Siti Jamiatu Sholihah

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Membaca untuk Menjawab atau Bertanya ?

Membaca untuk Menjawab atau Bertanya ?

H-1.033. Gurusiana

Teringat sebuah pengalaman ketika masih duduk di sekolah dasar. Pada masa itu, setiap waktu pulang tiba, pak guru atau ibu guru selalu memberi soal. Siswa yang bisa menjawab dengan tepat dipersilakan pulang lebih dulu. Hingga di penghujung soal, siswa yang terakhir baru bisa pulang.

Di situ ada persaingan. Secara gamang bisa menyimpulkan bawa siswa yang pulang lebih dulu berarti siswa pintar. Namun itu tidak benar. Karena jawaban yang dilontarkan bisa jadi bukan hasil membaca, melainkan hasil mendengar karena soal itu terlalu sering diberikan hampir setiap hari. Sehingga jawaban itu tidak mencerminkan bahwa mereka memiliki daya literasi baca tulis yang tinggi.

Jujur saja pada diri sendiri, apakah jika disuguhi sebuah buku akan langsung dibaca sampai selesai? Jawabannya tidak perlu didefinisikan. Karena sudah menjadi rumusan. Orang-orang di negeri kita sengat rendah dalam hal literasi. Perhatikan saja, jangankan disuruh membaca buku, membaca artikel yang berseliweran di media sosial. Jika tulisannya panjang, pasti langsung di-skip. Bahkan tidak dibaca. Sehingga jangankan untuk menggali sebuah informasi, melihatnya saja sudah tak disukai.

Inilah awal pembentukan karakter yang kurang tepat. Siswa diarahkan untuk bisa menjawab, bukan bertanya. Menganggap siswa yang pandai menjawab adalah siswa pintar. Lupa kalau sebenarnya siswa yang belajar adalah siswa yang kritis bertanya. Sedangkan untuk bertanya, merupakan sebuah situasi hasil interaksi terhadap apa yang dibaca dan dipahami.

Seorang guru menyarankan agar siswa membawa ulang pelajaran yang telah diberikan, bukan berarti siswa itu tidak tahu, melainkan supaya siswa menjadi lebih tahu. Lebih memahami.

Jadi literasi baca tulis bukan sekadar scrol tulisan kemudian dianggap membaca dan kemudian bisa menjawab. Melainkan seberapa besar keberanian untuk bertanya.

Sumber: Kajian ngaji literasi dengan komunitas Gerakan Sekolah Menyenangkan.

Cilegon, 23052025

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post