Trianto Ibnu Badar at-Taubany

BAGAIMANA MENULIS ITU? Menulis merupakan pekerjaan yang begitu berat, bahkan dapat membuat orang stress, frustasi, dan kolaps. Bagaimana tidak banyak d...

Selengkapnya
Navigasi Web
Tour de Ijen 2024, Bagian 1

Tour de Ijen 2024, Bagian 1

Jum'at, 7 Juni 2024 setelah selesai tugas dan sholat Jum'at di Bondowoso, tepat pukul 16.00 pasukan geber kendaraan menuju Banyuwangi. Ada tiga alternatif lintasan yang ditempuh, mengingat Bondowoso berada di tengah-tengah jalur tersebut. Pertama, lewat jalur pantura melalui Situbondo dengan rute Bondowoso-Situbondo-Bantuwangi. Kedua, jalur selatan melalui Jember dengan rute Bondowoso-Jember-Banyuwangi. Ketiga, jalur tengah melalui Pegunungan Ijen, dengan rute Bondowoso-Ijen. Dari segi jarak memang yang terdekata adalah jalur melalui pegunungan Ijen, tetapi jalur tersebut adalah jalur alternatif dan biasanya hanya dilewati bagi kendaraan dan para pelancong yang memang hendak dan bertujuan ke kawah Ijen untuk menikmati Blue Fire (Api Biru) yang ke luar dari dalam kawah Ijen.

Waktu terus berlalu, akhirnya tim memanggil kesepatan lewat jalur Kawah Ijen. ya sudah Bismillah. Dan kendaraan pun meluncur lewat jalur Kawah Ijen. Memang jalur ini dikenal sangat indah, jalan menanjak yang berliku-liku menjadikan perjalnan begitu memukau, belum lagi lebatnya hutan pinus dan juga kedalaman juring di sisi jalan. Wow, luar biasa. Hal ini memang cocok bagi petualang (The adventure). Belum lagi melihat puncak-puncak perbukitan, dan juga aliran sungai di bawah jurang sepanjang perjalanan. Kita juga akan disuguhi, kebun kopi sepanjang jalan baik yang sistem tumpang sari di sela-sela lebatnya hutan pinus dan/atau kebuih kopi yang luas.

Memang di area sepanjang jalur kawah Ijen dari arah Bondowoso ini dikenal dengan hasil Kopi. Adalah Sempol salah satu wilayah Bondowoso merupakan komunitas petani Kopi yang sudah ada sejak masa Hindia Belanda. Di daerah semula adalah para petanui kopi, tetapi sekarang sudah menjadi afrea perkampungan penduduk. Perkampungan ini benar-benar berada di tengah-tengah hutan dan di tengah-tengah gunung yang melingkupinya.

Jika pada tahun 2014, penulis melewati area ini masih sedikit sepi tapi kali ini seteklah 10 tahun berjalan (2024), sudah begitu ramai. Pembangunan pun terus berjalan, dan tidak sedikit warga dari luar yang menetap di Sempol. apakah Mereka bertugas sebagai ASN, dan/atau menikah dengan warga setempat. Intinya komunitas wilayah Sempl Bondowoso saat ini sudah benar-benar tidak jauh darui keramaian kota. Di sisi juga ada sajian khusus produk-prpduk kopi dalam kedai. Jika malam hari dengan semarak lampu-lampu kehiduopan bak mirip perkampungan Califormia tempo dulu. (bersambung)

*****

Ahad, 9 Juni 2024

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

Wah, mantap ni. Selamat menikmati perjalanan, Pak

10 Jun
Balas

Wah menyenangkan pak...sehat dan sukses selalu

09 Jun
Balas

Terimakasih admin

09 Jun
Balas

Keren banget. Sukses selalu untuk Bapak

09 Jun
Balas

Wauw...keren bgt ini

09 Jun
Balas

Rasanya mau ikut Pak. Semoga tetap sehat dan sukses selalu

09 Jun
Balas

Kereen, Bapak. Bisa lewat arak-arak yang jalannya aduhai....

09 Jun
Balas

Senangnya bisa Travelling di hari libur ya Bpk....Selamat rihlah ya Bpk...sekalian mentadaburi indahnya alam ciptaanNya

09 Jun
Balas



search

New Post