SRI RAHAYU

Guru kampung yang senang berbagi cerita lewat tulisan...

Selengkapnya
Navigasi Web
Masih Belajar Menulis (Hari ke-387)

Masih Belajar Menulis (Hari ke-387)

Ketika pertama mengenal aksara pada masa kanak-kanak, senangnya luar biasa. Bagaikan menemukan dunia baru. Baca tulis menjadi konsumsi utama ke mana pergi. Netra berputar-putar mencari rangkaian kata bermakna. Semua dilahap untuk dibaca.

Begitu juga dengan menulis. Tak cukup di lembaran kertas putih. Setiap bertemu dinding, langsung dijadikan papan tulis. Bahkan daun pintu pun jadi. Pokoknya apa saja. Siap menanggung risiko omelan.

Setelah dewasa, ternyata tak berubah. Belajar menulis terus bergulir. Selagi masih ditemukan keretakan di sana sini, belajar belum berhenti. "Tak ada naskah yang tak retak." Kata-kata Bapak Bambang Trimansyah ini memang terbukti. Semakin dipelajari semakin ditemukan retak berbagai penjuru.

Begitulah Bahasa Indonesia. Uniknya tiada dua. Semakin lama semakin cinta.

Salam Sumpah Pemuda.

Satu Bahasa, Bahasa Indonesia.

Note:

Efek swasunting belum selesai. Hiks.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar




search

New Post