Suwarni

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Elegi Sei Batang
Gambar diunduh dari google.com

Elegi Sei Batang

Menulis 365 hari, hari ke-33(1104)

Episode indahnya asmara

Bag. 37

Hening tanpa ada suara ketika mereka makan hanya suara cecapan yang tak begitu kedengaran tentunya, karena tidak baik jika mengecap makanan bersuara. Menurut petuah orang tua mereka makan itu harus berdoa dan jangan bersuara. Itulah sebabnya mereka sangat menikmati makanan yang telah mereka pesan dan mereka tak akan menyisakan makanan karena tidak boleh berbuat mubazir. Mubazir itu perbuatan setan dan sangat tidak dianjurkan dalam agama Islam.

Pas mereka selesai makan, terdengar suara azan dari musala kampus yang letaknya tak jauh dari kafe kampus. Mereka lalu membayar makanannya dan bergegas untuk segera mengerjakan salat zuhur dan dan berwudu terlebih dahulu. Wirma dan Nesa selalu membawa mukena untuk salat. Lain halnya ketika mereka sedang halangan pasti mereka tidak membawa mukena ke kampus.

Setelah berwudu lalu mereka bersiap akan mengikuti salat zuhur berjamaah. Imamnya ya mahasiswa kampus itulah. Setelah ikomat terdengar suara mengatakan rapatkan shafnya dan jangan ada renggang agar tidak ada yang mengganggu ketika sedang salat. Mereka berdua juga sudah siap di barisan jemaah perempuan untuk mengikuti salat berjemaah.

Lalu mereka tenggelam dalam langutan ibadah menghadap sang Maha Besar dengan khusuknya. Semua merasa kecil jika di hadapan Allah Yang esa. Semua bertafakur mengharap rida dan rahmat dari Illahi Robbi. Salat yang dilakukan dengan khusuk dan penuh harap tentu akan mendapat rahmat dan berkah dari Allah SWT.

Setelah salat tak lupa juga berzikir dan masih dipimpin oleh imam dan langitan doa kepada Allah SWT agar mengabulkan doa-doa umatnya. Nesa dan Wirma tenggelam dalam doa yang khusuk mengharap berkah dari-Nya. Setelah salat Nesa dan Wirma melipat mukenanya dan kemudian mereka akan segera pergi ke suatu tempat untuk bercerita tentunya.

Ketika keluar dari musala, Wirma dan Nesa bertemu dengan kak Rian dan ternyata yang menjadi imam tadi adalah kak Rian. Pantas saja Wirma merasa tidak asing mendengar suara tersebut. Kak Rian tidak sempat berbasa-basi dengan Wirma karena akan segera kuliah jam 1 siang ini. Sementara Nesa dan Wirma tak ada lagi kuliah makanya mereka akan pergi ke tempat lain.

Tak lupa mereka berdua mengambil buku yang akan dipinjam di perpus tadi. Mereka bergegas menuju ke perpus dan mengambil buku yang telah didata untuk dipinjam. 2 buku Wirma dan 2 buku Nesa yang lumayan tebal makanya mereka belum membawanya dan masih menitipkannya di perpus.

Kali ini mereka berdua akan pergi bersama-sama karena tadi berangkatnya juga sama-sama menggunakan motornya Wirma. Nesa tak sabar ingin mendegarkan jawaban dari Wirma. Oh ya tadi tak ada seorang cewek pun yang dekat dengan kak Rian, kalau begitu berarti untuk hari ini kak Rian lulus kata hatinya Wirma. Wirma berharap begitu.

Mereka berangkat ke perpusda di Jalan Demang Lebar Daun. Mengapa mereka ke sana karena suasananya tenang dan nyaman utuk membaca buku dan untuk bercerita tentunya. Tak takut akan didengar kak Rian karena kak Rian berada di kampus sekarang sedang mengikuti kuliah.

Tak butuh waktu lama untuk sampai ke perpusda, cukup kira-kira 20 menit sudah sampai di perpusda. Sesampai di perpusda mereka memarkirkan motornya dan langsung menuju lantai 2 ruang perpusda. Setelah dilihat dari ruang depan bahwa buku-buku yang akan ereka pinjam ada di lantai 2.

Sesampai di lantai 2, mereka segera mencari buku tersebut dan langsung ketemu dan memberikannya dengan pengelola perpusda untuk didata. Setelah itu mereka mencari tempat untuk membaca buku dan bercerita tentunya. Nesa sangat tidak sabar lagi menunggu jawaban dari Wirma.

Setelah sampai di tempat yang telah mereka pilih. Segeralah Nesa meminta Wirma bercerita kepadanya.

“Ayo Wir, segera kau ceritakan kepadaku bagaimana cerita malam minggu kemarin.” Tanya Nesa.

bersambung . . .

Salam literasi

Tanjungpandan, 2 Februari 2023

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar




search

New Post