah itu kami mulai melakukan kegiatan eksplorasi konsep serta forum diskusi dan ruang kolaborasi secara daring. Berjumpa dengan rekan rekan sesama peserta PGP di bawah bimbingan bapak fasilitator I Nyoman Sudarsana dari Bali serta beberapa Pengajar Praktik yang pada kesempatan ini Ibu PP saya adalah Ibu Siska Erliana.

Kemudian kegiatan berlajut dengan Demonsrasi Kontekstual yang dilaksanakan pada tanggal 22 Maret dan 25 Maret 2024. Elaborasi pemahaman/ Koneksi antar materi yaitu pada tanggal 27 Maret 2024. Menyelesaikan tugas Aksi Nyata pada tanggal 28 Maret 2024. Hingga membuat jurnal refeksi dwimingguan.

2. Feeling (Perasaan)

Dua minggu sudah berlalu dalam mengikuti beberapa kegiatan Pendidikan Guru Penggerak, yang saya rasakan di awal mengikuti kegiatan pendidikan ini adalah perasaan khawatir tidak bisa mengikuti kegiatan Pendidikan Guru Penggerak dengan baik. Hingga sampai pada kegiatan lokakarya orientasi kami belajar dan diberi motivasi oleh bapak ibu guru pengajar paktik. Bahwa apa yang saya khawatirkan juga dikhawatirkan oleh banyak rekan rekan Pendidikan guru penggerak Angkatan 10. Ternyata saya tidak sendiri. Sauya menemukan motivasi pada kegiatan ini. Hingga pada akhirnya saya bersyukur diberi kesempatan untuk belajar dan mengembangkan kompetensi diri dan diberi kesempatan untuk ikut berperan dalam perubahan Pendidikan.

Dalam kegiatan pendidikan ini banyak ilmu yang saya peroleh selama menjalani dua pekan mengikuti pendidikan guru penggerak ini, mulai dari bagaimana menjadi pendidik yang seharusnya, bagaimana pendidikan harus berpusat pada anak, mendesain strategi dan metode pembelajaran dalam mewujudkan pemikiran KHD-“, mendidik anak sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman, dengan tetap menjaga sosio kultural budaya yang ada. Kegiatan mempelajari modul secara mandiri melalui LMS merupakan upaya memandirikan diri dalam belajar. Dengan mempelajari modul ini saya berharap bisa menjadi pemimpin pendidikan dan penggerak menuju tansformasi pendidikan yang sesuai dengan zaman dan berlandaskan jati diri bangsa. Menjadi seorang pendidik yang tergerak, bergerak dan menggerakkan.

3. Findings (Pembelajaran)

Dari pembelajaran Modul 1.1 tentang Refleksi Filosofis Pendidikan Nasional - Ki Hajar Dewantara ini saya akan berusaha untuk memahami dan mengimplementasikan secara maksimal pemikiran pemikiran KHD sehingga saya bisa menerapkan secara sadar akan pentingnya peran seorang pendidk saya juga akan berupaya untuk menjadi pendidik yang berkualitas dengan selalu terbuka terhadap perubahan dan mengikuti perkembangan teknologi dan mengadaptasikannya sesuai dengan sosio kultural budaya. Saya akan berusaha menjadi guru yang dirindukan oleh murid-murid dengan pembelajaran yang menyenangkan dan berpihak pada Murid, saya akan belajar untuk menjadi pemimpin pembelajaran minimal untuk sekolah saya /teman sejawat saya akan mengeksplor kemampuan saya yang selama ini belum maksimal saya kembangkan dan terus berinovasi sehingga pembelajaran saya bisa berjalan dengan baik dan sesuai perkembangan teknologi. Yang tujuannya semata - mata untuk pendidikan yang memerdekakan anak dalam mengembangkan kompetensinya sesuai bakat dan minat yang dimiliki.

Ki Hajar Dewantara menekankan agar pendidikan selalu memperhatikan; a) Kodrat Alam, b) Kemerdekaan, c) Kemanusiaan, d) Kebudayaan, dan e) Kebangsaan.. Seperti Pemikiran Ki Hajar Dewantara (KHD-2009) tentang pendidikan dan pengajaran (“pendidikan dan pengajaran merupakan usaha persiapan dan persediaan untuk segala kepentingan hidup manusia, baik dalam hidup bermasyarakat maupun hidup berbudaya dalam arti yang seluas-luasnya” ini artinya pendidikan merupakan suatu usaha yang berfokus pada proses atau usaha pembentukan mental dan karakter suatu bangsa sesuai dengan lingkungannya.

4. Future (Penerapan)

Pembelajaran Modul 1.1 tentang Refleksi Filosofis Pendidikan Nasional - Ki Hajar Dewantara ini, memotivasi saya untuk berupaya melakukan hal-hal terbaik dalamproses pendidikan dan pengajaran agar tujuan pendidikan bisa tercapai seiring dan selaras dengan konsep dasar pemikiran filosofis Ki Hajar Dewantara. Seperti : Mengubah metode dan model pembelajaran di kelas yang dulu saya selalu memberi batasan-batasan dalam tugas, kini siswa bisa menyelesaikan tugas sesuai kreatifitasnya akan tetapi tetap sesuai dengan materi. Mengubah pandangan bahwa anak bukan seperti kertas putih kosong melainkan tabula rasa ( samar-samar sudah ada goresan dan tugas pendidik mempertebal lakunya) Mengubah cara pandang terhadap anak yang semula berorientasi pada nilai menjadi berorientasi pada proses. Merancang dan melakukan asessmen diagnostik awal untuk mengetahui profil anak. Merancang pembelajaran sesuai dengan hasil asessmen diagnostik awal yang telah dilakukan, Membuat kesepakatan di awal pembelajaran. Melaksanakan pembelajaran yang berinovasi dengan metode berkolaborasi, mandiri dan menyenangkan bagi peserta didik sehingga pendidikan berpusat pada peserta didik.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar




search

New Post