Zakiah,SS

Zakiah, SS, mengajar di MTsN 3. Lima Puluh Kota...

Selengkapnya
Navigasi Web

Penulis, Pendakwah dan Pasutri Wajib Nonton

Penulis, Pendakwah dan Pasutri Wajib Nonton Oleh: Zakiah,SS Saat mendengar akan ada film Buya Hamka, ummi sudah penasaran dan ingin menonton.Tapi apa daya, karena tinggal di kota madya yang tak punya bioskop mengharuskan ummi mencari info dan celah untuk menonton. Kalau nunggu ada di youtube sepertinya terlalu lama. Syukurlah ada momen libur sekalian mengantar kakak ke ibu kota propinsi, kota Padang tercinta yang tentunya ada bioskop dan niat pun jadi kesampaian. Dulu bertahun-tahun kuliah di Padang, hanya lewat saja di depan bioskop. Selain tak ada film Islami, dana pun tak kan cukup untuk bisa nonton film di bioskop bagi ummi yang anak kosan ini. Baru sekarang, saat umur mendekati setengah abad dengan lima anak- anak yang sudah remaja, ummi bisa menginjakkan kaki di bioskop Raya ini karena memang terletak di pusat kota, Pasar Raya. Bermodalkan tiket yang sudah dibeli nak gadis ummi secara online, kami pun sumringah saat mobill memasuki area parkir bioskop. "Seumur- umur baru dua kali ummi ke bioskop Bi!" "Ah, yang benar?" tanya abi seolah tak.percaya. "Iya, pertama dulu saat SD menonton film Ari Anggara, si anak tiri yang malang, itupun program dari sekolah. Abi hanya tersenyum mendengarkan cerita ummi, entah apa yang dipikirkan abi tentang cerita ummi tersebut. Baru masuk di lobi kami disuguhi pemandangan etalase beragam cemilan untuk teman selama menonton. Rupanya tak boleh bawa minum dan makanan ke dalam kecuali yang dibeli di lobi. Akhirnya kami pun membeli popcorn satu untuk semua dan dua botol air mineral. ─┤am sudah menunjukkan pukul 09.00 wib, sesuai jadwal di tiket, kami pun menuju ruang bioskop. Hawa dingin langsung terasa dan suasana gelap pun menghadang kami. Awalnya kakak tidak berniat ikut menonton khawatir Fathimah yang baru berumur 6 tahun tidak betah di dalam karena durasi film 2 jam. Tapi abi meyakinkan akan baiik2 saja dan disuruh kakak beli tiket lagi. Menonton Film Buya Hamka ini ternyata mengandung bawang bagi ummi. Ada hal yang menjadi perhatian ummi saat menonton adegan demi adegan yaitu hebatnya buka Hamka memuliakan dan menghormati istrinya. Selalu mengucapkan terimakasih saat disuguhi kopi. Di lain sisi, istri beliau adalah wanita cerdas yang selalu mendukung dan memberikan saran dan pertimbangan saat buta Hamka butuh masukan dan dukungan. "Selalu ada wanita hebat dibalik laki- laki hebat!" kata abi selesai menonton film tersebut. Keteguhan buya Hamka dengan dakwah islam serta semangat dan ketekunaneliau menulis menjadi poin tersendiri bagi ummi. Buya Hamka menulis dengan suasana tenang dan situasi mendukung. Berbeda dengan ummi yang menulis di sela- sela waktu. Wajar saja semangat hilang timbul dan kualitas tulisan pun tentunya dipengaruhi bacaan . Buta Hamba selalu haus bacaan dan haus ilmu. Hal itu terlihat dalam buku beliau berjudul Tasauf Modern. Pemikiran beliau yang fisioner perlu diacungi jempol. Buta Hamka juga digambarkan sebagai seorang yang romantis termasuk sering berpantun untuk istrinya. Rupanya film ini dibagi menjadi tiga volume, jadi harus sabar menunggu Buya Hamka 2 dan 3. Saat sudahmenoonton malah semakin penasaran, he he. Kita tunggu kisah selanjutnya Payakumbuh, 2 Mei 2023

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

ada link nonton gratiosnya gak buk

17 May
Balas



search

New Post