Ratih

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Cerita Praktik Baik (Best Practice) Menggunakan Metode Star - Nenratih Patimah, S.Pd
Disusun Oleh : Nenratih Patimah,S.Pd - Mahasiswa PPG Universitas Negeri Manado

Cerita Praktik Baik (Best Practice) Menggunakan Metode Star - Nenratih Patimah, S.Pd

Menyusun Best Practices (PPL 1)

Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice) Menggunakan Metode Star (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil, dan Dampak)

Terkait Pengalaman Mengatasi Permasalahan Siswa dalam Pembelajaran

Lokasi

SMP IT Al-Musyarrofah - Cianjur

Lingkup Pendidikan

Sekolah Menengah Pertama

Tujuan yang ingin dicapai

Dengan mengimplementasikan model pembelajaran PjBL peserta didik dapat:

1. Menyajikan gagasan, perasaan, pendapat dalam bentuk teks puisi secara tulis dengan memperhatikan unsur-unsur pembangun puisi.

2. Menyajikan gagasan, perasaan, pendapat dalam bentuk teks puisi secara lisan dengan memperhatikan unsur-unsur pembangun puisi.

Penulis

Nenratih Patimah, S.Pd

Tanggal

05 Desember 2022

Situasi:

Kondisi yang menjadi latar belakang masalah, mengapa praktik ini penting untuk dibagikan, apa yang menjadi peran dan tanggung jawab anda dalam praktik ini.

Latar belakang masalah dari praktik pembelajaran ini adalah:

1. Kemampuan peserta didik yang kurang saat menulis dan mengidentifikasi unsur pembangun pada puisi.

2. Pembelajaran yang dilakukan guru cenderung monoton dan konvensional

3. Peserta didik belum mampu berimajinasi, sehingga siswa kesulitan untuk menuangkannya kedalam bentuk puisi.

4. Peserta didik tidak mencoba menulis puisi yang menurut pengalaman pribadi yang bagi mereka paling menyentuh dan penuh rasa

Mengapa praktik ini penting untuk dibagikan?

1. Praktik pembelajaran ini sangat penting untuk dilaksanakan dan dibagikan karena bisa memotivasi diri saya sendiri juga diharapkan bisa menjadi referensi atau inspirasi bagi rekan guru lain.

2. Praktik pembelajaran ini mampu meningkatkan kreativitas, inovatif, berpikir kritis, gotong royong, minat belajar, dan hasil belajar peserta didik, meningkatkan kreativitas dan inovasi guru dalam mengembangkan strategi pembelajaran yang menarik di kelas.

Apa yang menjadi peran dan tanggung jawab anda dalam praktik ini?

Sebagai guru profesional yang memiliki tugas utama untuk mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik, peran guru dalam proses pembelajaran sangatlah berpengaruh, oleh karena itu guru harus mampu mengembangkan strategi pembelajaran yang menarik, menyenangkan, inovatif, dan kreatif. Sesuai dengan kurikulum merdeka, dimana guru harus menjadi fasilitator atau menerapkan cara mengajar dari teacher center menjadi student center. Sehingga tujuan dalam pembelajaran tercapai dan menghasilkan output yang terbaik..

Tantangan :

Apa saja yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan tersebut? Siapa saja yang terlibat,

Apa saja yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan tersebut?

1. Pembelajaran yang berpusat pada peserta didik belum maksimal.

2. Pembelajaran berbasis masalah belum terbiasa diterapkan dalam proses pembelajaran baik itu peserta didik maupun guru.

3. Guru masih belum maksimal dalam mengembangkan model pembelajaran inovatif.

4. Proses pembelajaran yang menghasilkan produk belum terbiasa diterapkan dalam proses pembelajaran.

5. Sarana dan prasarana yang kurang tersedia.

Dari penyebab di atas tantangan yang dihadapi oleh pendidik

adalah

1. Pemilihan model pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan materi pembelajaran dan karakteristik peserta didik.

2. Guru harus mampu menampilkan proses pembelajaran yang baru (terkini), menarik dan menyenangkan bagi peserta didik, dengan menggunakan media penunjang pembelajaran seperti penggunaan salindia dan media lainnya sehingga peserta didik termotivasi mengikuti proses pembelajaran.

Tantangan lainnya yaitu:

1. Peserta didik yang tidak diperbolehkan membawa gaway ke sekolah

2. Sekolah hanya menyediakan komputer yang terbatas untuk akses internet

3. Tidak semua ruang kelas terdapat aliran listrik.

4. Kondisi lingkungan sekolah yang menyatu dengan asrama tempat tinggal peserta didik.

5. Proyektor yang terbatas dan harus bergantian

Siapa saja yang terlibat?

1. Dosen pembimbing dan guru pamong yang telah memberikan arahan, bimbingan, dan motivasi dalam merealisasikan siklus Aksi 1 dan Aksi 2.

2. Kepala SMP IT Al-Musyarrofah Ciajur dan Wakil Kepala Bagian Kurikulum yang telah menyediakan fasilitas tempat dan mengizinkan saya melaksanakan pembelajaran inovatif di sekolah tersebut.

3. Peserta didik Kelas VIII-E SMP IT Al-Musyarrofah Cianjur sebagai objek sentral dalam pembelajaran.

4. Rekan sejawat yang telah membantu mendokumentasikan pelaksanaan kegiatan ini..

Aksi :

Langkah-langkah apa yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut/ strategi apa yang digunakan/ bagaimana prosesnya, siapa saja yang terlibat / Apa saja sumber daya atau materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi ini

Refleksi Hasil dan dampak Bagaimana dampak dari aksi dari Langkah-langkah yang dilakukan? Apakah hasilnya efektif? Atau tidak efektif? Mengapa?

Bagaimana respon orang lain terkait dengan strategi yang dilakukan, Apa yang menjadi faktor keberhasilan atau ketidakberhasilan

dari strategi yang dilakukan? Apa pembelajaran dari keseluruhan proses tersebut

Langkah-langkah apa yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut antara lain:

1. Pemilihan model pembelajaran

a. Model pembelajaran yang digunakan pada PPL Ke 1 adalah Project Based Learning (PjBL) dengan metode pembelajaran pendekatan saintifik dan ceramah.

Langkah-langkah pembelajarannya sebagai berikut:

ü Kegiatan Pendahuluan

Memberikan salam, berdoa bersama, mengecek kehadiran, ice breaking, menerima informasi keterkaitan materi sebelum dengan materi sekarang, penjelasan singkat tentang materi pembelajaran, menyampaikan tujuan pembelajaran.

ü Kegiatan inti

§ Langkah 1. Penentuan pertanyaan mendasar (guru membagikan LKPD, pertanyaan tentang isi materi yang akan dipelajari)

§ Langkah 2. Mendesain perencanaan proyek (diskusi kelompok, mencari jawaban tugas)

§ Langkah 3. Menyusun waktu pembuatan proyek (membatasi waktu pada peserta didik dalam menyelesaikan proyek)

§ Langkah 4: Memonitor peserta didik dan kemajuan proyek (pendidik berkeliling, dan peserta didik menyelesaikan masalah yang ditemui dalam LKPD)

§ Langkah 5. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya (Peserta didik melakukan presentasi, dan ada tanya jawab)

§ Langkah 6. Mengevaluasi pengalaman (mengisi lembar evaluasi)

ü Kegiatan Penutup

Menyimpulkan materi, memberikan penghargaan, doa, dan salam menutup pembelajaran.

Link PPL Aksi 1 https://www.youtube.com/watch?v=0bY2HzsiQzw&t=21s

b. Guru mempelajari apa saja model-model dalam pembelajaran, lalu mampu memahami karakteristik siswa dengan melihat kemampuan dan kebiasaan siswa. Selanjutnya

melihat karakteristik materi dengan mempelajari materi pembelajaran yang terdapat di buku paket

c. Sumber daya yang diperlukan dalam pemilihan model pembelajaran antara lain pemahaman/kompetensi pendidik akan model pembelajaran PjBL dan juga pemahaman pendidik akan materi pembelajaran.

2. Meningkatkan motivasi peserta didik

a. Strategi yang dilakukan guru dalam meningkatkan motivasi peserta didik adalah dengan merancang pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.

b. Proses pengembangan RPP yang berpusat pada siswa, guru menentukan kegiatan apa saja yang akan dilakukan dalam pembelajaran dan membuat peserta didik lebih aktif dalam proses pembelajaran.

c. Sumber data yang diperlukan dalam pemilihan model pembelajaran ini antara lain pemahaman/kompetensi guru dalam pembuatan RPP dan juga kreatifitas merancang kegiatan-kegiatan yang membuat siswa lebih aktif dalam pembelajaran.

Langkah-langkah apa yang dilakukan untuk menghadapi tantangan lainnya yang pendidik temui yaitu:

1. Meskipun peserta didik tidak boleh membawa gaway ke sekolah dan mengakses internet, guru tetap berupaya untuk memberikan pembelajaran yang baru dan menarik bagi peserta didik. Tentunya untuk mempersiapkan semuanya supaya mampu menampilkan sesuatu yang inovatif, dibutuhkan pengorbanan dari guru, dengan cara membuat salindia power point sebagai media pembelajaran atau peserta didik dibawa ke ruahan khusus yang bisa menonton tayangan youtube.

2. Jumlah proyektor yang kurang, tidak membuat KBM terhambat. Sebagai guru harus dapat mengkondisikan dan mengomunikasikan pada rekan- rekan guru mengenai media, alat dan bahan sebagai fasiltas sekolah secara bergantian.

Dampak dari aksi dan langkah-langkah yang dilakukan hasilnya efektif dan dapat dilihat dari

1. Suasana pembelajaran di kelas menyenangkan karena pemilihan model pembelajaran dan juga kegiatan yang berpusat pada peserta didik mampu meningkatkan keaktifan peserta didik dalam proses pembelajaran sehingga peserta didik termotivasi untuk belajar.

2. Peserta didik mampu berpikir kritis, kreatif, inovatif, dan memiliki banyak ilmu yang didapatkan.

3. Guru mampu mengembangkan strategi belajar yang lebih menarik dan menyenangkan sehingga minat peserta didik dalam belajar meningkat serta hasil belajar pun meningkat.

Persentase keberhasilan peserta didik

1. Kurang lebih 18 peserta didik dari jumlah siswa 20 orang yang berhasil melewati KKM (75) di kelas VIII

2. Sekitar 96% peserta didik dapat memperhatikan pembelajaran setelah menggunakan model PjBL

3. Semangat peserta didik dalam belajar juga meningkat

4. Peserta didik mampu berimajinasi dalam membuat larik puisi, sehingga mampu menyajikan puisi dengan indah

5. Masih ada dua (2) peserta didik yang belum mampu menyelesaikan tugas yang disampaikan atau sekitar 12%

Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pembelajaran dinyatakan efektif karena sebagian besar peserta didik mengalami keberhasilan, dan hanya 2 peserta didik yang belum berhasil. Peserta didik yang belum berhasil diberikan remidial.

Faktor keberhasilan pembelajaran ini sangat ditentukan oleh kemampuan guru mengelola pembelajaran berdasarkan penguasaan terhadap media, model dan metode serta langkah langkah kegiatan pembelajaran yang sudah dibuat. Pendidik harus lebih kreatif dan inovatif dalam memilih model pembelajaran dan media pembelajaran untuk membuat proses belajar mengajar sesuai dengan yang

diharapkan walaupun kondisi sekolah dengan fasilitas kurang memadai dan peserta didik yang tidak membawa gaway ke sekolah.

Menyusun Best Practices (PPL 2)

Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice) Menggunakan Metode Star (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil, dan Dampak)

Terkait Pengalaman Mengatasi Permasalahan Peserta Didik dalam Pembelajaran

Lokasi

SMP IT Al-Musyarrofah

Lingkup Pendidikan

Sekolah Menengah Pertama

Tujuan yang ingin dicapai

1. Mengidentifikasi unsur intrinsik karya sastra dalam teks cerita pendek yang dibaca atau didengar.

2. Mengidentifikasi unsur ekstrinsik karya sastra dalam teks cerita pendek yang dibaca atau didengar.

Penulis

Nenratih Patimah, S.Pd

Tanggal

11 Januari 2023

Situasi:

Kondisi yang menjadi latar belakang masalah, mengapa praktik ini penting untuk dibagikan, apa yang menjadi peran dan tanggung jawab anda dalam praktik ini.

Latar belakang masalah dari praktik pembelajaran ini adalah:

1. Kurangnya minat membaca siswa dalam membaca cerpen dan berpengaruh pada kegiatan mengidentifikasi isi cerpen. (Literasi)

2. Rendahnya semanagat belajar peserta didik dalam belajar tentang cerpen dan media pembelajaran yang terbatas mengakibatkan kurangnya motivasi peserta didik dalam mengidentifikasi isi cerpen.

Mengapa praktik ini penting untuk dibagikan?

1. Praktik pembelajaran ini mampu meningkatkan kreativitas, inovatif, berpikir kritis, gotong royong, minat belajar, dan hasil belajar peserta didik, meningkatkan kreativitas dan inovasi guru dalam mengembangkan strategi pembelajaran yang menarik di kelas.

2. Praktik pembelajaran ini juga penting untuk dilaksanakan dan dibagikan karena saya berpikir banyak guru yang mengalami permasalahan yang saya alami, sehingga praktik ini diharapkan bisa memotivasi diri saya sendiri juga diharapkan bisa menjadi referensi atau inspirasi bagi rekan guru lain.

Apa yang menjadi peran dan tanggung jawab anda dalam praktik ini?

Sebagai guru mempunyai tanggung jawab untuk melakukan proses pembelajaran ini secara efektif, dengan menggunakan model dan media pembelajaran yang tepat dan inovatif, sehingga tujuan pembelajaran dan hasil belajar peserta didik bisa tercapai sesuai dengan yang diharapkan.

Tantangan :

Apa saja yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan tersebut? Siapa saja yang terlibat?

Aksi :

Langkah-langkah apa yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut/ strategi apa yang digunakan/ bagaimana prosesnya, siapa saja yang terlibat / Apa saja sumber daya atau materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi ini

Refleksi Hasil dan dampak Bagaimana dampak dari aksi dari Langkah-langkah yang dilakukan? Apakah hasilnya efektif? Atau tidak efektif? Mengapa? Bagaimana respon orang lain terkait dengan strategi yang dilakukan, Apa yang menjadi faktor keberhasilan atau ketidakberhasilan dari strategi yang dilakukan? Apa pembelajaran dari keseluruhan proses tersebut

Tantangan dalam Meningkatkan Minat Belajar Peserta Didik dalam Pembelajaran pola pengembangan teks eksposisi:

Setelah dilakukan identifikasi masalah dengan refleksi diri, kajian literatur, dan wawancara dengan beberapa narasumber yaitu: guru (teman sejawat) dan peserta didik, maka beberapa tantangan yang terjadi yaitu:

1. Waktu yang terbatas

2. Pembelajaran yang berpusat pada peserta didik belum maksimal.

3. Pembelajaran berbasis pemecahan masalah belum terbiasa diterapkan dalam proses pembelajaran baik itu peserta didik maupun guru.

4. Guru masih belum maksimul dalam mengembangkan pembelajaran inovatif dan masih konvensional.

5. Sarana dan prasarana yang kurang tersedia.

Tantangan tersebut harus mampu di atasi dengan berbagai cara seperti: menerapkan model pembelajaran yang dapat meningkatkan partisipasi peserta didik, serta pemanfaatan media dan sumber referensi belajar yang mampu merangsang kreativitas peserta didik untuk menuangkan ide/pemikirannya.

Tantangan lainnya yaitu:

1. Peserta didik yang tidak diperbolehkan membawa gaway ke sekolah

2. Sekolah hanya menyediakan komputer yang terbatas untuk akses internet

3. Tidak semua ruang kelas terdapat aliran listrik.

4. Kondisi lingkungan sekolah yang menyatu dengan asrama tempat tinggal peserta didik.

5. Proyektor yang terbatas dan harus bergantian

Siapa saja yang terlibat?

Dilihat dari tantangan tersebut dapat disimpulkan bahwa tantangan yang dihadapi melibatkan:

1. Dosen pembimbing dan guru pamong yang telah memberikan arahan, bimbingan, dan motivasi dalam merealisasikan siklus Aksi 1 dan Aksi 2.

2. Kepala SMP IT Al-Musyarrofah Ciajur dan Wakil Kepala Bagian Kurikulum yang telah menyediakan fasilitas tempat dan mengizinkan saya melaksanakan pembelajaran inovatif di sekolah tersebut.

3. Peserta didik Kelas IX-C SMP IT Al-Musyarrofah Cianjur sebagai objek sentral dalam pembelajaran.

4. Rekan sejawat yang telah membantu mendokumentasikan pelaksanaan kegiatan ini..

Langkah-langkah apa yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut antara lain:

1. Pemilihan model pembelajaran

Dalam menghadapi abad ke-21, tugas guru adalah membelajarkan siswa agar memiliki keterampilan abad 21. Para siswa harus memiliki keterampilan abad 21, seperti keterampilan berpikir kritis, kreativitas, keterampilan memecahkan masalah, dan membuat keputusan (Devi et al., 2018 (Devi, PK. Herliani, E. Setiawan, R. Yanuar, Y. dan Karyana, S. (2018)

Berkaitan dengan model pembelajaran, Pendidik menerapkan model pembelajaran yang mampu meningkatkan keterlibatan dan partisipasi peserta didik dalam Pembelajaran, yaitu menerapkan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan mengaplikasikan langkah-langkah pembelajaran yang mengaktifkan peserta didik. Dalam PBL ini, Pendidik mengarahkan peserta didik untuk mengidentifikasi unsur intrinsik dan ekstrinsik teks cerita pendek. Dalam pembelajaran ini pendidik memilih model pembelajaran Problem Based Learning (PBL).

2. Dalam kegiatan implementasi Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL), guru hendaknya memahami syntak-syntak PBL dan menuangkannya dalam langkah- langkah/kegiatan pembelajaran yang di dalamnya terdapat kegiatan diskusi kelompok dan presentasi hasil kerja kelompok.

Langkah-langkah pembelajarannya sebagai berikut:

ü Kegiatan Pendahuluan

Guru memberikan salam, berdoa bersama, mengecek kehadiran, ice breaking, menerima informasi keterkaitan materi sebelum dengan materi sekarang, penjelasan singkat tentang materi pembelajaran, menyampaikan tujuan pembelajaran.

ü Kegiatan inti

§ Langkah 1. Orientasi peserta didik pada masalah (pembentukan kelompok, pendidik

membagikan LKPD)

§ Langkah 2. Mengorganisasikan peserta didik untuk belajar (diskusi kelompok)

§ Langkah 3. Membimbing Penyelidikan (guru berkeliling, dan peserta didik menyelesaikan

masalah yang ditemui dalam LKPD)

§ Langkah 4. Mengembangkan dan menyajikan karya (Peserta didik melakukan presentasi di

depan kelas)

§ Langkah 5. Menganalisis dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah

ü Kegiatan Penutup

Menyimpulkan materi, menyimpulkan pembelajran dengan alat peraga amplop misterius, memberikan penghargaan, doa, dan salam menutup pembelajaran.

Link PPL Aksi 2 : https://www.youtube.com/watch?v=ZQmERnf579M&t=10s

3. Memanfaatkan media pembelajaran yang memudahkan peserta didik untuk memahami materi yang disampaikan, yaitu dengan menggunakan salindia yang di dalamnya dikombinasikan dengan materi berupa video pembelajaran. (Mengandung Unsur TPACK)

4. Meningkatkan motivasi peserta didik

a. Indikator minat belajar yang pertama, yaitu pada aspek perhatian. Aspek perhatian mencakup empat poin yang sudah dikembangkan dari indikator, diantaranya: memperhatikan pembelajaran, berbicara dengan teman, melakukan aktivitas lainnya, dan tertidur.

b. Strategi yang dilakukan pendidik dalam meningkatkan motivasi peserta didik adalah dengan merancang pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Di sini pendidik mengembangkan RPP dengan kegiatan yang berpusat pada peserta didik.

c. Proses pengembangan RPP yang berpusat pada peserta didik, dalam hal ini guru menentukan kegiatan apa saja yang akan dilakukan dalam pembelajaran yang tentunya kegiatan-kegiatan itu berpusat pada peserta didik dan membuat peserta didik lebih aktif dalam proses pembelajaran.

5. Pendidik perlu melakukan penilaian/asesmen terhadap peserta didik. Penilaian tersebut berupa soal evaluasi yang perlu dilakukan untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran yang dilaksanakan.

Langkah-langkah apa yang dilakukan untuk menghadapi tantangan lainnya yang guru temui yaitu:

1. Meskipun peserta didik tidak membawa gaway ke sekolah, guru harus tetap berupaya untuk memberikan pembelajaran yang menarik bagi peserta didik. mempersiapkan semuanya supaya mampu menampilkan sesuatu yang inovatif, baru dan menarik, dengan cara membuat media pembelajaran seperti salendia power point.

2. Keadaan sekolah yang merupakan pondok pesantren membuat lingkungan kurang memadai karena banyak kelas yang dipakai menjadi pondok untuk dijadikan tempat tinggal peserta didik sebagai asrama, tidak mematahkan semangat guru untuk meyakini bahwa dimanapun kelas walau harus di ruang terbuka.

3. Jumlah proyektor yang terbatas dan harus bergantian dengan guru lain tidak membuat guru tidak patah semangat dan bukan berarti membuat KBM terhambat. Sebagai guru harus dapat mengkondisikan dan mengkomunikasikan pada rekan- rekan pendidik mengenai media, alat dan bahan.

Dampak dari aksi dan langkah-langkah yang dilakukan hasilnya efektif dan dapat dilihat dari:

1. Dampak dari penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) membuat peserta didik lebih aktif dalam pembelajaran. Pembelajaran tidak hanya berpusat kepada Pendidik karena pada saat pembelajaran, peserta didik ditugaskan bersama kelompoknya untuk berdiskusi lalu mempresentasikannya di depan kelas.

2. Dengan menggunakan Model Pembelajaran PBL, peserta didik lebih termotivasi sehingga peserta didik lebih mudah menuangkan ide/gagasan dalam menyelesaikan LKPD/tugas yang diberikan.

3. Penggunaan Media pembelajaran berupa Salindia dengan menyertakan pemutaran video membuat peserta didik tidak cepat bosan dalam pembelajaran serta lebih mudah memahami materi yang disampaikan oleh Pendidik.

4. Respon peserta didik terhadap kegiatan pembelajaran ini sangat senang, bisa dilihat saat proses pembelajaran pada kegiatan ini berlangsung sehingga pada akhir pembelajaran mereka mampu memahami materi ini.

Faktor keberhasilan pembelajaran ini sangat dituntukan oleh penguasaan pendidik terhadap model pembelajaran, media pembelajaran dalam hal ini langkah-langkah pada rencana pelaksanaan pembelajaran yang sudah dibuat Presentasi keberhasilan peserta didik pada materi teks cerita pendek ini yaitu:

Dari 20 peserta didik yang ada di kelas IX C

1. 16 peserta didik memperoleh nilai lebih dari KKM (catatan: KKM 78) atau sekitar 76% dapat mengidentifikasi unsur pembangun pada teks cerita pendek.

2. 4 peserta didik memperoleh nilai kurang dari KKM atau sekitar 24%

Kesimpulannya sebagian besar peserta didik mengalami keberhasilan, dan hanya beberapa peserta didik yang belum berhasil. Peserta didik yang belum berhasil diberikan remidial.

Pembelajaran yang bisa diambil dari proses kegiatan yang sudah pendidik lakukan adalah pendidik lebih kreatif dan inovatif dalam memilih model pembelajaran dan media pembelajaran untuk

membuat proses belajar mengajar sesuai dengan yang diharapkan walaupun kondisi sekolah belum memadai.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

Keren Bu... Lanjutkan. Sukses selalu buat ibu.

18 Jan
Balas



search

New Post