Yuliawati

"Beta ibu guru" terlahir di kota Pala Fakfak (di jazirah Onin,Negeri Mbaham),salah satu kabupaten tertua di Provinsi Papua Barat. Melewati masa kanak-kanak hing...

Selengkapnya
Navigasi Web
 Refleksi  Liburan yang Memperkuat Patriotisme
sepenggal seri kegiatan Bela Negara

Refleksi Liburan yang Memperkuat Patriotisme

(Catatn Ringan dalam “Bela Negara”)

· Mengulas singkat

Ada tiga hal utama yang menjadi refleksi, dalam tulisan singkat ini.Yang pertama ‘Liburan” adalah satu kata yang bila diucapkan ataupun ditulis, secara umum dapat dimaknai dengan hal-hal yang sangat menggembirakan karena tentu berkaitan dengan makna leksikalnya ( libur bermakna bebas dari kerja atau bebas dari masuk sekolah, liburan adalah masa libur atau vakansi). Yang kedua, patriotisme, atau semangat cinta tanah air; atau sikap seseorang yang bersedia mengorbankansegala-galanya untuk kejayaan dan kemakmuran tanah airnya. Yang ketiga, adalah ungkapan bela negara. Yang bermakna menjaga baik-baik, memelihara atau merawat satu negara.

· Liburan diantara pepohonan

Liburan akhir semester genap di tahun pembelajaran 2021/2022 baru saja berakhir. Masa liburan itu bukanlah waktu yang bersantai saja, namun diisi dengan menambah ilmu pengetahun dan memperluas wawasan kebangsaan. Di antara pepohonan yang rindang, bapak dan ibu kepala sekolah TK/PAUD, SD dan SMP , bapak dan ibu pengawas sekolah juga para pejabat eselon III dan eselon IV di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika,Provinsi Papua mengaktifkan diri dan pribadi dalam kegiatan ‘Bela Negara’. Berlokasi di kompleks sentra pendidikan, dibawah rindangnya pepohonan ataupun teriknya cahaya matahari yang menyingkapi dedaunan yang rimbun, setiap individu peserta perlahan mulai menggeserkan bayangan hari-hari libur yang bebas tugas, menuju hari-hari libur yang mengasah rohani, jiwa patriotisme, mempererat kekeluargaan dan menyambung kekerabatan serta mengaktifkan jasmani dalam gerak olahraga. Secara personal, semua kita yang berwarganegara Indonesia memiliki kewajiban bela Negara, bila negara dalam keadaan genting, dan sekarang tidak gemting. Namun, sejalan dengan sepekan berada dalam kegiatan bela negara , yang dibantu oleh para pelatih dan pemateri dari Detasemen Kavaleri-3/ Srigala Ceta, dirasakan perlu adanya penyegaran (bagi yang sudah pernah ikut kegiatan semacam itu ) dan juga perkenalan kegiatan (bagi yang belum pernah mengikuti kegiatan ) . Refleksi yang pertama, liburan di antara pepohonan kali ini bukan saja menyegarkan dan menambah wawasan kebangsaan tetapi juga mengasah ketrampilan Sosial emosional yang berkaitan dengan ketrampilan bergaul dan berkomunikasi diantara orang banyak(interpersonal intelligence), ajang merefleksikan diri dari masing-masing pribadi dalam mengemban tugas dan tanggung jawab masing-masing (intrapersonal intelligence).

· Patriotisme , mengerucut sesuai profesi

Rasa cinta tanah air yang didengungkan sejak dini terutama saat di bangku pendidikan formal, kali ini akan mengerucut pada profesi dari peserta, ketika pemaparan materi wawasan kebangsaan dengan sub tema mencintai Indonesia dengan segenap hati, yang disampaikan oleh Komandan Detasemen Kavaleri-3 /SC, Mayor Kav. A. M.Nasution.

Pemaparan kilas balik, sederet perjuangan untuk kemerdekaan Indonesia, kemudian pertanyaan yang dikembalikan pada diri pribadi, apa yang Anda tahu tentang Indonesia? Tentu semua jawabannya bisa mengacu dari berbagai sudut pandang, yang bermuara pada pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia.

Bagaimana Anda melihat Indonesia saat ini?” adalah pertanyaan berikut yang jawabannya bermunculan dari diri setiap pribadi, dengan kilas balik sejarah dan keadaan saat ini, tentulah menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dalam menyampaikan bahan pembanding terhadapan ulasan beberapa Negara yang runtuh, Bapak Komandan Kavaleri meminta pula, para peserta yang dalam kegiatan bela negara ini adalah bapak dan ibu (guru) kepala sekolah, pengawas, dan pejabat & staf yang berkecimpung dalam dunia pendidikan, untuk tetap memiliki rasa cinta terhadap tanah air dan mempersiapkan generasi-generasi yang menjaga keutuhan Indonesia, selalu kreatif dan berinovasi. Refleksi dari patriotisme yang mengerucut, setiap orang dengan profesinya memikul tanggung jawab dan mengemban tugas; dan kami-bapak dan ibu guru-menjadi patriot -di depan kelas dengan berbagai pelajaran dan etika untuk memberikan butir butit ‘ Mencintai Indonesia dengan segenap hati berdasar Pancasila.’

· Bela Negara, memperkokoh patriotisme

Pada mulamya, diri pribadi berpendapat Bela Negara menjadi bagian tugas dari para tentara. Namun, seiring dengan waktu yang dilalui didalam dunia pendidikan formal bersifat teori maupun praktek, beberapa mata pelajaran seperti Pendidikan Moral Pancasila yang disingkat PMP (saat kurikulum 1975), dan juga kegiatan awal tahun ajaran sudah diwajibkan mengikuti kegiatan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila yang dikenal dengan P4 (Kurikulum 1984), meggeserkan pola pikir awal tadi. Pada era menjelang diangat menjadi abdi negara sebagai pegawai negeri sipil yang siap mengabdi di mana saja, diseluruh pelosok bumi Pertiwi ini, pendidikan pra-jabatan dilakukan dalam semi pendidikan pertahanan negara (sebagaimana amanat Undang-Undang No. 3 tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang dalam pasal 9 mewajibkan setiap warga negara ikut dalam upaya bela negara, dalam pendidikan kewarganegaraan, pelatihan dasar, sebagai prajurit , dan sebagai pengabdian profesi). Pengalaman prajabatan dalam dunia pendidikan militer tak lepas dari keikutsertaan para calon pegawai negeri sipil di akhir era 1990-an, yang berpusat di beberapa tempat, termasuk di Resimen Induk Kodam XVII Cenderawasih (di Tahun 1997, masih bernama Rindam –VIII Trikora). Ditempa di daerah militer, tidak membuat kami surut bergeser. Kami tetap kembali ke tempat tugas untuk mengabdi. Patriot di depan kelas, tak pantang menyerah, tak surut selangkah, untuk menderdaskan anak-anak bangsa.

Dua puluh lima tahun kemudian, di tahun 2022, dalam kegiatan Bela Negara mengisi liburan, Patriotisme itu masih selalu ada, menggelora di dalam dada, untuk semangat menjaga Indonesia. Bersama dengan pelatih-pelatih andalan dari Detasemen Kavaleri -3/Srigala Ceta, dan pada malam renungan yang dipimpin Bapak Komandan Denkav-3 /SC, kami semua peserta merefleksikan diri dalam sumpah dan janji pegawai negeri sipil (seperti yang tertuang dalam Peraturan pemerintah no. 21 Tahun 1975 tentang sumpah dan janji pegawai negeri sipil )

Ketika Bung Karno dan Bung Hatta adalah patriot proklamasi secara langsung, berrefleksi dengan kegiatan Bela Negara sesuai profesi; bapak dan ibu kepala sekolah , bapak dan ibu pengawas sekolah, dan bapak dan ibu pejabat pada lingkungan Dinas Pendidikan adalah para patriot untuk mencerdaskan generasi bangsa dalam profil pelajar pancasila, untuk mengisi kemerdekaan dan menjaga keutuhan NKRI.

###

Catatan Refleksi

Sentra Pendidikan, Awal Juli 2022.

Penulis : salah satu peserta Bela Negara (27Juni-1 Juli 2022)

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar




search

New Post