Verawati

Verawati, lahir di Bekasi pada tanggal 25 Desember 1977 adalah salah seorang guru Akuntansi di Kabupaten Bekasi yang tidak hanya aktif dalam membina murid-murid...

Selengkapnya
Navigasi Web
Proofreading sebelum Menerbitkan Tulisan

Proofreading sebelum Menerbitkan Tulisan

Reesume Pertemuan ke-13

Proofreading sebelum Menerbitkan Tulisan

Oleh : Verawati

Malam ke-13 belajar menulis bersama PGRI angkatan ke-27. Malam ini narasumbernya adalah seorang guru SD yang biasa dipanggil Pak Dhe. Beliau jago dalam hal proofreading, sering menang dalam lomba blog dan mantan kepala sekolah di beberapa Sekolah Dasar.

Sebelum saya menuliskan apa-apa saja hal penting yang telah beliau ajarkan, izinkanlah saya memberikan pemahaman terlebih dahulu tentang apa yang dimaksud dengan “Proofreading?”

Dalam arti sempit, padanan kata yang tepat untuk “Proofreading” dalam bahasa Indonesia artinya “Mengoreksi”.

Secara lengkap definisi proofreading adalah membaca ulang kembali untuk memeriksa sebuah penulisan untuk mengetahui apakah ada yang salah atau tidak. Hal ini sangat penting dilakukan bagi setiap penulis.

Tugas Seorang Proofreader.

Menurut penjelasan dari Pak Dhe, tugas seorang proofreader bukan hanya membetulkan ejaan atau tanda baca. Seorang proofreader juga harus bisa memastikan bahwa tulisan yang sedang ia uji-baca bisa diterima logika dan dipahami.

Selain itu, proofreader juga harus dapat mengenali:

1. Apakah sebuah kalimat efektif atau tidak.

2. Susunannya sudah tepat atau belum.

3. Substansi sebuah tulisan dapat dipahami oleh pembaca atau tidak.

Mengapa proofreading penting untuk kita lakukan ?

Proofreading merupakan tahapan penulisan yang sebaiknya tidak kita lewatkan, terutama jika kita berniat untuk menerbitkan karya tulis kepada khalayak luas.

Kapan kita melakukan proofreading “?

Lakukan tahapan ini S beberapa saat tulisan SELESAI. Ingat, setelah s e l e s a i. Bukan ketika baru dapat satu atau dua paragraf saja.

Ada pertanyaan dari salah seorang peserta apakah boleh setelah selesai menulis kita langsung publish ?

Pak Dhe menyarankan bahwa kita jangan terburu-buru dalam mengirimkan atau mempublish sebuah artikel.

Cobalah untuk melihat kembali (review) tulisan tersebut. Tindakan tersebut merupakan hal bijaksana yang harus dilakukan.

Penggunaan bahasa baku dan tidak baku serta aturan teknis berkaitan engan ejaan perlu diperhatikan juga perlu untuk kita lakukan. Rujukan kita sebagai orang Indonesia tentunya KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia)

Sekali lagi beliau menegaskan bahwa tindakan proofreading atau memeriksa tulisan yaitu setelah tulisan selesai BUKAN ketika tulisan masih jalan separuh atau baru dua paragraf, dan sebagainya.

Salahsatu trik mudah untuk melakukan proofreading adalah kita bertindak seolah-olah sebagai seorang “calon pembaca”.

Agar langkah-langkah yang lain tersusun dengan lebih sistematis, maka berikut ini adalah langkah-langkah dalam melakukan proofreading :

Langkah Pertama

Merevisi draf awal teks. Membuat perubahan signifikan pada konten dan memindahkan, menambahkan, atau menghapus seluruh bagian.

Langkah Kedua

Merevisi penggunaan bahasa: kata, frasa, dan kalimat serta susunan paragraf untuk meningkatkan aliran teks.

Langkah Ketiga

Memoles kalimat untuk memastikan tata bahasa yang benar, sintaks yang jelas, dan konsistensi gaya. Memperbaiki kalimat kalimat yang ambigu.

Langkah keempat

1. Cek ejaan. Ejaan ini merujuk ke KBBI, tetapi ada beberapa kata yang mencerminkan gaya penerbit.

2. Pemenggalan kata-kata yang merujuk ke KBBI.

3. Konsistensi nama dan ketentuannya.

4. Perhatikan judul bab dan penomorannya.

Tips lain yang diajarkan oleh Pak Dhe adalah agar kita menghindari kesalahan kecil yang tidak perlu, misalnya typo atau kesalahan penulisan kata dan penyingkatan kata.

Ada pula kesalahan kecil lain yang biasanya kita lakukan misalnya, memberi spasi (jarak) kata dan tanda koma, tanda titik, tanda seru, atau tanda tanya. Tanda-tanda baca tersebut tidak boleh diketik terpisah dari kata yang mengikutinya.

Pesan Pak Dhe agar kita selalu membuka PUEBI dan KBBI versi daring untuk memudahkan pemeriksaan kesalahan.

Pesan akhir yang disampaikan beliau adalah agar kita terus menulis dan JANGAN TAKUT dengan kesalahan ejaan dan sebagainya. 'Kan itu kegiatan akhir setelah menulis. Jadi, Jangan selesai nulis langsung klik publish, meskipun alasannya agar bisa dianggap penulis F1 atau agar jangan ketinggalan kirim tantangan. Lambat-lambat saja, yang penting tulisannya enak dibaca.

Demikian yang Pak Dhe sampaikan malam ini. Terima kasih Pak Dhe atas ilmu proofreadingnya. Semoga saya dapat melakukan proofreading secara mandiri dan berkualitas.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

Mantap ulasannya

25 Sep
Balas



search

New Post