Yuliawati

"Beta ibu guru" terlahir di kota Pala Fakfak (di jazirah Onin,Negeri Mbaham),salah satu kabupaten tertua di Provinsi Papua Barat. Melewati masa kanak-kanak hing...

Selengkapnya
Navigasi Web
Mungilnya Senyum Mereka
Murid kelas I dengan ibu Guru Martha Sandra Sahertian,S>Pd di SD INPRES SEMPAN BARAT Mimika ,Papua Tengah

Mungilnya Senyum Mereka

Dalam mengikuti salah satu acara di sekolah dasar Sabtu pagi kemarin, saya berkesempatan melihat dari dekat bagaimana para murid-murid yang lincah-lincah dan enerjik ini bermain di halama sekolah, berbincang dan bercanda dengan sesame temannya di depan kelas mereka masing masing, saling bertukar cerita sambal berjalan menuju kantin sekolah, bahkan ada Sebagian yang menemui para orangtua mereka yang telah menunggu bila waktu belajar usai.

Diantara mereka itu ada sekelompok anak-anak kecil mungil, yang dari Ibu Guru Klara Rettobyan, saya diberitahu kalau itu adalah anak-anak kelas 1. Mereka berbaris dengan baik, terlihat rapi keluar dari kelas mereka menuju tengannya halaman sekolah. Saya pun beranjak untuk ikut melihat dari dekat. Sunggingan senyum dan canda tawa anak-anak murid kelas 1 begitu polos dan lugu. Uniknya Sebagian besar dari mereka mengenakan kaos tim sepak bola yang berlaga di ajang Piala Dunia FIFA 2022. Sayapun bertanya kepada guru kelas yang mendampingi mereka dan sedang mengatur tata urutan mereka berdiri sebelum dipotret. Pada ibu Guru kleasnya, ibu Martha Sandra Sahertian,S.Pd., saya bertanya alas an mereka berbaju kaos seperti ini. Ibu menjawab beberapa hari sebelumnya dia menyimak percakapan anak-anak tentang tim yang para orang tua , kakak, paman/om mereka favoritkan.

Tanpa berbasa-basi ibu guru kelas menyampaikan kalau ada yang punya baju kaos tim andalan papa dan mamanya, besok bisa dipakai saat belajar di kelas. Ibu guru ingin menyediakan ruang bagi anak-anak untuk berekspresi bukan saja dalam melatih kecerdasan linguistik mereka dalam bertutur lisan, tetapi juga kecerdasan spasial dalam mengekspresikan warna dan hal yang berkaitan dengan pengetahuan awalnya tentang piala dunia. Bagi ibu guru akan lebih mudah mengarahkan anak-anak murid yang mungil itu bila ibu guru lebih mendekatkan diri ddengan mereka dan apa-apa yang menjadi kesukaan dan keunikan mereka.

Setelah berpose ditengah lapangan dengan hasil pekerjaan mereka mewarnai anggota keluarga yang disediakn dalam mengisi waktu mereka di akhir pekan pagi itu, mereka pun berlalu ke kelas dan bersiap untuk berdoa. Itu pertanda hari inikegiatan telah usai disekolah. Satu diantara mereka saat berpapasan duduk disebelah saya, sambal menunggu mamanya. Saya bertanya Namanya dan dia mengatakan Atikah. Pertanyaan berikutnya yang membuat saya kagum tentang apakah dia juga menonton pertandingan sepak bola. Dia pun menggelengkan kepala dengan tegas. Sayapun semakin penasaran dan bertanya apa alasannya. Dengan lugas dia menyambungkan pembicaraan kami, dan sembari tersenyum dia mengatakan bahwa ibu gurunya menyampaikan tidak boleh nonton pertaningan iitu karena terlalu larut bahkan hingga dini hari, dan itu tidak baik untuk anak-anak. Atikah begitu polos menyampaikan jawaban dengan artikulasi yang lantang dan jelas.

Semangat terus ibu Guru Martha Sandra Sahertian,S.Pd dalam mengasuh dan mendidik anak-anak bersenyum mungil ini. Kelak mereka, Insya Allah, akan menjadi anak-anak yang Tangguh serta berjiwa besar.

#Mendoakan_anak_anak_yang_terbaik

#Semangat_Ibuguru_Martha Sandra Sahertian

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar




search

New Post