Suwarni

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Elegi Sungai Batang

Elegi Sungai Batang

Menulis hari ke-59 (1493)

Episode Akad Nikah

Bagian 173

Sampailah pada acara yang ditunggu-tunggu yaitu akad nikah antara Wirma dan Rian. Wirma dan Fira sudah mudik ke dusun orang tuanya, begitu juga dengan keluarga kak Rian juga sudah datang ke dusun orang tua Wirma, intinya semua orang sudah siap.

Di satu sisi ini momen bahagia untuk Wirma dan kak Rian tetapi ii juga akan menjadi momen lara yang akan terjadi di kehidupan Wirma dan kak Rian. Wirma masih pada pendiriannya yaitu menunggu acara akad nikah dan menunggu kedtangan kak Rian yang sampai sekarang keluarga sudah pasrah jika memang kak Rian belum datang. Namun karena semua menghargai pendapat Wirma akhirnya orang tua Wirma mempersiapkan segala sesuatunya dengan ikhlas demi anaknya.

Sejujurnya Wirma sebenarnya takut bahwa kejadian ini akan berakhir seperti di mimpinya bahwa kak Rian tidak akan datang ke akad nikah mereka karena kak Rian sudah tenang dan damai di sisi Allah SWT. Begitu juga dengan Nesa, dia sangat mendukung keputusan sahabatnya tetapi di hati kecilnya dia meresa sedih karena ini akan menjadi kesedihan bagi sahabatnya.

Semua tamu undangan sudah berdatangan dari kiri kanan rumah orang tua Wirma, ada juga kerabat dan sanak famili keluarga Wirma semuanya hadir untuk memberikan semangat kepada Wirma. Semua tetangga sebenarnya sudah diberi tahu orang tua Wirma bahwa pengantin lelakinya Wirma belum ketemu sampai sekarang sejak terjadi musibah tergelincir di sungai Batang kota pempek.

Pak penghulu juga sudah datang dan sudah siap dengan acara kad nikah yang akan dilaksanakan. Tamu dari KUA kecamatan juga sudah siap dengan membawa dokumen-dokumen penting untuk akad nikah yaitu surat-menyurat dan buku nikah untuk kedua mempelai.

Tiba waktunya pukul 09.00 WIB pembawa acara sudah memulai acara dengan pembukaan dan pembacaan kalam ilahi oleh adiknya Wirma yaitu Aldi. Aldi membaca Alquran dengan khusuk dan yang mendengar semua terbawa perasaan betapa merdunya lantunan ayat suci yang dibacakan oleh adiknya Wirma yaitu Aldi. Bahkan ada yang menangis mendengar pembacaan Alquran tersebut. Tak terkecuali Wirma yang di kamar juga menangis mendengar pembacaan Alquran yang menyentuh kalbu.

Nesa berusaha menenangkan hati Wirma dan berusaha membuat hati Wirma tidak terlalu terbawa perasaan. Setelah pembacaan Alquran, sambutan tuan rumah yang dibawakan oleh Bapak Wirma. Bapak Wirma masih biasa waktu mengatakan sambutan di awal tetapi ketika sudah masuk di kata-kata kedua mempelai beliau begitu haru dan menangis.

bersambung ...

Salam litrasi

Tandan, 28 Febuari 2024

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar




search

New Post